Strategi Alokasi Modal Usaha Online untuk Memaksimalkan Keuntungan

Ingin usaha bisa berumur panjang? Salah satu pendukungnya adalah kemampuan modal. Memang modal tak selalu diartikan dengan uang. Mental pun harus disiapkan. Untuk bisa memulai bisnis, modal mutlak diperlukan. Berbeda dengan bisnis offline, modal usaha online bisa ditekan dengan budget lebih rendah karena tak membutuhkan kehadiran toko fisik. 

Kendati begitu, supaya usaha bisa berjalan lancar dan berkembang, Anda harus pintar-pintar menetapkan alokasi modal. Berikut 4 tips mengelola modal usaha supaya bisa lebih efektif dan efisien. 

Prioritaskan Biaya Sarana Bisnis Online

Sarana maupun prasarana bisnis harus jadi prioritas budget ketika Anda memutuskan terjun ke bisnis online. Anda bisa memulainya dengan membuat daftar barang yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis.

Prioritas Anda adalah mempersiapkan sarana dan prasarana pokok. Tujuannya agar usaha bisa berjalan terlebih dahulu. Sembari bisnis sudah berjalan, Anda bisa melengkapi sarana pendukung yang dibutuhkan. Strategi ini juga dilakukan untuk menyiasati keterbatasan modal. Dengan membeli sarana pokok terlebih dahulu, barang-barang pendukung bisa dicicil kemudian. 

Syukur-syukur bisnis Anda sudah menghasilkan keuntungan, sehingga perputaran uangnya bisa dipakai untuk menambah modal usaha online. Di tahap rintisan ini, Anda juga harus sudah membuat laporan keuangan agar semua pengeluaran modal bisa tercatat dengan baik.

Lihat juga: “5 Bisnis Online yang Punya Peluang Menjanjikan”

Budget Administrasi dan Perizinan Usaha

Untuk memulai suatu usaha atau bisnis, Anda perlu mengurus perizinan agar usaha yang ditekuni memiliki keberlangsungan jangka panjang karena sudah jelas legalitasnya. Meski bisnis terbilang kecil, jangan abaikan urusan administrasi ini. Pastikan Anda sudah mengurus semua kelengkapan surat-surat yang mendukung izin usaha. Nah di sini perlunya mengalokasikan modal awal untuk membereskan seluruh izin.

Mengurus perizinan saat ini juga semakin mudah dilakukan. Beberapa pemerintah daerah saat ini melayani permohonan perizinan yang dilakukan di kantor pelayanan satu atap, bahkan sebagian bisa diurus secara online sehingga tak perlu banyak wara-wiri mengurusnya.

Beberapa izin untuk usaha mikro dan kecil antara lain NPWP hingga IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil) yang bisa diurus lewat sistem online single submission (OSS), lalu izin gangguan atau HO.

Selain itu, Anda juga perlu mengurus pajak bisnis online. Ingin tahu caranya, klik di sini!

Modal Usaha Online untuk Biaya Operasional

Modal usaha online yang harus disiapkan selanjutnya adalah biaya operasional. Sesuai namanya, modal usaha ini dipergunakan untuk biaya operasional usaha. Modal operasional antara lain mencakup gaji karyawan, biaya listrik dan air, biaya telepon, dan pengeluaran lainnya yang sifatnya untuk operasional bisnis. 

Biaya operasional bisa dibilang biaya yang paling rutin dikeluarkan. Anda harus mengkalkulasi berapa biaya operasional yang dikeluarkan dalam periode tertentu. Sebaiknya, catat semua pengeluaran dengan rapi pengeluaran dari alokasi modal operasional dalam laporan keuangan secara berkala. Selanjutnya yang tak kalah penting, siapkan pengeluaran untuk membeli stok barang sebagai modal usaha online.

Selain itu, modal promosi juga bisa dimasukkan dalam biaya operasional. Jika semua kebutuhan operasional sudah tercatat, Anda bisa memulai membuat analisis kebutuhan modal setiap bulannya. Namun, besaran modal operasional biasanya sangat fleksibel karena bisa jadi pengeluarannya lebih besar atau bisa jadi lebih hemat. Ini wajar, mengingat kebutuhan operasional itu cenderung menyesuaikan dan bisa dievaluasi setiap saat. 

Sisihkan Dana Darurat

Dana darurat atau dana cadangan ini sangat penting dalam perencanaan modal usaha online. Dana ini dipersiapkan sebagai langkah berjaga-jaga untuk pengeluaran yang tak terduga. Bayangkan jika tidak ada dana darurat, tiba-tiba muncul pengeluaran yang tidak terduga seperti misalnya kenaikan bahan baku atau ada peralatan yang tiba-tiba rusak, sehingga terpaksa harus membeli baru saat arus kas sedang seret. 

Selain itu, bisnis yang baru dirintis cenderung masih rentan karena omset penjualan belum stabil. Apabila dalam kondisi terburuknya bisnis terganggu seperti penjualan yang tak sesuai harapan, bisa jadi hasil penjualan tak cukup untuk menutup biaya operasional seperti gaji pegawai dan tagihan listrik. Dana cadangan bisa membantu bisnis bisa tetap bertahan hingga situasi kembali normal.

Terkadang, alokasi modal usaha seringkali tak mencukupi jika hanya mengandalkan modal sendiri. Anda bisa mempertimbangkan mencari sumber pinjaman yang relatif mudah, salah satunya pinjaman online seperti yang disediakan Modalku. Pinjaman aman dan dana cepat cair, Anda hanya perlu jaringan internet untuk mengajukan pinjaman modal usaha online Anda. 

[maxbutton name=”Strategi Alokasi Modal Usaha”


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply