Peran PPIC dalam Perusahaan dan Penjualan Produk

Perusahaan besar memiliki banyak divisi untuk keberlangsungan proses produksinya. Salah satunya adalah PPIC dalam perusahaan yang bergerak di bidang retail, manufaktur, dan sebagainya. Secara umum, PPIC ini merupakan akronim dari Production Planning and Inventory Control.

Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang yang bekerja di bidang PPIC memiliki tugas yang cukup kompleks, mulai dari mempersiapkan proses produksi manufaktur hingga mengelola bahan baku sampai menjadi produk yang siap digunakan. Berikut peran PPIC yang perlu Anda ketahui untuk meningkatkan penjualan produk.

Memperbaharui Produk Sesuai Analisis Penjualan

Tugas  dan peran PPIC dalam perusahaan selanjutnya ialah melakukan pembaruan data produk sesuai dengan hasil analisis divisi penjualan. PPIC mendapatkan data dari penjualan dan nantinya data itu bisa dikembangkan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran. Dari situ pula dapat direncanakan proses produksi selanjutnya. Dengan begitu, kualitas produk menjadi semakin terjamin.

Lebih lanjut: Inilah Cara Menganalisis Situasi Pasar Untuk Bisnis Optimal

Memastikan Tidak Kekurangan Bahan Mentah

Bagi sebuah perusahaan, terutama yang berfokus pada produksi barang, maka keberadaan bahan mentah menjadi kunci produksi yang lancar. Di sini, seorang PPIC dalam perusahaan memiliki tugas untuk menghitung material dan bahan baku yang diperlukan. Dimulai dari berapa anggaran yang dibutuhkan sampai berapa banyak bahan baku yang perlu disediakan.

PPIC juga bertugas untuk memastikan bahan baku tidak kurang dan semua keperluan produksi terpenuhi dengan baik. Sebab, ketika perusahaan mengalami kekurangan bahan baku, maka proses produksi pun menjadi terhambat. Sehingga, distribusi hingga ke tangan konsumen juga mengalami keterlambatan. Dengan demikian, PPIC dapat menyiapkan produk dengan tepat waktu.

Anda mungkin tertarik: 5 Tips Memeriksa Stok Barang untuk Pedagang Online

Memantau Quality Control

Tugas lain dari seorang PPIC dalam perusahaan adalah memastikan kualitas produk. Tugas ini sangat penting sebelum produk atau barang dikirimkan kepada distributor hingga pelanggan. Pemeriksaan kualitas produk dilakukan dengan cara yang teliti dan akurat. Tujuannya agar kualitasnya semakin terjamin.

Bayangkan saja jika proses pemeriksaan kualitas produk dilakukan secara sembarangan dan tidak jeli. Mungkin saja ada produk rusak atau cacat yang lolos sampai di tangan konsumen. Pada akhirnya, konsumen pun merasa kecewa dan tidak menggunakan produk brand Anda lagi. Itu artinya, pelanggan potensial Anda pergi dan bisa menurunkan keuntungan.

Pada saat melakukan pemantauan kualitas produksi, staff PPIC bekerjasama dengan divisi Quality Control. Mereka melakukan penyortiran terhadap mana produk yang layak dijual di pasaran dan mana produk yang dinilai tak layak. Misalnya mengalami kerusakan kemasan, maupun kerusakan pada isi. Barang yang sudah disortir tersebut kemudian dicatat sebagai laporan kepada perusahaan.

Manfaat dari PPIC dalam Perusahaan

Tidak hanya berperan penting dalam penjualan produk saja, keberadaan PPIC dalam perusahaan pun banyak memiliki manfaat bagi kepuasan pelanggan. Bila ditarik secara garis besar, maka ada beberapa manfaat PPIC ini di antaranya yakni:

  • Penggunaan mesin maupun peralatan di sebuah perusahaan dapat digunakan dengan baik dan optimal.
  • Departemen penjualan maupun pemasaran akan terbantu dengan keberadaan manajer PPIC dengan mengetahui laporan maupun data inventaris secara akurat.
  • Kerugian perusahaan dapat diminimalisir dengan baik, sehingga jika terjadi kerugian di kemudian hari, dapat diantisipasi dengan langkah dan strategi yang tepat.

Perencanaan Tugas yang Baik Oleh PPIC Manager

Dalam sebuah perusahaan, tugas dan tanggung jawab divisi maupun perorangan harus diselesaikan dengan baik agar mampu mencapai target perusahaan. Guna melaksanakannya, PPIC dalam sebuah perusahaan perlu memiliki perencanaan tugas yang baik dan strategi yang matang. khususnya bagi para PPIC manager. Agar tidak salah langkah, maka ada beberapa strategi yang dapat diterapkan seperti:

  • Membuat rencana penjualan yang jelas untuk mencapai target keuntungan yang akan diraih dan bagaimana cara menjual produk kepada pelanggan dengan strategi yang tepat.
  • Membuat keseimbangan antara sumber daya yang ada dengan barang yang dihasilkan. Misalnya, mengenai kapasitas dan kemampuan produksi dari mesin produksi agar tidak overload dan menghindari kerusakan maupun kerugian.
  • Membuat batasan-batasan tentang penyimpanan maupun produksi secara minimum dan maksimum.

Di era seperti sekarang ini, tugas PPIC dalam perusahaan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya platform digital yang bisa mencatat data inventaris secara otomatis dan meminimalisir risiko human error serta kerugian materiil. Selain itu, tentunya juga membuat tugas seorang PPIC lebih ringan dan memudahkan koordinasi antar divisi.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKMĀ di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply