Pentingnya Due Diligence Sebelum dan Saat Investasi

cara bagi hasil

Investasi memang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih bagi aset Anda. Tapi, di saat yang bersamaan, ada juga kemungkinan kerugian finansial yang menanti di baliknya jika Anda tidak dapat mengelola risikonya dengan baik. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk meminimalkan peluang kerugian tersebut? Mudahnya, Anda bisa melakukan proses due diligence sebelum dan saat hendak menginvestasikan uang untuk bisnis tertentu. Bagaimana caranya? Anda bisa mempelajari melalui tulisan ini!

Apa Itu Due Diligence?

Mengingat sifatnya sebagai uji kelayakan, due diligence adalah proses audit atau penyelidikan terhadap sebuah perusahaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Proses ini melibatkan pemeriksaan terhadap catatan keuangan, rekam jejak penjualan produk di pasar, risiko operasional sebuah bisnis, dan berbagai aspek lainnya untuk mengurangi risiko kerugian dalam investasi dengan analisis komprehensif berdasarkan data.

Manfaat Menerapkan Due Diligence dalam Investasi

Lalu, mengapa due diligence sangat penting untuk semua investor? Ketiga manfaat utama ini adalah alasannya:

1. Memaksimalkan keuntungan

Jika Anda berinvestasi terhadap perusahaan yang memiliki fundamental baik serta kesehatan finansial yang bagus, hasil return Anda juga akan lebih besar. Anda bisa mengendalikan risiko penurunan performa akibat faktor internal –seperti masalah sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan– juga akan lebih minimal. Sehingga, perusahaan tersebut lebih mudah pulih setelah terdampak risiko eksternal.

2. Menghindari risiko berlebih

Melakukan due diligence sebelum berinvestasi sangat berkaitan dengan manfaat di poin sebelumnya. Untuk memaksimalkan keuntungan finansial, tentunya Anda harus mengurangi risiko sebaik mungkin. Nah, dengan berinvestasi untuk perusahaan yang memiliki rekam jejak dan reputasi yang bagus, Anda tidak perlu khawatir hasil investasi Anda akan merugi terlalu banyak.

3. Bantu mencapai goals jangka panjang

Seiring dengan berjalannya waktu, keuntungan investasi Anda akan bertambah selama Anda masih rutin menyisihkan uang untuk membangun portofolio sekaligus waktu untuk mengelola strategi investasi Anda. Jika Anda terus menerapkan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang, Anda pun juga bisa mencapai tujuan masa depan seperti pensiun atau membangun keluarga dengan tepat waktu.

Cara Menerapkan Due Diligence saat Berinvestasi

Sebenarnya, menerapkan due diligence ketika berinvestasi tidaklah terlalu sulit. Anda bisa menerapkan lima tips berikut supaya keuntungan Anda tetap terjamin:

1. Baca dokumen perusahaan dengan teliti

Sebelum memutuskan untuk menggelontorkan dana bagi sebuah perusahaan, Anda perlu menyempatkan waktu untuk memeriksa semua dokumen yang berkaitan dengannya. Mulai dari yang paling sederhana, Anda dapat mengecek laporan keuangan yang tersedia untuk mengetahui seberapa menguntungkan model bisnis mereka sekaligus bagaimana mereka bisa mengelola keuangan.

2. Buat checklist penting

Jika Anda sudah melakukan due diligence dengan membaca dokumen perusahaan, sekarang saatnya Anda membuat checklist syarat investasi sesuai prioritas kepentingan Anda. Pada umumnya, checklist ini terdiri dari syarat seperti ESG, rasio utang yang kecil, tujuan penggunaan dana investor, dan masih banyak lagi.

3. Identifikasi kemungkinan risiko dan peluang

Setelah menentukan checklist dan memeriksa isi dokumen, lanjutkan due diligence Anda dengan mengetahui risiko serta peluang bisnis. Peluang di sini berarti faktor eksternal yang dapat menguntungkan perusahaan, contohnya model bisnis yang banyak dicari. Sementara itu, ancaman merujuk kepada faktor eksternal yang bisa merugikan keberlangsungan bisnis itu sendiri, seperti ketergantungan pada bahan baku yang langka.

4. Periksa legalitas perusahaan

Bisnis yang legal tentunya akan memiliki tingkat risiko kerugian yang lebih rendah, begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu, Anda juga perlu mempertimbangkan apakah perusahaan yang hendak menjadi penerima dana investasi Anda sudah memenuhi syarat hukum atau belum. 

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mempelajari dokumen hukum terkait bisnis tersebut yang tersedia bagi khalayak umum, lalu bandingkan model bisnis tersebut dengan syarat hukum yang berlaku di Indonesia.

5. Perhatikan reputasi perusahaan

Terkadang, perusahaan yang sah secara hukum belum tentu memiliki reputasi yang baik di kalangan pasar. Jadi, langkah terakhir yang cukup penting dalam due diligence mengharuskan Anda mempertimbangkan seberapa bagus image perusahaan tersebut di mata masyarakat. Sebab, keuntungan dari hasil investasi cukup bergantung pada sentimen konsumen karena merekalah sumber pemasukan utama dari sebuah bisnis.

Proses due diligence memang penting untuk menjamin keuntungan investasi, tapi membutuhkan banyak waktu dan usaha. Nah, Anda bisa mempermudah proses tersebut dengan menjadi VIP Lender di Modalku!

Sebagai VIP Lender, Anda akan dibantu oleh Personal Relationship Manager khusus yang akan memberikan Anda info lengkap tentang sebuah UMKM, termasuk fact sheet-nya. Jadi, Anda tidak perlu kesulitan mencari dokumen penting tersebut sendirian. Tunggu apa lagi? Yuk, dukung kesuksesan UMKM di Indonesia dengan harta Anda dan jadilah VIP Lender Modalku!

Danai Sekarang

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan