Menjalankan bisnis pastinya identik dengan kompetisi yang sengit. Sebagai gambaran, menurut data dari Kemenkop UKM yang terbit di UKM Indonesia, sudah ada 8,71 juta unit UMKM yang terdaftar di media perizinan OSS pemerintah. Jika digabungkan dengan jumlah UMKM di seluruh Indonesia yang belum terdaftar di website tersebut, jumlahnya pasti akan lebih banyak. Jadi, agar bisnis tetap kompetitif, Anda perlu tahu cara menghadapi persaingan ini dengan riset kompetitor secara mendalam.
Apa Itu Riset Kompetitor?
Pada dasarnya, riset kompetitor adalah proses untuk mengidentifikasi apa saja kelebihan dan kekurangan dari bisnis pesaing jika dibandingkan dengan usaha Anda sendiri. Aspek ini bisa mencakup berbagai hal, mulai dari kualitas produk atau jasa, strategi promosi, hingga kesehatan finansial berdasarkan laporan tertulis. Dengan demikian, Anda bisa mengambil langkah yang tepat agar bisnis sendiri mampu mengungguli kompetitor.
Manfaat Riset Kompetitor
Melakukan riset kompetitor akan sangat menguntungkan bisnis Anda dari berbagai segi. Dengan mengetahui pesaing melakukan apa saja yang berhasil, Anda dapat mengetahui kebutuhan dan selera pelanggan secara lebih mendalam. Hasilnya, Anda pun bisa membuat strategi promosi dan operasional yang lebih baik dari sebelumnya.
Pada akhirnya, peningkatan pada kualitas, layanan, dan pemasaran ini akan memperkuat posisi brand Anda di pasar sehingga pembeli lebih mudah mengenali Anda. Sebab, semakin banyak orang yang mengenal bisnis Anda, semakin besar pula peluang Anda menambah pemasukan.
Cara Efektif Melakukan Riset Kompetitor
Ingin melakukan riset kompetitor dari sekarang? Anda bisa menerapkan kelima cara efektif ini agar semakin untung:
1. Kenali seluk-beluk bisnis sendiri dulu
Langkah pertama dan yang terpenting dalam melakukan riset kompetitor adalah dengan memulai dari bisnis Anda sendiri terlebih dahulu. Pertama, ketahui apa saja yang membuat bisnis Anda unik serta core values yang menjadi panduan untuk menjalankan usaha.
Alasannya, terlalu berfokus pada upaya mengungguli pesaing dengan segala cara bisa menurunkan kepercayaan pembeli terhadap brand Anda. Dengan kata lain, hal tersebut menunjukkan kurangnya konsistensi antara identitas dengan tindakan.
2. Tetapkan tujuan dan metode riset
Karena riset kompetitor bisa mencakup banyak hal, Anda perlu menentukan tujuan yang spesifik agar tidak salah arah. Misalnya, riset yang bertujuan untuk mempelajari rahasia di balik engagement media sosial kompetitor pastinya berbeda dengan riset untuk mengulik strategi efisiensi operasional dari segi informasi yang diperlukan.
Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi metode analisis yang harus Anda gunakan, entah melalui pengamatan terhadap kolom komentar di media sosial atau dengan mempelajari hasil laporan bisnis.
3. Ketahui siapa saja pesaing Anda
Tanpa mengetahui siapa saja yang bersaing dengan Anda, tentunya Anda tidak akan bisa melakukan riset kompetitor. Maka dari itu, jangan lupa untuk mengidentifikasi pesaing yang bergerak di satu bidang industri dengan Anda.
Contohnya, kalau Anda menjalankan usaha skin care remaja, tentunya Anda hanya perlu menganalisis brand lain yang menawarkan produk serupa. Untuk mengetahui siapa saja mereka, Anda dapat melakukan pencarian kata kunci di internet. Selama meriset pesaing Anda, Anda perlu berfokus pada apa saja umpan balik dari pelanggan Anda.
4. Bandingkan hasil analisis dengan kondisi bisnis
Bandingkan kelebihan dan kekurangan mereka dari segi aspek yang mau diteliti. Jika sudah, barulah Anda bisa membandingkan hasil pembelajaran tersebut dengan keadaan bisnis Anda saat ini.
Mungkin saja, Anda menemukan bahwa taktik marketing dari brand kompetitor bisa menghasilkan engagement lebih tinggi karena mereka mampu memanfaatkan tren viral terkini. Nah, Anda bisa mempertimbangkan untuk menerapkan strategi serupa.
5. Implementasikan hasil dan lakukan evaluasi
Terakhir, jika Anda telah menemukan apa saja yang perlu ditingkatkan dari bisnis Anda berdasarkan hasil riset kompetitor, Anda dapat langsung membuat strategi untuk menerapkannya. Penerapan yang efektif di sini bukan berarti Anda harus 100% meniru strategi pesaing. Justru, tidak ada salahnya Anda memodifikasi strategi tersebut agar lebih cocok dengan core values serta kelebihan usaha Anda, sehingga keunikan identitas bisnis Anda akan semakin menonjol.
Riset kompetitor merupakan langkah penting dalam kesuksesan bisnis. Sebab, dengan mempelajari apa saja kelebihan dan kekurangan pesaing, Anda dapat mengetahui bagaimana Anda harus mengembangkan bisnis. Kuncinya, tetaplah utamakan kecocokan dengan core values dan keunikan bisnis Anda agar hasilnya konsisten.
Namun, bagaimana jika Anda butuh bantuan dana untuk melakukan riset ini atau bahkan menerapkan hasilnya? Tidak perlu khawatir, sebab Modalku menyediakan pendanaan hingga Rp2 miliar untuk UMKM dengan suku bunga terjangkau sekaligus fasilitas yang bisa dipilih berdasarkan keperluan bisnis. Jadi, apa pun jenis bisnis Anda, Anda tak perlu ragu-ragu mengajukan permohonan modal usaha sekarang!

