Kehadiran Modalku di Indonesia memberikan banyak manfaat. Selain berupaya untuk membantu dan memberdayakan Usaha Kecil Menengah (UKM), Modalku juga turut serta memberikan keuntungan yang menarik bagi pemberi pinjaman yang mencari alternatif investasi.

Modalku menawarkan tingkat return yang menarik. Pemberi pinjaman juga memegang kendali penuh atas alternatif investasi yang dimiliki. Mereka dapat memilih sendiri pinjaman UKM mana yang ingin didanai dan dapat mengalokasikan dana sesuai keinginan. Tertarik untuk bergabung menjadi pemberi pinjaman di Modalku? Pastikan Anda melakukan lima hal berikut untuk memaksimalkan pendanaan yang diberikan.

Penuhi Persyaratan dan Ikuti Langkah Pendaftaran

Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dan asing diperbolehkan untuk menjadi pemberi pinjaman di Modalku dengan usia minimal 18 tahun dan diwajibkan untuk memberikan data KTP atau paspor. Jika sudah memenuhi syarat, Anda bisa memulai proses pendaftaran dengan membuat akun baru Modalku melalui situs www.modalku.co.id. Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Klik “Daftar Sekarang”
  2. Isi semua data yang diminta, lalu klik “Daftar”
  3. Cek e-mail Anda dan klik link verifikasi yang telah dikirimkan
  4. Isi Formulir Registrasi Perjanjian Berlangganan, di mana Anda akan diminta data. Penting untuk mencentang kotak persetujuan di akhir formulir untuk menyelesaikan proses pengisian.
  5. Anda akan mendapat konfirmasi bahwa akun pemberi pinjaman Anda aktif.
  6. Untuk melakukan aktivitas pendanaan UKM, Anda perlu deposit minimal Rp 10 juta. Anda dapat mulai mendanai UKM tergantung dari tipe transfer deposit Anda. Contoh: bila Anda menggunakan internet banking sebelum jam 3pm untuk transfer deposit, maka dana Anda akan masuk dalam 2-3 jam kerja dan siap digunakan untuk mendanai UKM.

Menyiapkan Uang Deposit

Untuk memulai alternatif investasi lewat pendanaan UKM, deposit awal di Modalku cukup rendah yaitu Rp 10 juta. Deposit selajutnya bisa dilakukan lebih rendah lagi yaitu Rp 1 juta dan kelipatannya.

Sedangkan nominal investasi minimal adalah Rp 1 juta untuk mendanai setiap pinjaman UKM. Modalku tidak menentukan batas maksimal pendanaan yang bisa Anda lakukan. Namun, kami sangat menganjurkan Anda melakukan diversifikasi pendanaan ke berbagai pinjaman UKM yang ada. Misalnya, Anda membagi rata dana Rp 5 juta untuk 5 pinjaman supaya pengembalian Anda tetap stabil apabila ada UKM yang mengalami kesulitan.

Untuk pengertian lebih lanjut mengenai diversifikasi, silahkan klik link ini.

Pahami Kemungkinan Risiko yang Bisa Muncul

Seperti alternatif investasi pada umumnya, pinjaman modal usaha kepada UKM juga memiliki risiko investasi. Modalku selalu menguji kelayakan setiap UKM peminjam, namun jika tindakan antisipasi ini tidak berhasil, Anda sebagai pemberi pinjaman akan menanggung risikonya.

Karena itu, sekali lagi Modalku selalu menganjurkan diversifikasi agar risiko alternatif investasi terkontrol dan tingkat pengembalian Anda tetap stabil kalaupun ada UKM yang kesulitan membayar pinjaman.

Minimalkan Risiko dengan Diversifikasi

Kabar baiknya, Anda bisa meminimalkan risiko investasi dengan diversifikasi. Katakanlah Anda memberikan pendanaan Rp 100 juta kepada 1 peminjam dengan bunga 20% per tahun dalam jangka waktu 12 bulan. Jika pinjaman berhasil, maka Anda akan mendapatkan total pengembalian sebesar Rp 120 juta. Namun, mari kita pikirkan kemungkinan terburuknya, yakni jika terjadi pinjaman gagal bayar.

Dengan jumlah pendanaan, bunga, dan jangka waktu yang sama, satu-satunya UKM yang meminjam dana Anda ternyata mengalami gagal bayar. Akibatnya, Anda pun mengalami kerugian dan tingkat pengembaliannya bisa turun hingga puluhan persen. Namun, bayangkan jika Anda alokasi dana Rp 100 juta tersebut ke 10 pinjaman yang profilnya mirip. Seandainya ada 1 UKM yang gagal bayar, Anda masih mendapatkan total pengembalian yang stabil, bahkan mendekati tingkat pengembalian yang seharusnya.

Mari kita kembangkan skenarionya. Dengan dana sebesar Rp 100 juta dan bunga 20% per tahun, Anda alokasi dana untuk 100 UKM. Dalam perjalanannya, ada 3 UKM yang gagal bayar. Nantinya, Anda masih akan untung dan mendapatkan total pengembalian sebesar Rp 118,5 juta. Semakin Anda melakukan diversifikasi, UKM gagal bayar semakin tidak memengaruhi tingkat pengembalian Anda.

Maksimalkan Keuntungan dengan Pendanaan Ulang

Selain diversifikasi, Modalku juga menganjurkan pendanaan ulang demi memaksimalkan keuntungan. Tanpa pendanaan ulang, Anda akan mendapatkan jumlah pengembalian yang sesuai dengan tingkat bunga. Misalnya, Anda memberi pendanaan Rp 100 juta dengan bunga 20% selama setahun. Berarti, setelah setahun, Anda akan mendapatkan total pengembalian Rp 120 juta. Jumlah bunga yang Anda terima bersifat statis.

Namun, dengan pendanaan ulang, total pengembalian Anda terus meningkat sehingga pendanaan awal Anda dapat berlipat ganda. Pendanaan ulang juga akan meminimalisir terjadinya risiko jika terjadi gagal bayar.

Untuk contoh kalkulasi bagaimana pendanaan ulang dapat memaksimalkan alternatif investasi Anda, silahkan klik link ini.

Kini, Anda sudah siap menjadi pemberi pinjaman dan melakukan alternatif investasi di Modalku. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi halaman situs Modalku untuk pemberi pinjaman dan daftar sekarang. Klik link di sini.