Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Gaji Kecil

Masa-masa mendekati tanggal tua selalu ditakuti oleh setiap orang. Hal ini karena uang yang mereka miliki semakin menipis, malah hampir tidak ada sama sekali. Padahal, ini bukanlah kondisi ekonomi yang bisa dianggap enteng. Gaya hidup paycheck to paycheck ini bisa diatasi dengan cara mengatur keuangan keluarga yang efektif.

Anda tidak perlu khawatir lagi gaji Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Coba lakukan 4 cara berikut untuk mengatur keuangan keluarga Anda.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita belajar mengatur keuangan baby boomers di artikel ini:
“Belajar Cara Mengatur Keuangan ala Baby Boomers”

Evaluasi Pengeluaran Harian dan Bulanan

Jika Anda merasa semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bisa jadi masalahnya bukan hanya disebabkan karena gaji kecil. Kemungkinan besar ada yang salah dari cara mengatur keuangan keluarga yang selama ini Anda lakukan. Coba evaluasi kembali daftar pengeluaran setiap harinya. Perhatikan apakah ada jenis pengeluaran yang bisa ditekan atau bahkan dieliminasi.

Misalnya, Anda memiliki tagihan internet dan tv kabel yang cukup besar. Solusi yang bisa Anda ambil adalah memotong layanan tv kabel atau memilih provider baru dengan tarif yang lebih rendah. Kemudian, Anda perlu membaginya menjadi beberapa kategori berbeda. Dari sini, Anda bisa melihat dengan jelas mana yang harus diprioritaskan dan tidak bisa diubah, serta pengeluaran mana yang sebetulnya tidak begitu diperlukan dan bisa ditekan.

Buat Anggaran Ketat

Setelah akhirnya Anda mengevaluasi pengeluaran, Anda perlu mengatur keuangan keluarga dengan membuat anggaran belanja yang ketat. Artinya adalah sifatnya tidak boleh diganggu gugat, harga barang yang dibeli harus sesuai atau di bawah anggaran yang sudah dibuat. Dengan begitu, Anda jadi tidak lapar mata dan membeli barang-barang mahal di luar keperluan sehari-hari.

Mengatur anggaran hingga menyusun rencana keuangan merupakan kunci kebahagiaan rumah tangga. Ingin tahu alasannya? Klik di sini!

Mulai dari mencatat dan membayar segala tagihan per bulan. Lalu, tuliskan daftar belanjaan beserta anggarannya. Bawa daftar tersebut setiap kali Anda pergi berbelanja di pasar atau toko lain. Jangan lupa untuk memanfaatkan promosi, diskon, atau cashback. Tentu saja ini akan membantu Anda dalam menekan pengeluaran. Cek juga produk-produk yang ingin Anda beli di merchant online, biasanya dijual dengan harga lebih murah dan terdapat berbagai voucher menggiurkan.

Hindari Kebiasaan Konsumtif

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia memiliki berbagai kebutuhan. Mulai dari yang paling dasar seperti makanan hingga yang sifatnya tersier seperti pakaian. Menjadi hal yang lumrah bila Anda sekali-kali ingin memanjakan diri dan membeli barang-barang yang bisa membuat tampilan Anda semakin menarik. Tetapi, jangan sampai gaya hidup Anda tidak sesuai dengan kondisi finansial, saatnya untuk mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik lagi.

Maka dari itu, hindarilah kebiasaan konsumtif. Daripada delivery makanan dari restoran, Anda bisa coba memasak makanan sendiri di rumah. Pasalnya, makanan yang dijual di restoran bisa 4 kali lebih mahal. Barang-barang seperti furniture, elektronik, dan mobil kini bisa didapatkan dengan membeli versi bekasnya yang masih layak pakai. Bahkan, sekarang ini semakin populer tren membeli pakaian branded bekas di pasar-pasar loak.

Anda akan kaget betapa banyak uang yang tersisa jika Anda menghilangkan kebiasaan konsumtif ini. Sisa uang ini bisa Anda alokasikan menjadi tabungan, contohnya tabungan untuk membeli rumah, tabungan dana pensiun, atau tabungan dana darurat.

Cari Usaha Sampingan

Masalah gaji kecil ini memang sulit untuk diatasi. Promosi jabatan juga bukanlah sesuatu yang bisa dipastikan. Anda tidak perlu buru-buru mencari pekerjaan baru dengan gaji yang lebih tinggi, mungkin ini momen yang tepat untuk memulai usaha kecil sampingan. Memang dibutuhkan rencana dan persiapan matang untuk bisa memulai usaha baru, tetapi bukanlah hal mustahil.

Pertama-tama, pikirkan dulu jenis usaha kecil yang ingin dirintis. Apakah Anda akan terjun di industri F&B, industri retail, atau malah membuka toko online? Sesuaikan dengan besar modal yang Anda miliki serta kemampuan Anda. Kemudian, carilah supplier atau vendor yang bisa diajak bekerja sama.

Lihat juga: “Mengumpulkan Aset dengan Memulai Bisnis Sampingan”

Jika Anda masih kesulitan untuk mengumpulkan modal, Anda bisa beralih ke P2P lending Modalku yang menawarkan pinjaman modal usaha tanpa agunan. Lengkap dengan suku bunga terjangkau, prosesnya juga cepat dan muda. Semua bisa dilakukan hanya dari smartphone atau komputer Anda, di mana saja dan kapan saja.

Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply