Strategi Bisnis yang Harus Anda Lakukan Bila Terjadi Resesi Ekonomi

Dampak pandemi COVID-19 memang begitu terasa dalam kehidupan. Pandemi mengubah keseharian masyarakat, dari yang mulanya work from office menjadi work from home, dari yang dekat menjadi berjarak. Kebiasaan-kebiasaan baru pun tumbuh, seperti keluar rumah dengan  mengenakan masker dan/atau face shield sebagai pelindung. Tentu, strategi bisnis pun harus mengalami penyesuaian.

Pandemi ini juga mempengaruhi kondisi ekonomi. Tercatat hingga pertengahan Agustus 2020, 14 negara di dunia telah mengalami resesi. Meski belum masuk ke dalam daftar, Indonesia diprediksi sudah berada di depan gerbang resesi. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan bila terjadi resesi ekonomi?

Nilai Kondisi Perusahaan Lewat Data

Tidak ada strategi yang lebih baik dari strategi yang disusun berdasarkan realita. Begitu pula saat harus menyusun strategi bisnis baru di era new normal. Untuk itu, sebelum menyusun strategi menghadapi resesi ekonomi, lihatlah data perusahaan yang Anda miliki. Nilai kondisi perusahaan Anda lewat data yang sudah ada. Cek kemungkinan-kemungkinan yang bisa diambil, mulai dari yang paling kecil hingga yang signifikan.

Periska efisiensi penawaran produk atau jasa yang Anda tawarkan. Apakah ada poin yang sebenarnya tidak perlu sehingga dapat dipangkas? Kemudian, cek juga jumlah sumber daya manusia di perusahaan Anda. Apakah jumlahnya sudah ideal atau justru over capacity? Hal terakhir adalah mencari tahu apa saja yang bisa diusahakan agar usaha Anda mampu bertahan.

Lakukan Perubahan Internal

Dari penilaian tersebut, Anda bisa melihat perubahan apa saja yang bisa dilakukan, terutama perubahan dalam segi internal perusahaan. Beberapa pertanyaan berikut bisa Anda jadikan patokan sebelum melakukan perubahan:

  • Apakah memungkinkan jika dua jobdesk dibebankan pada satu orang?
  • Apakah Anda mampu membayar gaji seluruh karyawan saat ini? Bila iya, bagaimana?
  • Adakah produk yang memiliki margin laba rendah? Sebaiknya dihilangkan atau justru dikembangkan?
  • Berapa tenaga kerja yang dibutuhkan untuk produksi barang A? Apakah efisien?

Pertanyaan-pertanyaan di atas akan membantu Anda untuk mengeliminasi beberapa elemen yang kurang menghasilkan laba di perusahaan. Cara ini juga efektif untuk merumuskan metode paling efisien dalam menghasilkan suatu produk atau jasa.

Anda mungkin juga akan menghadapi perubahan yang mungkin akan menyakitkan: perampingan perusahaan. Memutus hubungan kerja dengan karyawan jelas bukan hal yang ideal, namun jika memang harus dilakukan, sebaiknya Anda segera mengambil keputusan. Coba bersikap transparan dan jujur kepada karyawan tentang apa yang terjadi pada perusahaan. Dengan mengambil keputusan cepat, karyawan Anda pun bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Maksimalkan Aset yang Ada

Setelah melakukan perubahan, kini waktunye memaksimalkan aset yang ada di perusahaan, terutama pada sumber daya manusia. Bagaimanapun juga, SDM adalah penggerak utama perusahaan. Meski kuantitasnya tidak seberapa, namun jika kualitasnya memang unggulan, SDM adalah aset yang tak ternilai harganya.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan membentuk tim baru. Rancang tim-tim baru yang Anda rasa dapat bekerja secara efisien. Jika merasa butuh leader baru, jangan ragu untuk bertanya kepada karyawan Anda. Mereka adalah orang yang bekerja bersama, mereka pasti tahu mana yang memiliki potensi menjadi pemimpin.

Di masa resesi ekonomi, Anda juga sebaiknya selalu memasang telinga. Pastikan Anda selalu ada bagi perusahaan. Beri wadah bagi karyawan untuk memberikan feedback, baik itu bagi kinerja Anda maupun perusahaan.

Selalu Fokus pada Masa Depan

Strategi bisnis di era new normal seperti ini sangat berorientasi pada masa depan. Anda tidak bisa terlalu lama larut pada masa lalu. Fokuslah selalu pada masa depan perusahaan. Hindari menyesali kehilangan atau kerugian yang dialami perusahaan. Sebaliknya, segera cari solusi atas semua permasalahan yang timbul selama resesi ekonomi karena pandemi ini.

Anda juga sebaiknya membuat rencana jangka panjang. Jadikan kondisi saat ini sebagai waktu untuk membuat strategi jika menghadapi situasi serupa di masa depan. Lakukan pemeriksaan secara rutin. Manfaatkan data dan semua peluang yang ada untuk mengukur seberapa “sehat” perusahaan Anda. Dengan demikian, Anda bisa melakukan mitigasi dengan baik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti resesi.
Nah, itulah strategi bisnis yang dapat Anda terapkan jika terjadi resesi ekonomi di Indonesia. Hal yang terpenting adalah tetap fokus dan jangan panik. Bagi Anda yang membutuhkan modal usaha di era new normal ini, Modalku siap membantu. Sebagai peer-to-peer lending berbasis teknologi, Modalku memberikan kemudahan pendanaan bagi usaha Anda dalam wujud pinjaman online. Modalku, bersama membangun ekonomi Indonesia.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply