Meskipun ada 57 juta UMKM di Indonesia, kontribusi UMKM tanah air terhadap pasar ekspor nasional terendah di ASEAN. Ini menunjukkan bahwa UKM Indonesia ragu untuk ekspor. Mengapa? Kendala ekspor memang banyak. Belum tentu manajemen UKM mampu. Belum tentu kualitas ataupun kuantitas produk cukup kuat untuk diekspor. Ada pula masalah bahasa, budaya, dan regulasi di pasar baru. Strategi bisnis dan pemasaran mungkin perlu diganti dan UKM belum tentu memiliki sumber daya cukup untuk eksplorasi pasar baru.

Padahal mengekspor produk unggulan memiliki berbagai keunggulan. Tentunya kita meningkatkan volume penjualan. Di bulan Juli 2017, pengguna Internet dunia mendekati 3,7 miliar orang. Bayangkan bila Anda menjual produk Anda secara e-commerce! Kita dapat mengekspansi bisnis. Bila keadaan ekonomi Indonesia sedang lesu, Anda tetap dapat mengambil keuntungan dari pasar internasional.

Apabila Anda merasa bahwa UKM Anda siap mengekspor, simaklah tips-tips di bawah ini:

  1. Cek produk Anda: apakah produk unggulan Anda, baik barang ataupun jasa, memiliki potensi ekspor internasional? Apakah Anda siap meningkatkan kapasitas produksi?
  2. Cek keuangan Anda. Apakah keuangan cukup sehat untuk menyiapkan proses ekspor?
  3. Sisi pemasaran. Carilah sisi unik produk unggulan Anda yang dapat dijual di pasar internasional.
  4. Bersiaplah menjadi fleksibel. Banyak pasar yang membutuhkan strategi bisnis yang berbeda dari strategi lokal. Jangan lupa riset sedalam mungkin!
  5. Bila Anda memiliki sumber daya yang cukup, bangunlah tim ekspor yang mengurus perbedaan bahasa, budaya, dan regulasi. Bila Anda ragu dengan perbedaan bahasa, mungkin ada baiknya Anda memilih negara ekspor yang memiliki rumpun bahasa yang sama atau negara yang berbahasa Inggris.
  6. Networking, networking, networking. Carilah kontak pihak yang ingin membantu UKM. Carilah kontak pihak yang akan mendukung proyek Anda. Mungkin Anda juga dapat bekerja sama dengan bisnis lain untuk mengekspor bersama agar level risiko turun. Rencanakan perjalanan ke negara target ekspor untuk survei dan berkenalan dengan kontak negara tersebut.
  7. Demokratisasi teknologi membuka kesempatan menjual produk secara online atau melakukan aktivitas digital marketing. Meeting tak perlu dilakukan face to face. Pembayaran pun bisa digital.

    Ada banyak data menarik tentang penggunaan Internet. Coba cek negara dengan kecepatan Internet tercepat, search engine dan social media platform mana yang paling banyak dipakai negara target ekspor, jumlah persentase rakyat suatu negara yang online, ukuran pasar online, dsb.

    Contoh data yang dapat membantu Anda: Korea Selatan memiliki kecepatan Internet paling tinggi, sehingga populasi di negara ini paling mudah membeli secara online. Australia adalah negara dengan persentasi online terbesar, sehingga pasar digitalnya juga memiliki target terbesar. Selain itu, bahasa pengantar Australia adalah Inggris.

  8. Gunakan program yang disediakan pemerintah untuk membantu Anda mengecek kelayakan UKM Anda mulai ekspor, meriset pasar baru, dan membantu Anda berhubungan dengan pasar baru. Kementerian Perdagangan memiliki kantor perwakilan perdagangan di luar negeri seperti ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan Atase Perdagangan (Atdag) di berbagai negara di tiap benua. Coba mengontak mereka.

Kunci kampanye ekspor yang sukses adalah: cek kapasitas, riset, persiapan dan perencanaan, serta evaluasi. Semoga Anda berhasil!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.