Cara Kerja Bisnis Jastip yang Menguntungkan

Bisnis jastip atau jasa titip adalah salah satu ide bisnis baru di mana penjual meraup keuntungan dengan menjual kembali produk-produk luar negeri yang sudah dipesan sebelumnya oleh pembeli. Prosesnya tidak rumit, bahkan cenderung mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Berikut ini rentetan cara kerja bisnis jastip yang bisa Anda coba.

Punya Target Pasar yang Spesifik

Sebelum memulai bisnis jastip, Anda perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu untuk bisa mengetahui jenis produk seperti apa yang sedang booming dan tidak dijual bebas di Indonesia. Penting sekali bagi pemilik bisnis jastip untuk betul-betul bisa menemukan jenis barang yang langka dan digandrungi banyak orang. Selain itu, Anda pun perlu mencocokkan riset pasar ini dengan negara tujuan yang akan Anda kunjungi.

Misalnya Anda ingin berkunjung ke Korea Selatan atau memiliki partner bisnis jastip yang menetap di sana. Maka, Anda bisa mencari tahu barang-barang apa saja yang paling sering dibeli oleh turis Indonesia ketika berkunjung ke sana. Contohnya seperti produk kecantikan, album boyband atau girlband, serta snack khas Korea Selatan.

Dengan memiliki target pasar yang spesifik, tentunya akan semakin memperluas peluang bisnis jastip Anda dalam meraup keuntungan. Terlebih bila Anda ingin menjadikan bisnis jastip sebagai bisnis yang berkelanjutan, maka para pembeli pun tidak akan segan untuk tetap loyal membeli produk dari bisnis jastip Anda.

Gencar Promosi

Setelah memiliki target pasar yang spesifik, Anda bisa lebih fokus melakukan promosi. Kegiatan promosi yang tanpa arah serta tidak memiliki target audience malah akan berujung pada kerugian. Biasanya juga ada sejumlah komunitas yang memang tertarik dengan produk-produk luar negeri yang tidak dijual di Indonesia. Sehingga, bila Anda berhasil melakukan promosi ke komunitas tersebut, bisa dipastikan bisnis jastip Anda akan di-share ke calon pembeli lainnya.

Cara termudah untuk melakukan promosi bisnis jastip adalah dengan memanfaatkan media sosial. Umumnya, bisnis jastip ini seringkali berseliweran di Instagram dengan mengunggah foto yang mencantumkan beberapa hashtag sekaligus. Namun, tidak jarang juga bisnis jastip dipromosikan via aplikasi messanger seperti WhatsApp dan LINE.

Apapun itu platform yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda sudah mencantumkan informasi seperti produk yang dijual, harga yang ditawarkan, serta contact person jikalau ada calon pembeli yang ingin bertanya lebih lanjut. 

Sistem Pembayaran harus Ditentukan dari Awal

Dikarenakan bisnis jastip tergolong sebagai ide bisnis baru, maka tidak heran kalau masih banyak bisnis jastip yang belum mengimplementasikan sistem pembayaran yang efektif. Banyak kasus bisnis jastip yang tiba-tiba menghilang begitu saja, padahal barang belum sampai ke tangan pembeli. Begitu juga sebaliknya, ada pembeli yang tidak mau membayar karena berbagai alasan sepele.

Anda bebas memilih sistem pembayaran yang paling sesuai dengan kemampuan Anda. Sangat disarankan untuk menerapkan sistem pembayaran dengan uang di muka, yakni 50% harga dibayar sebelum produk dibeli dan sisa 50% akan dibayarkan setelah produk dikirim. Bisa juga Anda menerapkan sistem pembayaran di mana pembeli membayar penuh harga asli dari barang tersebut dan membayarkan uang jastip setelah produk dikirim.

Harga Kompetitif

Hal terpenting dalam merintis bisnis jastip adalah integritas. Sebagai pemilik bisnis jastip, Anda harus bersikap transparan terhadap para pembeli dengan memberitahu harga asli dari produk tersebut. Ini karena pembeli pun biasanya sudah melakukan riset dan tahu betul harga asli dari produk yang akan dibeli. Dengan begitu, pembeli pun jadi yakin bahwa Anda merupakan penjual yang jujur.

Produk yang dibeli dari bisnis jastip sudah pasti lebih mahal daripada harga aslinya karena ada tambahan biaya jastip. Sesuaikan saja biaya jastip yang akan Anda charge ke pembeli, hitung berdasarkan biaya transportasi dan biaya logistik yang Anda keluarkan. Akan tetapi, jangan sampai harga yang Anda berikan ini terlampau mahal!

Apabila Anda tertarik untuk merintis bisnis jastip, yuk terapkan tips-tips yang sudah dijabarkan di atas. Ide bisnis baru ini memang terlihat mudah, namun sebetulnya juga membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk mampu menutup biaya pembelian produk-produk luar negeri ini. Untuk memulai bisnis jastip, Anda bisa mengajukan pinjaman online dari Modalku. Prosesnya cepat dan aman, dana pun bisa langsung dicairkan dalam hitungan jam saja!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply