Mendengar kata UKM, apa yang ada di benak Anda? Mungkin Anda beranggapan bahwa UKM hanyalah sebuah perusahaan kecil dan sepele. Realitanya, UKM tidak seperti itu. UKM memiliki peran yang strategis dalam pertumbuhan serta pembangunan ekonomi nasional. Posisi UKM sebagai penyerap tenaga kerja serta mendistribusi hasil-hasil pembangunan menjadi krusial dalam proses pemerataan ekonomi negara. Lantas, bagaimana potret UKM di Indonesia saat ini?

Istilah UKM sendiri di Indonesia bisa dibilang sudah ada sejak masa Orde Baru. Dalam Keputusan Presiden RI. No. 99 tahun 1998, UKM didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil di mana tipe bidang usahanya bersifat heterogen serta perlu dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah persaingan yang tidak sehat. Dari sini, dapat dikatakan bahwa memberdayakan UKM merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi Indonesia.

Banyak keunggulan yang dimiliki oleh UKM dibandingkan dengan usaha berskala besar. Salah satunya adalah inovasi. UKM selalu menggunakan strategi tersendiri untuk menarik pelanggan, mulai dari produk-produk yang unik dan khas atau metode penjualan yang berbeda dari biasanya. Hal ini membuat produk UKM dapat bersaing dengan produk perusahaan berskala besar dengan kualitas yang sama-sama kuat.

Dengan alasan itulah kemudian masyarakat Indonesia mulai melirik UKM sebagai suatu usaha yang serius. Hal ini didukung dengan temuan BPS tahun 2006 hingga 2010, dimana UKM berhasil menyumbangkan 57% dari PDB. Peningkatan ini tidak hanya dari kuantitas saja, melainkan juga tenaga kerja, modal, serta aset masing-masing. Bisa dikatakan pula bahwa UKM merupakan bidang usaha ekonomi produktif yang cukup kuat. Meskipun ada krisis ekonomi, UKM biasanya tidak terdampak secara fatal. Ini karena UKM memiliki modal sendiri dan tidak terlalu bergantung pada lembaga lain.

Berbeda dengan 10 tahun yang lalu, di mana UKM didominasi dengan produk-produk makanan dan kerajinan tangan, saat ini UKM mulai merambah ke bidang teknologi dan informasi. Kemajuan teknologi, khususnya internet, membuat UKM menjadi selangkah lebih maju dibandingkan dengan perusahaan besar.

Meski begitu, masih banyak kendala yang dihadapi oleh UKM di Indonesia, antara lain:

Pemasaran – Saat ini memang beberapa UKM sudah merambah bidang teknologi dan informasi. Namun, faktanya hanya sekitar 10-20% yang benar-benar menguasai bidang tersebut. Akibatnya, pola pemasaran mereka masih mengandalkan pola pemasaran yang tradisional. Padahal, pangsa pasar mereka bisa jadi jauh lebih besar dengan pemasaran yang lebih modern.

Penghargaan pada kreator – Baik masyarakat maupun pemerintah saat ini dirasa masih belum memberikan penghargaan pada kreator. Tak jarang UKM yang merasa malas mendesain produk baru memilih untuk meniru dan memperbanyak produk yang sudah ada dibandingkan harus mengembangkan sebuah produk dari awal.

Permodalan – Sebagai sebuah usaha yang independen dan tidak tergantung pada pemerintah, UKM sangat terkendala modal usaha mereka. Untungnya saat ini sudah banyak model permodalan yang dapat digunakan oleh UKM. Model-model permodalan seperti crowdfunding dan peer-to-peer lending misalnya, memberikan UKM Indonesia kesempatan untuk berkembang.

Masihkah Anda menganggap bahwa UKM bukanlah suatu bidang yang penting bagi perkembangan ekonomi nasional? Pikirkan lagi! Nyatanya saat ini UKM Indonesia sudah banyak memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Lalu, apakah Anda masih berdiam diri saja melihat kemajuan UKM saat ini? Buatlah UKM atau setidaknya dukung mereka sebagai bentuk nyata Anda membantu pembangunan negara.