Sebelumnya, Modalku memberikan artikel tentang “Rasio Keuangan dan Kesehatan Usaha Anda”. Kali ini, mari mundur sedikit untuk diskusi tentang fondasi akuntansi, karena kadang belajar tentang hal dasar malah lebih membantu.

Mungkin ada pembaca yang mempertanyakan topik pilihan kami. “Istilah dasar akuntansi? Siapa yang belum tahu?” Jangan salah. Masih banyak pelaku bisnis kecil yang belum memiliki sistem akuntansi yang baik. Ini sangat merugikan. Mungkin pelaku bisnis tersebut memiliki UKM yang menguntungkan dan menjanjikan – tetapi tidak pernah dilirik bank atau badan keuangan lainnya karena tidak memiliki laporan keuangan. Bahkan tidak mengerti istilah penting akuntansi.

Ada baiknya apapun yang bersifat edukatif dimulai dengan definisi. Akuntansi adalah cara sistematis suatu usaha mencatat dan melaporkan transaksi keuangan. Guna akuntansi banyak. Di antaranya membuat laporan keuangan, menghitung untung/rugi, dan membaca kesehatan suatu usaha.

Di bawah ini kami tuliskan daftar istilah-istilah dasar akuntansi:

  1. Aset atau aktiva merupakan kekayaan yang dimiliki suatu entitas dan diharapkan dapat menguntungkan usaha di masa depan. Aset bersifat produktif; berfungsi meningkatkan nilai usaha atau/dan menguntungkan operasi usaha. Aset dibagi dua, menjadi aktiva lancar (current assets) dan aktiva tetap (fixed assets). Aktiva lancar adalah aset yang akan digunakan satu tahun ke depan. Contoh: uang tunai atau inventori. Aktiva tetap adalah aset jangka panjang dan diharapkan menguntungkan entitas bisnis selama lebih dari satu tahun. Contoh: tanah dan bangunan.
  2. Kewajiban atau pasiva adalah utang atau obligasi finansial suatu entitas bisnis. Kewajiban dibagi dua; kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Sesuai namanya, kewajiban jangka pendek akan ditagih setahun ke depan sedangkan kewajiban jangka panjang perlu dilunasi dalam periode waktu lebih dari 1 tahun ke depan.
  3. Ekuitas dihitung lewat rumus aset dikurangi kewajiban dan digunakan untuk membaca kesehatan usaha.
  4. Cost of Goods Sold, atau Harga Pokok Penjualan adalah total pengeluaran dalam proses memproduksi produk yang akan dijual. Materi produk dan bayaran pekerja yang memproduksi barang termasuk cost of goods sold.
  5. Beban atau expense merupakan biaya operasi suatu usaha. Contohnya gaji pegawai, harga peralatan, dll.
  6. Utang Dagang atau Accounts Payable merupakan jumlah utang yang Anda miliki terhadap kreditor (contoh: pemasok) sebagai ganti dari barang atau jasa yang mereka berikan kepada Anda.
  7. Piutang atau Accounts Receivable adalah jumlah utang pembeli sebagai bayaran atas barang atau jasa yang telah Anda kirim/berikan.
  8. Depresiasi adalah pengurangan nilai suatu aset karena sering digunakan atau karena usianya terus bertambah.
  9. Pendapatan atau revenue adalah jumlah uang yang diterima suatu usaha dalam periode tertentu. Pendapatan dikalkulasikan dengan mengalikan harga produk Anda dengan jumlah unit yang terjual. Pendapatan juga dapat disebut pendapatan kotor.
  10. Laba atau Profit adalah pendapatan bersih yang didapatkan setelah mengurangi pendapatan kotor dengan semua biaya dan pengeluaran.
  11. Kerugian atau Loss adalah jumlah kerugian usaha apabila hasil mengurangi pendapatan kotor dengan semua biaya dan pengeluaran adalah negatif.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.