Menurut data dari Badan Pusat Statistik, 57 juta UKM di Indonesia pada tahun 2014 ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Tetapi jumlah tersebut rawan berkurang karena masalah klasik yaitu pendanaan masih menjadi momok tersendiri bagi para pelaku UKM. Khususnya para pelaku UKM yang masih baru, mereka mempunyai passion yang tinggi tetapi pengetahuan terhadap pengelolaan keuangan masih minim. Akibatnya para pelaku UKM baru ini malah lebih besar kemungkinannya untuk bangkrut. Sekarang kita akan membahas bagaimana sebenarnya masalah kurangnya pendanaan dan bagaimana mengatasinya.

Lembaga keuangan masih menjadi “dewa”

Bagi sebagian besar pelaku UKM baru maupun lama, lembaga keuangan masih menjadi “dewa”. Asumsi tersebut malah terlihat berbahaya karena mindset mereka tidak akan terbuka untuk mendapatkan alternatif pendanaan lain selain pinjaman dari bank. Padahal sejatinya banyak sekali alternatif selain meminjam melalui lembaga keuangan.

Jika membahas mengenai lembaga keuangan, tentu semua tahu bahwa prosedur sampai cara pengembalian dana pinjaman akan sangat rumit. Walaupun jumlah yang ditawarkan cukup besar, tetapi kebanyakan bank akan memberikan cara peminjaman yang lama dan berbelit. Apalagi mengingat sebagian besar pelaku UKM di Indonesia ini tidak memiliki keahlian yang bagus untuk membuat proposal.

Kurangnya pelaku UKM yang melek teknologi

Seperti dibahas di beberapa artikel di Modalku, sebenarnya ada banyak sekali alternatif pendanaan untuk pelaku UKM. Salah satunya adalah FinTech yang membuat solusi kepada para pelaku UKM untuk mendapatkan pendanaan. Peer-to-peer lending yang dimiliki oleh Modalku juga menjadi solusi alternatif pendanaan yang sangat menguntungkan.

Beberapa hal yang harus dimiliki adalah melek teknologi. Para pelaku UKM di Indonesia masih belum bersahabat dengan teknologi. Padahal FinTech di Indonesia akan sangat membantu para pelaku UKM mendapatkan pendanaan. Proses online yang dimiliki FinTech juga sebenarnya lebih user-friendly. Di sini peran pemerintah harus lebih aktif lagi untuk memperkenalkan teknologi kepada UKM.

Sosialisasi pengelolaan dana

Setelah membahas bagaimana cara mendapatkan alternatif pendanaan, akan sia-sia jika para pelaku UKM ini tidak bisa mengelola dana tersebut. Banyak sekali lembaga keuangan yang tidak memberikan sosialisasi pengelolaan dana setelah para pelaku UKM mendapatkan dana. Padahal pengelolaan dana ini adalah salah satu hal yang wajib dimengerti oleh semua pelaku UKM.

Itulah beberapa hal yang wajib diketahui oleh para pelaku UKM. FinTech di Indonesia yang sekarang sedang berkembang seharusnya bisa membantu pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya sektor UKM. Harapannya adalah di tahun 2017 ini, para pelaku UKM tidak hanya mengetahui banyaknya alternatif sumber pendanaan, tetapi juga mengetahui bagaimana mengelola dana dengan benar.