Tips Mendapatkan Dana Crowdfunding

Crowdfunding adalah suatu model pendanaan di mana dana yang Anda butuhkan dikumpulkan dari masyarakat atau siapa pun yang tertarik dengan proyek Anda. Tidak semua proyek crowdfunding berhasil dieksekusi, bahkan ada yang terbengkalai karena tidak mencapai target dana yang ditetapkan. Padahal, sistem crowdfunding memudahkan para inovator untuk terus menciptakan proyek-proyek kreatif. Lalu, bagaimana cara mendapatkan dana crowdfunding?

Menciptakan Proyek yang Relevan

Orang-orang membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Hal ini juga berlaku dalam crowdfunding. Anda akan kesusahan mengumpulkan dana apabila proyek yang Anda jalankan tidak menjawab kebutuhan konsumen. Ciptakan proyek atau produk yang mampu menyelesaikan masalah mereka. Ingatlah bahwa Anda masih harus mengomunikasikan proyek Anda kepada para calon pendukung crowdfunding. Carilah insight dari masalah yang Anda temui sehari-hari karena jika Anda merasakannya, maka kemungkinan besar orang lain juga menghadapi masalah yang sama.

Target Pendanaan yang Realistis

Melalui crowdfunding, Anda memang bebas memasang target dana yang ingin dicapai, tetapi sebaiknya jangan memasang jumlah yang terlalu besar. Di Kickstarter misalnya, banyak orang memasang target pendanaan dengan jumlah yang cenderung tidak realistis, mulai dari US$10,000 hingga US$100,000.

Padahal, Kickstarter pernah mengungkapkan bahwa dari seluruh proyek yang ada di platform mereka, hanya 55,8% di antaranya yang sukses. Sebanyak 48,95% dari proyek yang sukses tersebut pun memasang target pendanaan kurang dari US$20,000, sedangkan 41,18% di antaranya memasang target di bawah US$ 10,000. Artinya, proyek dengan target lebih dari US$10,000 memiliki peluang relatif lebih kecil untuk memperoleh pendanaan. Aplikasikan prinsip yang sama saat meluncurkan proyek crowdfunding di Indonesia. Jangan mematok target yang terlalu tinggi.

Berikan Perhargaan untuk Pemberi Dukungan Pertama

Begitu mendapat pendanaan dari pendukung pertama, jangan lupa untuk segera memberikan reward kepadanya. Hal ini merupakan penghargaan tersendiri bagi pendukung tersebut sekaligus bentuk terima kasih Anda karena ia telah percaya pada proyek yang Anda ciptakan. Selain itu, Anda juga bisa meminta feedback terkait dengan proyek Anda. Dengan menyebarluaskan feedback dari pendukung pertama, secara tidak langsung Anda akan menggugah dan mendorong orang lain untuk turut berpartisipasi dalam proyek Anda.

Jangan Hanya Mengandalkan Dana Crowdfunding

Meski memiliki peluang bagus untuk mendapatkan dana melalui crowdfunding, jangan menjadikannya sebagai satu-satunya sumber pendanaan. Sebaiknya, Anda dan tim terlebih dulu menyiapkan dana awal sebelum memasarkan proyek crowdfunding yang dijalankan. Dana ini bisa Anda gunakan untuk berbagai keperluan, seperti misalnya menyewa kantor. Dengan begitu, proyek Anda juga tidak akan sepenuhnya berhenti karena harus menunggu masuknya dana dari crowdfunding.

Ungkapkan Cerita di Balik Proyek

Proyek yang dikampanyekan bukanlah satu-satunya daya tarik crowdfunding. Agar bisa mencapai target dana yang ditentukan, Anda harus menarik minat para calon pendukung. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan, salah satunya dengan memaparkan cerita di balik pembuatan proyek crowdfunding. Utarakan alasan mengapa Anda mengadakan proyek tersebut dan bagaimana proyek Anda bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat. Bukannya Anda tidak boleh memaparkan detail dari proyek, tetapi jangan melupakan unsur sosial yang dapat menjadi daya tarik tambahan sehingga calon pendukung tidak ragu memberikan dana dan dukungan mereka.

Beri Apresiasi pada Para Pendukung

Setelah berhasil mengumpulkan dana melalui crowdfunding hingga mencapai target, jangan lupa untuk memberikan apresiasi. Tidak perlu dilakukan secara mewah, apresiasi bisa diberikan melalui ucapan terima kasih melalui komunikasi personal atau media sosial. Jika ada budget lebih, tidak ada salahnya untuk mengirimkan suvenir kepada para pendukung. Yang tidak kalah penting, selalu pertimbangkan feedback yang diberikan oleh mereka. Nilainya tidak kalah berharga dari dana yang diberikan.


Itulah beberapa cara mendapatkan target dana crowdfunding yang bisa Anda terapkan. Manfaatkan pula berbagai platform media sosial untuk menyebarluaskan kampanye proyek crowdfunding Anda. Semakin luas jangkauannya, semakin tinggi kemungkinan untuk memenuhi target pendanaan yang ingin dicapai. Semoga berhasil!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply