Demi memenuhi target stok dari principal, terkadang pelaku bisnis harus mengajukan pinjaman usaha. Supaya jumlah pinjamannya pas, Anda perlu menghitungnya terlebih dulu. Dengan begini, Anda dapat memenuhi kebutuhan stok tanpa gangguan sekaligus menghindari kekurangan dana untuk operasional lain. Di samping itu, menghitung dana pinjaman juga akan membantu Anda terhindar dari overfinancing. Sebab, pinjaman yang berlebih bisa berisiko meningkatkan biaya bunga yang tidak perlu.
Tips Hitung Kebutuhan Pinjaman Usaha
Namun, bagaimana cara menghitung kebutuhan pinjaman usaha untuk memenuhi target stok? Informasi selengkapnya bisa Anda temukan di bawah ini!
Pahami target yang ditentukan oleh principal
Diskusikan dengan principal terlebih dulu tentang target stok yang harus Anda capai. Misalnya, apabila principal meminta Anda untuk membeli 20.000 produk dalam periode tertentu, pastikan angka tersebut jelas dan disepakati oleh dua belah pihak. Lalu, tanyakan pula adakah insentif khusus jika target terpenuhi.
Dengan memahami target secara jelas, baik dari segi kuantitas maupun tenggat waktu, Anda bisa menghindari kekurangan stok atau pembelian berlebih yang berpotensi mengganggu aktivitas operasional bisnis.
Tentukan harga pembelian dari principal
Harga pembelian juga dapat memengaruhi jumlah pinjaman usaha. Oleh sebab itu, Anda perlu menentukan harga pembelian dari principal. Dari sinilah Anda bisa menghitung total biaya pembelian stok. Tak kalah penting, sertakan pula variabel biaya lain seperti pajak, asuransi, dan biaya pengiriman dalam total biaya tersebut.
Evaluasi modal yang dimiliki
Lakukan audit secara menyeluruh terhadap keuangan bisnis Anda. Hal ini mencakup rekening tabungan, kas, serta aset likuid lainnya. Sebaiknya, gunakan dana likuid saja dalam memenuhi target stok supaya tidak mengganggu kebutuhan operasional lain. Anggaplah dana likuid sebagai modal awal untuk memenuhi target stok.
Dengan melakukan evaluasi, Anda dapat mengetahui kekurangan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi stok. Misalnya, total aset likuid Anda adalah Rp200 juta. Sementara itu, total biaya yang Anda butuhkan untuk memenuhi stok dari principal adalah Rp500 juta. Artinya, kebutuhan pinjaman dana usaha adalah: Rp500 juta – Rp200 juta = Rp300 juta.
Perhitungkan jangka waktu pembayaran
Saat hendak mengajukan permohonan pinjaman usaha, pertimbangkan pula jangka waktu pembayaran modal. Lakukan negosiasi untuk mendapatkan tenor pembayaran yang fleksibel, misalnya pembayaran berjangka atau dalam beberapa bulan. Sebab, jangka waktu pembayaran dapat memengaruhi jumlah pinjaman yang perlu Anda ajukan serta strategi pelunasannya.
Sertakan biaya cadangan
Jangan lupa juga untuk menambahkan biaya cadangan sekitar 10–20% dari total kebutuhan pinjaman dana usaha. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi peningkatan biaya logistik, fluktuasi harga, atau pengeluaran tidak terduga lainnya. Misalnya, Anda butuh pinjaman Rp300 juta dengan biaya cadangan 20%. Maka, total kebutuhan pinjaman modal akan menjadi: Rp300 juta + (20% x Rp300 juta) = Rp300 juta + Rp60 juta = Rp360 juta.
Cek kemampuan pelunasan berdasarkan cash flow
Sebelum memilih pinjaman usaha, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk melunasinya. Hal tersebut bisa Anda lakukan dengan menganalisis arus kas bisnis. Hitunglah hasil penjualan stok yang dibiayai dari pinjaman. Kemudian, pastikan bahwa pemasukan dari penjualan tersebut cukup untuk membayar cicilan pinjaman beserta bunganya.
Sebagai contoh, bisnis Anda mendapat pemasukan Rp400 juta per bulan dengan keuntungan bersih Rp40 juta. Artinya, cicilan pinjaman per bulan tidak boleh melebihi angka tersebut supaya operasional bisnis tetap lancar.
Di sinilah Anda membutuhkan layanan pendanaan yang fleksibel dan aman. Adanya fleksibilitas memungkinkan Anda untuk memilih pinjaman modal usaha sesuai kebutuhan target stok. Lantas, di mana Anda bisa mengajukan pendanaan dengan produk yang fleksibel?
Rekomendasi Pinjaman Usaha untuk Distributor FMCG
Layanan pendanaan usaha yang fleksibel bisa Anda dapatkan melalui Modalku. Produk pendanaan yang tersedia cukup beragam, mulai dari Pinjaman Faktur Kerja, Pinjaman PO, Pinjaman Berjangka, hingga Modal Proyek Tender Pemerintah. Setiap produk menawarkan nominal pinjaman usaha hingga miliaran Rupiah dengan tenor yang dapat menyesuaikan kebutuhan Anda.
Kabar baiknya lagi, proses pengajuan untuk seluruh Produk Pinjaman Institusi dari Modalku relatif mudah dan cepat. Prosedurnya pun aman dan transparan karena Modalku telat tercatat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, Anda pun bisa lebih tenang ketika mengajukan pendanaan usaha melalui Modalku.
Jadi, tak perlu khawatir kekurangan dana saat harus memenuhi target stok dari principal. Anda bisa mengajukan pinjaman usaha kepada penyedia layanan yang aman dan terpercaya, seperti Modalku. Hitung dulu kebutuhan Anda sesuai tips di atas, lalu lakukanlah pengajuan secara online, lho. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

