Tips Manajemen Stok Barang untuk Bisnis UKM Offline

Manajemen stok barang yang efektif tidak hanya dapat menguntungkan toko online, tapi juga bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) yang beroperasi 100% offline. Dengan manajemen inventaris yang tepat, Anda bisa memantau dan melacak stok barang sehingga tahu kapan harus memesan ulang barang tersebut. Alhasil, UKM Anda pun selalu punya stok barang yang tepat untuk dijual.

Namun, manajemen inventaris melibatkan banyak elemen penting, mulai dari penyimpanan barang, pemantauan, hingga demand dari pelanggan. Supaya manajemen inventaris berjalan efektif, Anda perlu memperhatikan beberapa tips berikut.

Ketahui tingkat permintaan konsumen

Manajemen inventaris bisa dikatakan sukses apabila Anda mampu memenuhi permintaan konsumen secara keseluruhan. Oleh sebab itu, lakukan identifikasi terhadap permintaan konsumen: mulai dari tren hingga tingkat pembelian. 

Supaya lebih mudah, Anda bisa menganalisis laporan penjualan selama periode tertentu, misalnya per kuartal atau semester. Berdasarkan hasil analisis, biasanya dapat diketahui produk yang laris terjual hingga waktu penjualan paling tinggi terjadi. Kemudian, gunakan data tersebut untuk memproyeksi permintaan konsumen pada periode selanjutnya, sehingga Anda dan tim bisa mengatur stok produk secara efektif.

Tentukan jumlah minimum yang harus selalu ada

Saat melakukan manajemen stok barang, Anda juga perlu menentukan jumlah minimum inventaris untuk disimpan di gudang. Tujuannya adalah untuk memastikan adanya persediaan suatu barang sekaligus menekan biaya operasional demi menghindari over-stock. Lakukan tahap ini dengan mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Analisis pasar;
  • Kapasitas gudang penyimpanan yang dimiliki;
  • Ukuran barang yang terjual;
  • Waktu yang dibutuhkan barang hingga habis terjual.

Gunakan metode yang sesuai dengan model bisnis

Supaya manajemen stok barang lebih akurat, sebaiknya terapkan metode yang sesuai dengan model bisnis UKM Anda. Terdapat beberapa metode yang bisa Anda pilih seperti:

  • First-In-First-Out (FIFO): Memindahkan stok paling lama terlebih dulu;
  • Last-In-First-Out (LIFO): Memiliki anggapan bahwa harga terus naik, sehingga stok paling baru biasanya dibeli dengan harga paling mahal dan harus segera dijual;
  • Just in Time (JIT): Memastikan jumlah stok serendah mungkin sebelum membeli stok baru;
  • Minimum Order Quantity: Memesan stok dalam jumlah minimum pada tiap pembelian demi menekan pengeluaran;
  • Lean Manufacturing: Membuang limbah, item, atau barang apa pun dari sistem manufaktur yang dinilai tidak memberikan value apa pun kepada konsumen.

Buat laporan informasi produk yang mendetail

Selanjutnya, susunlah laporan informasi produk secara detail. Umumnya, laporan manajemen stok barang mencakup data jumlah barang, barcode untuk tiap barang, pemasok dan negara asalnya (jika beroperasi di luar negeri), serta kode unik barang atau Stock Keeping Unit (SKU).

Melalui laporan ini, Anda bisa memiliki gambaran menyeluruh seputar stok produk, ketersediaan barang, hingga pergerakan stok. Dengan data stok yang tercatat rapi dalam laporan, Anda juga dapat lebih mudah mengelola inventaris dan mengambil keputusan bisnis.

Catat pergerakan stok secara berkala

Tak kalah penting, pastikan Anda selalu mencatat setiap pergerakan stok secara berkala, baik stok barang yang masuk maupun keluar. Dengan begini, Anda bisa mengetahui jumlah aktual stok yang tersimpan di gudang.

Selain itu, pencatatan pergerakan stok juga dapat membantu Anda mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan stok barang. Tujuannya untuk memastikan akurasi data inventaris barang, sehingga risiko kehilangan atau kerugian dapat diminimalisir. Hal ini akan mendukung Anda untuk mengoptimalkan manajemen stok, sehingga layanan kepada konsumen juga meningkat.

Pertimbangkan solusi berbasis teknologi

Menerapkan manajemen stok barang memang cukup menguras tenaga, apalagi jika pergerakan stok Anda cukup tinggi. Apabila manajemen stok dilakukan secara manual, tentu akan menghabiskan terlalu banyak waktu. Karena itu, pertimbangkan untuk memanfaatkan solusi berbasis teknologi.

Saat ini, telah tersedia banyak software khusus manajemen stok. Tiap software dilengkapi berbagai fitur canggih untuk memudahkan Anda dalam mengelola stok barang, seperti pencatatan stok keluar dan masuk, pemantauan stok secara real-time, hingga analisis SKU. Penggunaan teknologi akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses manajemen inventaris UKM Anda.

Lakukan tips-tips di atas untuk melakukan manajemen stok barang secara efektif. Gunakan software khusus untuk mengotomasi proses manajemen inventaris supaya lebih efisien. Tak perlu khawatir soal dana, Anda bisa mendapatkan layanan pendanaan dari Modalku, baik untuk UKM berbadan usaha PT maupun CV di Jabodetabek dan Surabaya.

Melalui Modalku, UKM Anda berpeluang mendapatkan pendanaan kredit hingga Rp2 miliar dengan tenor sampai 12 bulan. Modalku menyediakan beberapa program pendanaan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan usaha. Syaratnya pun relatif mudah dengan proses cepat. Kunjungi website Modalku untuk mendapatkan pinjaman modal sekarang juga!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan