Kekurangan modal adalah salah satu masalah yang paling sering dialami oleh pebisnis UKM. Padahal, untuk mengembangkan bisnis, modal merupakan salah satu kebutuhan terpenting. Bila Anda mengalami masalah yang sama, jangan khawatir. Masih ada beberapa bentuk pinjaman yang dapat membantu permodalan UKM agar usaha terus berkembang. Berikut adalah beberapa opsi pinjaman bagi UKM yang wajib Anda ketahui untuk mendapatkan modal demi kelangsungan bisnis Anda.

Pinjaman Bank

Pilihan yang satu ini merupakan bentuk pinjaman yang mungkin paling dikenal masyarakat. Karena sudah dikenal, pelaku UKM sering mendaftar untuk pinjaman bank. Selain itu, ada produk pinjaman bank yang khusus ditargetkan bagi UKM. Asalkan Anda memenuhi persyaratan, ada kemungkinan modal sudah dapat dikantongi. Selain itu, Anda juga akan dimudahkan dengan sistem pembayaran pinjaman bank yang biasanya memiliki jumlah sama besar tiap bulannya, tergantung total pinjaman serta lama tenor atau masa pengembalian.

Kartu Kredit

Tak jarang UKM menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, namun sebenarnya cara ini kurang disarankan sebagai sumber permodalan. Poin positif kartu kredit adalah penggunaannya yang mudah dan nyaman. Sayangnya, penggunaan kartu kredit terbatas pada limit kartu kredit itu sendiri. Selain itu, tingkat bunga kartu kredit biasanya tinggi. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam menggunakan kartu kredit untuk memodali usaha.

Pinjaman dari Keluarga/Rekan

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang banyak UKM yang mengandalkan pinjaman dari keluarga dan rekan untuk mengembangkan bisnis mereka. Tidak ada batasan maksimum atau minimum ketika meminjam dana ke keluarga atau rekan. Asal hubungan dengan keluarga dan rekan baik, berapa saja yang Anda butuhkan, atau bahkan berapa saja yang mereka punya, kemungkinan akan diberikan. Opsi ini juga memiliki suatu keunggulan: lebih mudah dan murah. Tetapi model pinjaman UKM ini juga memiliki kekurangan: ketika Anda tidak mampu membayar utang Anda, pasti rasanya akan sangat tidak menyenangkan. Hubungan antarkeluarga atau dengan rekan dapat terganggu.

Venture Capital

Opsi pinjaman berikut ini adalah opsi yang paling sering digunakan oleh pebisnis startup. Sistem permodalan venture capital adalah dengan mengajukan sejumlah dana kepada pemodal. Sebagai gantinya, pemodal (yaitu sang venture capitalist) akan ikut ambil bagian dalam perkembangan bisnis UKM. Selama bisnis Anda berjalan dengan lancar dan memiliki potensi pertumbuhan yang cepat dan tinggi, permodalan dari perusahaan venture capital akan lebih mudah Anda dapatkan.

Peer-to-Peer Lending

Model pinjaman yang satu ini sekarang sudah menjadi tren pendanaan bagi banyak UKM. P2P lending memang cocok ditargetkan untuk UKM. Dengan P2P lending, sejumlah pemberi pinjaman mendanai pinjaman yang dibutuhkan UKM. Setelah jumlah pinjaman terpenuhi, UKM peminjam akan menggunakan pinjaman sebagai modal usaha dan membayarkan pinjaman tersebut kembali selayaknya produk pinjaman lain seperti pinjaman bank. Keunggulan pinjaman P2P Lending bagi UKM adalah proses yang mudah dan cepat, bunga yang terjangkau, serta produk yang khusus ditargetkan untuk kebutuhan UKM.


Nah, menurut Anda, manakah opsi pinjaman yang paling sesuai dengan kondisi bisnis Anda saat ini? Apapun pilihan opsi pinjaman yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda benar-benar menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan bisnis Anda dan bukan untuk sesuatu yang konsumtif. Hal ini demi menjaga agar dana pinjaman tersebut tidak terbuang sia-sia.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.