Fluktuasi permintaan bahan baku industri merupakan tantangan yang kerap dialami para pelaku industri. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari perubahan regulasi mendadak hingga situasi ekonomi, sosial, dan politik yang tidak menentu. Meskipun lazim, fluktuasi yang terus dibiarkan dapat mempengaruhi biaya operasional dan rantai pasokan.
Bahkan, kondisi tersebut juga bisa berdampak pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Agar bisnis supplier bahan baku tetap kompetitif dan sukses, perlu adanya strategi untuk menghadapi fluktuasi permintaan secara efektif.
Tips Menyiasati Fluktuasi Permintaan Bahan Baku Industri
Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar bisnis tetap kompetitif di tengah naik turunnya permintaan bahan baku industri:
Gunakan data untuk predictive analysis dan forecasting
Antisipasi fluktuasi permintaan bahan baku dengan menerapkan predictive analysis dan forecasting. Predictive analysis adalah prediksi berbasis data dengan menganalisis pola historis, tren pasar, dan faktor-faktor relevan lain. Proses tersebut dilakukan dengan menggunakan software berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, Anda bisa mempelajari tren permintaan bahan baku industri dan menyesuaikan strategi. Misalnya, hasil predictive analysis menunjukkan adanya peningkatan permintaan bahan baku saat akhir tahun. Berbekal informasi tersebut, Anda dan tim bisa merancang strategi pembelian dan penyimpanan untuk menghindari risiko kelebihan maupun kehabisan stok.
Pertimbangkan outsourcing
Ketika permintaan bahan baku sedang meningkat, pertimbangkan untuk melakukan outsourcing. Cara ini dapat membantu Anda meningkatkan kapasitas produksi tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu banyak.
Carilah mitra penyedia bahan baku yang mampu melakukan pengadaan barang secara fleksibel. Jadi, saat terjadi kenaikan permintaan bahan baku, Anda bisa mengandalkan mitra tersebut untuk memenuhi kebutuhan tambahan tanpa perlu menambah investasi internal. Dengan begini, pengelolaan logistik jadi lebih efisien, khususnya untuk bahan baku yang butuh penyimpanan khusus. Di sisi lain, pelanggan juga akan merasa puas karena kebutuhannya terpenuhi.
Pastikan safety stock mencukupi
Safety stock adalah stok cadangan yang disimpan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan pelanggan maupun gangguan pasokan. Pastikan bisnis Anda memiliki safety stock yang cukup agar bisa memenuhi permintaan bahan baku industri yang naik-turun. Cara ini juga dapat memastikan agar kegiatan operasional bisnis tetap berjalan lancar.
Sebagai contoh, bisnis Anda menerima rata-rata penjualan bahan baku ABC sebanyak 1.000 unit per minggu. Namun, muncul risiko keterlambatan pengiriman selama 2 minggu. Nah, adanya safety stock dapat membantu menghindari kehabisan stok bahan baku selama periode keterlambatan pengiriman tersebut.
Lakukan stock opname secara berkala
Pemenuhan permintaan bahan baku akan lebih mudah jika Anda memiliki data inventaris yang akurat. Hal tersebut bisa Anda lakukan dengan menerapkan sistem stock opname yang efektif dan memantaunya secara berkala.
Dengan data inventaris yang akurat, Anda dan tim bisa mengambil keputusan tepat terkait penyimpanan atau pembelian stok bahan baku. Sebaliknya, tidak adanya stock opname akan meningkatkan risiko bahan baku hilang, kedaluwarsa, atau tidak tercatat rapi.
Supaya proses stock opname lebih mudah dan efisien, terapkan sistem digital dengan menggunakan software manajemen stok. Teknologi ini mampu memantau pergerakan stok bahan baku secara real-time, sehingga Anda tahu kapan harus mengeluarkan stok dari gudang atau menambah jumlah stok. Jangan lupa jadwalkan pemeriksaan fisik secara rutin untuk memastikan bahwa data stok sesuai dengan kondisi sesungguhnya.
Sediakan bahan baku alternatif
Sebaiknya, hindari bergantung pada satu jenis bahan baku atau satu pemasok. Bayangkan jika pasokan utama tersebut terganggu akibat cuaca, perubahan regulasi, atau faktor lain; tentu Anda akan kebingungan karena tidak ada alternatif pasokan bahan baku lain yang bisa diandalkan.
Di sinilah pentingnya diversifikasi. Carilah bahan baku alternatif yang mempunyai fungsi atau sifat serupa dengan bahan baku industri utama. Misalnya pada industri plastik, jika Anda kesulitan mendapatkan polietilena, alternatif seperti polipropilena yang punya karakteristik serupa. Selain itu, jalinlah pula hubungan dengan pemasok cadangan untuk menjaga kelancaran rantai pasokan.
Tambah Stok Bahan Baku, #UntungAdaModalku!
Fluktuasi permintaan kerap menuntut pelaku bisnis untuk menambah stok bahan baku industri dalam waktu singkat. Sayangnya, terkadang tidak semua bisnis mampu melakukan hal tersebut akibat keterbatasan modal usaha. Namun, Anda tak perlu khawatir karena #UntungAdaModalku yang menyediakan solusi Pendanaan Institusi.
Dengan berbagai skema pendanaan yang relatif fleksibel, Anda bisa menggunakan Pendanaan Institusi Modalku untuk mencukupi pengadaan bahan baku mendadak. Sebab, pendanaan ini menawarkan modal tambahan hingga Rp5 miliar. Di samping itu, syarat dan prosedurnya pun relatif mudah, sehingga Anda bisa mendapatkan modal usaha dalam waktu cukup singkat untuk menambah stok bahan baku. Tertarik? Langsung saja klik di sini untuk mengajukan pendanaan!

