Seiring dengan berkembangnya skala PT atau CV yang dijalankan, tidak menutup kemungkinan Anda perlu merilis produk baru. Entah itu sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis atau memberi solusi yang lebih baik dari sebelumnya bagi konsumen. Namun, apapun alasannya, Anda perlu mengetahui tahapan pengembangan produk yang tepat agar keuntungannya lebih terjamin. Memangnya, apa saja yang perlu Anda lakukan? Yuk, temukan jawabannya di artikel ini!

1. Ketahui masalah yang ingin diselesaikan

Agar bisa mengembangkan produk yang tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen, tentunya Anda harus menentukan tujuan terlebih dahulu. Dengan kata lain, mulailah dengan mengetahui apa saja masalah yang ingin Anda selesaikan melalui produk baru Anda. 

Misalnya, kalau Anda mau meningkatkan kemudahan bagi target pasar konsumen individual dengan produk baru, fitur yang tersedia tentunya akan berbeda dengan produk yang dikembangkan untuk badan usaha.

2. Kumpulkan ide sebanyak mungkin

Jika Anda sudah mengetahui masalah yang ingin dipecahkan dengan pengembangan produk baru, sekaranglah saatnya Anda mulai mengumpulkan ide. Caranya, Anda bisa melakukan riset pasar, observasi di lingkungan sekitar, atau mendapatkan referensi dari kompetitor untuk dikembangkan dengan keunikan Anda sendiri agar tetap original.

Pada tahap ini, Anda sama sekali tidak perlu memilah-milah ide yang didapatkan. Berfokuslah pada mendapatkan ide sebanyak mungkin supaya Anda memiliki jumlah yang mencukupi untuk berjaga-jaga.

3. Saring ide-ide tersebut

Setelah mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya, Anda bisa mulai menyaring semua buah pemikiran tersebut. Lantas, bagaimana memilih ide-ide tersebut? 

Kuncinya, pastikan ide tersebut tetap sejalan dengan target pengembangan produk yang sudah ditetapkan di awal, visi misi perusahaan, serta branding dari bisnis Anda sendiri. Kemudian, tentukan apakah Anda bisa menjalankannya dengan anggaran, fasilitas, dan jumlah sumber daya manusia yang ada di perusahaan Anda saat ini. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan keuntungan tanpa mengorbankan kesehatan finansial.

4. Buat rencana produksi secara detail

Apakah Anda sudah menemukan satu ide yang pas dengan kondisi dan identitas perusahaan? Jika iya, Anda bisa maju ke tahap berikutnya dari proses pengembangan produk yang tidak kalah penting, yaitu pembuatan rencana produksi (production plan).

Poin-poin dalam rencana tersebut idealnya mencakup rincian bahan, dana, dan memerlukan waktu berapa lama untuk tahap perancangan, pengujian, serta formulasi ulang supaya konsumen bisa mendapatkan produk berkualitas.

5. Uji coba konsep secara berkala

Rencana produksi memang harus memperhitungkan waktu untuk pengujian konsep produk. Namun, sekali saja tidak cukup karena Anda harus melakukan testing secara berkala. Apa alasannya? 

Untuk mendapatkan validasi produk yang akurat, Anda perlu mendapatkan saran dari sebanyak mungkin orang. Misalnya, selain mendapatkan opini dari staf internal, Anda juga dapat melakukan pengujian dengan sampel dari target pasar serta ahli di bidang yang berkaitan dengan produk Anda.

6. Promosikan produk baru setelah rilis

Apabila Anda sudah meningkatkan konsep produk hingga memenuhi standar berdasarkan hasil validasi pengembangan produk, Anda bisa langsung meluncurkan produk tersebut ke pasaran. Tapi, sekadar merilisnya saja tidak menjamin konsumen untuk menemukan produk Anda. Jadi, pastikan Anda melakukan promosi dengan strategi yang tepat.

Semisal Anda ingin memasarkan produk kepada konsumen dari generasi muda, utamakanlah konten yang menarik dan sesuai minat mereka. Lalu, upload konten tersebut di platform media sosial yang sering mereka gunakan.

7. Awasi angka penjualan dan feedback konsumen

Promosi gencar-gencaran saja tidaklah cukup untuk menjamin kesuksesan pengembangan produk. Justru, masih ada tahap monitoring dan evaluasi yang tidak kalah penting karena di sinilah Anda bisa semakin mengembangkan konsep produk setelah merilisnya.

Dengan kata lain, Anda perlu memperhatikan angka penjualan dan komentar konsumen terkait lini produk tersebut. Untuk melakukannya, Anda bisa mengedarkan kuesioner, melakukan social listening melalui kolom komentar dan timeline media sosial, atau menggelar Focus Group Discussion lanjutan.

Mensukseskan pengembangan produk dari awal sampai akhir sangat berkaitan erat dengan riset mendalam dan peningkatan konsep secara berkelanjutan. Namun, tidak menutup kemungkinan semua proses tersebut akan membutuhkan banyak dana. Tapi, Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa mengandalkan layanan pendanaan khusus untuk PT dan CV dari Modalku.

Melalui Modalku, Anda dapat memperoleh bantuan berupa pendanaan kredit hingga Rp2 miliar berupa invoice financing & account payable financing, business term loan, APF PayLater, dan modal proyek dengan tenor hingga 12 bulan. Lebih praktisnya lagi, semua bantuan pendanaan tersebut tidak memerlukan agunan, dan Anda bisa mengaksesnya langsung jika usaha Anda berdomisili di Jabodetabek dan Surabaya. Pelajari keuntungan dan tahapan permohonan selengkapnya di sini!

Ajukan Modal Usaha