Pernahkah Anda mengalami kesulitan mengelola barang di gudang hingga tidak tahu stok varian mana saja yang sudah habis? Ternyata, Anda tidak sendirian! Data dari Kemenko Perekonomian RI yang dilansir dari Warta Ekonomi menunjukkan bahwa lebih dari 40% pemilik UMKM di Indonesia mengalami kesulitan dengan sistem logistik di Indonesia. Apalagi, dengan proses yang masih serba manual. Tapi, tantangan utamanya tidak berhenti sampai di sana saja. Anda bisa menemukan penjelasan selengkapnya dan cara mengatasinya di bawah ini!

Tantangan Sistem Logistik UMKM

Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh UMKM dari sistem logistik di Indonesia selain proses pencatatan manual? Berikut adalah jawabannya:

1. Ongkos kirim yang tinggi

Masih berdasarkan sumber yang sudah disebutkan sebelumnya, Indonesia memberlakukan biaya pengiriman yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara lainnya. Malah, 23,5% dari total PDB Indonesia berasal dari ongkos kirim. Tingginya biaya ini sangat berkaitan erat dengan letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga moda transportasi yang dibutuhkan untuk menjangkau setiap pulau terpisah juga lebih sulit. Apalagi, untuk bisnis kecil yang belum lama berdiri dan masih memiliki keterbatasan dana.

2. Kesulitan melacak status pengiriman

Karena semua proses logistik di UMKM masih bersifat manual akibat keterbatasan dana, Anda selaku pemilik usaha mungkin pernah mengalami kesulitan mengetahui status pengiriman barang terkini. Tentunya, hal ini akan membuat Anda tidak bisa menjawab pertanyaan dari konsumen dengan mudah, terutama jika mereka ingin mengetahui posisi terkini dari barang pesanan mereka.

3. Risiko barang hilang atau rusak

Dalam perjalanan jarak jauh, risiko kehilangan atau kerusakan barang akan semakin besar karena proses penyortirannya lebih panjang. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jasa logistik akan menemukan medan jalanan yang jauh dari kata kondusif saat berkendara untuk mencapai tujuan. Apalagi, hal tersebut tidak bisa terhindarkan di daerah pelosok Indonesia yang belum memiliki akses jalanan memadai. 

Jadi, bisa dibilang risiko barang rusak sangat berkaitan erat dengan salah satu tantangan utama dalam sistem logistik UMKM Indonesia, yaitu wilayah yang terpisah-pisah.

Cara Mengatasi Tantangan Logistik untuk UMKM

Adanya ketiga tantangan besar dalam sistem logistik yang sudah disebutkan bukan berarti Anda tidak bisa mengatasinya! Justru, Anda dapat menerapkan keempat tips berikut agar barang tiba dengan aman di tangan konsumen:

1. Lacak stok sebaik mungkin

Jika selama ini Anda belum rutin melakukan pengecekan dan pelacakan inventaris, sekaranglah saatnya untuk memulai kebiasaan tersebut. Dengan melakukan stok opname secara berkala, Anda bisa mengetahui barang mana saja yang sudah mau habis. Jadi, Anda pun bisa segera memesan stok daruratnya agar lebih cepat tiba sebelum benar-benar menipis. Hasilnya, Anda bisa memenuhi permintaan pelanggan kapan saja tanpa harus menunggu.

2. Pertimbangkan solusi teknologi

Tidak bisa disangkal bahwa melacak status pengiriman barang dan pergerakan stok secara manual sangatlah melelahkan. Maka dari itu, Anda bisa menggunakan software khusus manajemen gudang yang memberikan akses fitur pengawasan inventaris secara real-time

Anda tidak perlu mengkhawatirkan biaya dari solusi berbasis teknologi ini karena di Indonesia, sekarang sudah ada banyak penyedia layanan fitur tersebut yang menawarkan harga terjangkau bagi UMKM.

3. Jangan takut mencari layanan alternatif

Kalau Anda selama ini hanya menggunakan satu jasa logistik, jangan ragu-ragu untuk mencari alternatif tambahan! Dengan berkembangnya sistem logistik di Indonesia saat ini, kini Anda sudah punya banyak pilihan penyedia jasa kirim yang menawarkan harga terjangkau dengan kualitas bersaing. Bahkan, adanya pilihan alternatif ini juga bisa membantu Anda bersiap di tengah kondisi darurat.

4. Jaga komunikasi dengan mitra dan pelanggan

Anda tidak sendirian dalam mengatasi berbagai tantangan sistem logistik UMKM di Indonesia. Justru, di saat seperti ini, Anda bisa mengandalkan bantuan dari mitra bisnis. Mereka dapat memberikan solusi yang belum terpikirkan oleh Anda sebelumnya, sehingga Anda bisa mengatasinya dengan lebih mudah. Selain itu, Anda juga perlu berkomunikasi secara rutin dengan pelanggan untuk meminta masukan dan memberikan informasi. Melalui input mereka, Anda juga akan mengetahui langkah apa yang harus diambil demi memajukan bisnis.

Sistem logistik UMKM di Indonesia memang penuh dengan lika-liku karena letak geografisnya sebagai negara kepulauan sekaligus keterbatasan akses teknologi untuk merekam pergerakan barang secara otomatis. Tapi, jangan berkecil hati dulu!

Sebagai layanan pendanaan UMKM, Modalku dapat membantu Anda mencukupi uang yang Anda butuhkan demi meningkatkan manajemen inventaris bisnis dengan pendanaan hingga Rp2 miliar serta jangka waktu pembayaran fleksibel. Tertarik? Pelajari manfaat dan cara pengajuan selengkapnya di sini untuk mengembangkan bisnis Anda dari sekarang!

Ajukan Modal Usaha