Mengapa Industri Kreatif Sangat Potensial?

Industri kreatif sedang menjadi primadona di Indonesia. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) mengatakan bahwa potensi usaha kreatif masih terbuka luas untuk para pelaku bisnis.

Tidak mengherankan kalau menurut data dari World Conference Creative Economy 2018, sektor industri kreatif Indonesia ternyata telah berhasil menyumbang Produk Domestic Bruto (PDB) hingga Rp 852 triliun. Jumlah ini setara dengan 7,3% dari total PDB Indonesia selama tiga tahun terakhir. Tidak hanya itu, industri kreatif juga menyumbang ekspor sebanyak 12,88% dari total ekspor nasional atau sekitar USD 19,4 miliar.

Kira-kira faktor apa saja yang membuat industri kreatif di Indonesia bisa begitu potensial dan menjanjikan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Lihat juga: “Ingin Usaha Mikro Anda Sukses, Coba Bisnis Kreatif!”

Pasar yang Dinamis

Sebagus apa pun kualitas suatu produk, hal tersebut akan percuma apabila tidak ada demand yang kuat dari pasar. Kabar baiknya, produk-produk dari usaha kreatif memiliki demand yang besar dari konsumen. Apalagi demografis di Indonesia cukup tinggi. Menurut Bappenas, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia diperkirakan mencapai 64% dari total jumlah penduduk. Sedangkan, total jumlah penduduk Indonesia diprediksi ada sebanyak 297 juta jiwa pada 2030-2040 nanti.

Di sisi lain, industri kreatif di Indonesia menawarkan produk-produk yang begitu beragam. Produk-produk ini telah dikategorikan dalam beberapa subsektor, yaitu: arsitektur; desain interior; desain produk; desain komunikasi visual; fotografi, animasi, dan video; kuliner; kriya; fashion; musik; penerbitan; periklanan; aplikasi dan game developer; televisi dan radio; seni pertunjukan, dan seni rupa. Setiap sektor ini tentu memiliki pasar sendiri sehingga memberikan pengaruh positif terhadap peluang usaha industri kreatif.

Media Sosial Jadi Pendukung

Pesatnya perkembangan teknologi memberi banyak kesempatan kepada berbagai pihak untuk mengembangkan diri, tidak terkecuali para pemilik usaha kreatif. Melalui media sosial, mereka mampu mempromosikan dan menjual produk-produk hasil kreativitas mereka secara lebih cepat dan efektif. Jangkauannya pun juga lebih luas karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Apalagi saat ini masyarakat cenderung memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan informasi suatu produk.

Pemilik usaha kreatif pun paham akan kondisi ini. Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat bahwa media sosial memang menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk promosi di internet. Persentasenya bahkan mencapai 53,72%, disusul oleh website sebanyak 28,25%. Dari total 8,2 juta perusahaan di bidang industri kreatif, sebanyak 63,8% pelaku usaha kreatif yang memanfaatkan internet ada di Pulau Jawa.

Lihat juga: “4 Cara Menjadi Influencer”

Dukungan Pemerintah

Tingginya pertumbuhan industri kreatif di Indonesia juga tidak terlepas dari peran dan dukungan pemerintah. Pemerintah bahkan membentuk Bekraf yang fokus mengurus bisnis di berbagai sektor-sektor kreatif. Dengan begini, regulasi terkait ekonomi kreatif pun bisa lebih jelas, tepat sasaran, dan tidak merugikan para pelaku di dalamnya. Demi menyusun regulasi yang tepat, Bekraf pun sempat mengadakan focus group discussion (FGD) di beberapa kota.

Sedangkan, dari sisi Kemenperin, pemerintah memiliki sepuluh strategi yang di dalamnya mencakup perbaikan supply chain dan environment demi memperlancar sistem operasional para pelaku usaha kreatif. Tidak ketinggalan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) sehingga para pelaku bisa meningkatkan kemampuan demi memperbesar peluang usaha.


Melihat peluang usahanya yang begitu potensial, bukan tidak mungkin industri kreatif Indonesia masih akan berkembang hingga tahun-tahun selanjutnya. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ikut mendukungnya. Langkah terkecil bisa dilakukan dengan membeli produk-produk kreatif buatan mereka. Jika memungkinkan, Anda juga bisa turut berinvestasi mengembangkan bisnis industri kreatif.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply