6 Tips Belajar Investasi Saham untuk Pemula

tips belajar investasi saham

Saham merupakan instrumen investasi yang sangat menarik. Dari investasi saham, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar, bahkan lebih besar dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Hanya saja, investasi saham sangat kompleks dan tergolong sulit untuk diprediksi dinamikanya. Bisa jadi, saham yang naik hari ini, justru akan turun drastis keesokan hari.

Meski begitu, sebenarnya saham pun sama dengan instrumen investasi lainnya, sebab instrumen ini masih harus sama-sama dipelajari, bahkan oleh pemula sekali pun. Nah, untuk Anda yang tertarik belajar investasi saham, mari pelajari tips yang dipaparkan dalam poin-poin di bawah ini.

Bekali Diri dengan Pengetahuan tentang Saham

Belajar investasi saham tidak akan pernah ada habisnya sebab pasar saham sangat dinamis. Akan selalu ada contoh kasus yang menarik untuk dipelajari tiap harinya. Untuk itu, sebisa mungkin bekali diri Anda dengan pengetahuan tentang saham. Buat diri Anda familier dengan istilah-istilah yang umum digunakan di pasar saham.

Caranya, Anda bisa dengan rajin menyimak berita tentang saham. Anda juga bisa belajar dari para pakar. Sekarang ini sudah banyak sekali website bahkan konten video YouTube yang memberikan pengetahuan seputar saham. Anda juga bisa mengikuti pelatihan dari pihak yang menyelenggarakan jual beli saham seperti BEI (Bursa Efek Indonesia). Sekarang, BEI menyediakan Sekolah Pasar Modal yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, termasuk pemula.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Begini 7 Cara Main Saham Pemula

Pahami bahwa Saham Sangat Fluktuatif

Ini adalah mindset yang harus benar-benar Anda tanamkan sejak awal saat belajar investasi saham. Pahamilah bahwa saham sangat fluktuatif dan cepat berubah. Jangan mudah tergoda dengan perubahan yang mendadak terjadi.

Sudah merupakan sifat dasar manusia untuk selalu mencari keuntungan sebesar mungkin. Namun, saat berinvestasi saham, Anda harus mengerem keinginan tersebut. Jangan pernah mengambil keputusan (baik itu membeli maupun menjual emiten) saat Anda sedang dikuasai emosi dan ekspektasi besar. Usahakan untuk tetap tenang selama memantau pergerakan saham. Cobalah berpikir jernih dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan.

Tentukan Tujuan Investasi

Selanjutnya, pastikan Anda memiliki tujuan investasi, entah itu untuk mendapat pemasukan dalam waktu singkat, melindungi aset, atau mendapatkan pemasukan rutin. Apa pun itu, pastikan tujuan yang Anda pilih jelas dan realistis.

Dalam berinvestasi saham, Anda harus tetap realistis agar tidak menderita kerugian. Bagaimanapun juga, investasi saham membutuhkan uang. Jika uang Anda habis karena investasi yang ceroboh, tentu akan mengganggu kondisi keuangan secara keseluruhan.

Perhatikan Kondisi Keuangan

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Pastikan investasi Anda sesuai dengan kondisi keuangan. Jangan pernah memaksakan keuangan Anda untuk berinvestasi jika memang tidak sanggup. Ingat, sebaik-baiknya investasi adalah yang dilakukan dengan uang dingin alias uang yang tidak akan terpakai dalam jangka waktu dekat. Periksa keuangan Anda, apakah pengeluaran masih dalam batas aman atau justru sudah melampaui penghasilan? Jika demikian, sebaiknya tunda keinginan untuk berinvestasi.

Baca Juga: Manfaat Perencanaan Keuangan Pribadi untuk Keuangan yang Lebih Sehat

Gunakan Platform Sekuritas Tepercaya

Poin selanjutnya dalam belajar investasi saham adalah memilih platform yang tepat. Lakukan jual beli saham hanya di platform sekuritas tepercaya. Bagaimana cara memastikan kredibilitas suatu platform sekuritas saham? Anda bisa mengeceknya melalui website resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau bisa juga melalui situs yang dikelola oleh BEI. Hindarilah platform abu-abu yang belum terdaftar di OJK maupun BEI untuk memastikan keamanan dana investasi Anda.

Beli Saham Berkualitas Unggul

Biasanya, pemula akan kesulitan untuk memilih saham yang akan dibeli. Hal ini tak mengherankan sama sekali jika mengingat jumlah emiten saham yang amat banyak. Bahkan, beberapa emiten saham punya performa yang mirip sehingga makin sulit untuk dicermati.

Sedikit tips belajar investasi saham untuk pemula adalah pilihlah saham berkualitas unggul. Seperti apa saham yang unggul itu? Saham unggulan adalah emiten saham yang masuk dalam indeks LQ45. Mereka adalah saham dengan kapitalisasi besar dan performanya cenderung stabil sehingga tidak terlalu prediktif bagi pemula.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Saham Bluechip Sebelum Berinvestasi

Bagaimana, sudah siap untuk membeli emiten saham pertama Anda? Semoga tips belajar investasi saham untuk pemula ini bisa membantu. Jika masih merasa ragu, tidak ada salahnya untuk mencoba alternatif lain, yaitu menjadi Lender Ambassador Modalku.

Sebagai Lender Ambassador Modalku, Anda berkesempatan menjadi pendana untuk UMKM Indonesia. Jadi, selain berinvestasi, Anda juga berpartisipasi dalam mengembangkan perekonomian lokal. Mari kembangkan ekonomi Indonesia bersama Modalku!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia.

Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan