5 Pertanyaan yang Perlu Anda Jawab Sebelum Mengajukan Pinjaman Online Cicilan

Pinjaman online cicilan sudah bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, pinjaman online sudah menjadi salah satu alternatif andalan jika sedang mengalami kesulitan finansial. Dana dari pengajuan pinjaman online cicilan bisa digunakan untuk banyak hal seperti membayar uang sekolah, melunaskan biaya rumah sakit, bahkan untuk menjadi modal awal membuka usaha kecil-kecilan.

Saat melakukan pengajuan pinjaman online cicilan, tentunya ada beberapa tahap sebelum Anda bisa menerima dana pinjaman. Salah satu tahap tersebut adalah proses verifikasi di mana Anda akan diberikan beberapa pertanyaan untuk menilai kesanggupan Anda dalam membayar cicilan pelunasan pinjaman Anda. Agar Anda lebih siap saat melakukan pengajuan pinjaman online cicilan, berikut lima contoh pertanyaan yang sering ditanyakan saat proses verifikasi.

Apa Tujuan Anda Meminjam Uang?

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan saat mengajukan pinjaman online adalah tujuan Anda mengajukan pinjaman online. Tujuan Anda harus jelas dan serinci mungkin agar lembaga pinjaman online lebih simpatik dan mengerti keadaan Anda.

Tujuan pinjaman yang jelas juga menjadi pertimbagan bagi lembaga tersebut apakah Anda layak diberikan pinjaman. Tujuan pinjaman ini bukan hanya untuk pihak pemberi pinjaman saja, tetapi juga harus jelas bagi Anda agar dana pinjaman tersebut tidak akan disalahgunakan.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pinjam Modal Usaha Tanpa Jaminan

Bagaimana Kondisi Bisnis Anda Sekarang?

Jika Anda melakukan pengajuan pinjaman untuk bisnis Anda, maka biasanya Anda akan ditanya mengenai kondisi bisnis Anda. Kondisi bisnis di sini menyangkut aspek legalitas dari bisnis Anda. Contohnya untuk usaha mikro, apakah izin usaha Anda sudah diurus di tingkat kelurahan atau kecamatan? Selain izin usaha, sudahkah bisnis Anda memiliki NPWP? Hal ini untuk menilai apakah usaha Anda sudah resmi dan terdaftar secara benar.

Berapa Jumlah Pinjaman Online Cicilan yang Dibutuhkan?

Setelah mengecek tujuan pengajuan pinjaman online cicilan Anda, berikutnya Anda akan ditanya berapa banyak jumlah pinjaman yang Anda minta. Setiap layanan pinjaman online mempunyai batas maksimal jumlah pinjaman yang bisa diajukan. Oleh karena itu, perhatikan batas maksimal tersebut dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Jangan tergoda dengan batas pinjaman yang tinggi. Pinjaman Anda harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan penting Anda. Ingatlah, suatu saat pinjaman tersebut tetap harus Anda lunasi beserta dengan bunganya.

Baca juga: Mengatur Pinjaman Online Cicilan Agar Tidak Terlilit Utang

Bagaimana Rencana Anda untuk Melunasi Cicilan?

Berikutnya, Anda akan ditanya mengenai rencana Anda untuk melunasi cicilan pinjaman online Anda. Pertanyaan ini sangat penting karena akan menentukan jumlah pinjaman yang bisa Anda dapat dan tata cara pembayaran cicilan. Anda sendiri harus menentukan sumber dana mana yang akan Anda pakai untuk membayar cicilan setiap bulan. Jika Anda meminjam untuk diri sendiri, berapa banyak uang yang bisa Anda sisihkan dari gaji untuk membayar cicilan?

Jika Anda mengajukan pinjaman untuk bisnis Anda, apakah pembayaran cicilan akan menggunakan pendapatan bisnis? Hal ini perlu Anda pertimbangkan secara matang sebelum Anda mengajukan pinjaman online cicilan.

Apa Pinjaman yang Ingin Dipilih?

Pertanyaan terakhir adalah mengenai jenis pinjaman yang akan Anda pilih. Setiap layanan pinjaman online mempunyai beberapa jenis program pinjaman. Setiap jenis pinjaman akan memiliki batas maksimal pinjaman dan syaratnya masing-masing. Jenis pinjaman yang biasanya ditawarkan oleh layanan pinjaman online bisa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  1. Berdasarkan Pembayaran

Jenis ini dibagi dua yaitu pelunasan sekaligus dan cicilan. Biasanya pilihan ini diberikan tergantung jumlah pinjaman Anda.

  1. Berdasarkan Jaminan

Pinjaman terbagi menjadi dua jenis yaitu pinjaman dengan jaminan agunan dan pinjaman tanpa jaminan agunan.

  1. Berdasarkan Bunga Utang

Bunga pinjaman biasanya dibagi menjadi tiga, yaitu variable rate, fixed rate, dan bunga anuitas.

  1. Berdasarkan Jatuh Tempo

Pinjaman terdiri dari dua jenis jatuh tempo yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Pinjaman jangka pendek biasanya kurang dari 1 tahun sementara jangka panjang lebih dari satu tahun.

Baca juga: Jaga Cash Flow Perusahaan dengan Pinjaman Online Cicilan

Apapun pinjaman yang Anda pilih, pastikan Anda mengajukan pinjaman pada layanan pinjaman online cicilan yang terpercaya. Salah satu contoh layanan pinjaman online yang terpercaya adalah Modalku. Modalku merupakan partner tepercaya bagi para pengusaha UMKM. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pinjaman online dari Modalku, segera kunjungi laman resmi Modalku dan daftarkan diri Anda sekarang!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply