Cara Pembiayaan Usaha dengan Invoice Financing

Belum ada yang membayar faktur, tapi kebutuhan operasional bisnis harus terus jalan? Tak perlu khawatir! Anda bisa mengubah faktur atau tagihan tersebut menjadi dana segar melalui invoice financing. Dengan modal ekstra ini, bisnis Anda tetap bisa berkembang tanpa harus menunggu pembayaran dari klien. Seperti apa skema pembiayaannya? Lalu, apa saja manfaatnya? Temukan jawaban selengkapnya melalui ulasan berikut.

Apa Itu Invoice Financing?

Invoice financing adalah metode pembiayaan dengan menggunakan faktur atau invoice yang belum dibayar sebagai jaminan untuk mendapatkan dana. Dengan kata lain, Anda “mengubah” tagihan yang belum lunas (piutang) menjadi modal kerja tambahan. Modal ini bisa Anda gunakan untuk menutupi kebutuhan operasional maupun pengembangan bisnis.

Skema Pembiayaan Invoice Financing

Pada umumnya, Anda bisa mengajukan pendanaan dengan menyerahkan invoice yang belum dibayar kepada bank, lembaga pembiayaan, atau institusi serupa lainnya.

Selain invoice, biasanya Anda juga harus menyerahkan sejumlah dokumen sesuai syarat yang berlaku. Contohnya, rekening koran tiga bulan terakhir, laporan keuangan, dan identitas perusahaan. Kemudian, lembaga pembiayaan akan menganalisis invoice, kredibilitas pelaku bisnis selaku penerima invoice, hingga risiko penagihan.

Apabila pengajuan Anda disetujui, lembaga pembiayaan akan mencairkan sebagian persen dari nilai invoice, umumnya sekitar 70-90%. Bergantung pada kontrak, klien Anda bisa membayar invoice kepada Anda atau langsung ke lembaga pembiayaan. Di sisi lain, Anda tetap perlu membayar kembali jika sudah menerima dana sekaligus bunga dari hasil pencairan invoice.

Kelebihan dan Keuntungan Invoice Financing

Tidak mengejutkan jika pembiayaan faktur menjadi salah satu sumber modal kerja tambahan bagi banyak pelaku bisnis, apalagi dengan berbagai manfaat berikut:

Likuiditas dalam waktu singkat

Proses pelunasan invoice dari klien bisa memakan waktu selama 30-90 hari. Padahal, dalam rentang waktu ini, kegiatan operasional bisnis tetap harus berjalan. Jika membiarkannya terlalu lama, arus kas usaha bisa bisa terganggu. 

Maka dari itu, pembayaran faktur hadir untuk mempermudah Anda mengakses dana segar dalam waktu relatif cepat tanpa harus menunggu pembayaran dari klien. Dengan begini, Anda jadi punya sumber daya finansial tambahan untuk menjaga stabilitas operasional harian sekaligus meningkatkan arus kas.

Modal tambahan yang berbanding lurus dengan penjualan 

Pada pembiayaan konvensional, nominal plafon cenderung tetap. Hal ini berbeda dari invoice financing yang menawarkan modal tambahan dengan jumlah meningkat seiring pertumbuhan bisnis Anda. Semakin besar nilai penjualan dan jumlah tagihan ke klien, akan semakin besar pula nominal dana yang dapat Anda cairkan. Kabar baiknya lagi, Anda tidak perlu menambah aset jaminan untuk mendapat keuntungan tersebut.

Fleksibilitas menggunakan modal

Pembiayaan faktur menawarkan fleksibilitas tinggi dalam penggunaan dana. Setelah dana cair, Anda bebas memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan bisnis; baik itu menambah stok bahan baku, membiayai proyek baru, membayar supplier, hingga melakukan ekspansi pasar. Dengan fleksibilitas ini, pembiayaan invoice cocok untuk membantu bisnis Anda tetap lincah di tengah pasar yang dinamis.

Bisa disesuaikan dengan berbagai model bisnis

Tidak hanya fleksibel, pembiayaan faktur juga adaptif terhadap berbagai skala dan jenis bisnis. Mulai dari perusahaan retail, manufaktur, F&B, jasa, hingga startup teknologi, semuanya bisa mengajukan pendanaan invoice selama menerapkan sistem pembayaran tertunda (credit terms) bagi klien. 

Misalnya, vendor proyek bisa menggunakan invoice dari kontrak pemerintah untuk memperoleh modal kerja, atau startup dapat mencairkan invoice dari klien korporat untuk mendanai tahap awal pengembangan software.

Cara Mengajukan Invoice Financing Secara Online di Modalku

Proses pengajuan invoice financing sangatlah mudah. Kini, Anda bisa mengajukan pencairan faktur secara online melalui platform pembiayaan digital seperti Modalku. Begini caranya:

  1. Persiapkan faktur atau invoice yang belum dibayar oleh klien;
  2. Klik di sini untuk mengunjungi website Modalku, lalu scroll ke bawah hingga menemukan opsi “Invoice Financing (Pinjaman Faktur Kerja)”;
  3. Pahami ketentuannya, kemudian klik tombol “Ajukan Sekarang”;
  4. Isi formulir dengan data diri dan perusahaan secara lengkap;
  5. Unggah invoice dan dokumen yang diminta, seperti KTP, laporan keuangan, mutasi rekening, dan sebagainya;
  6. Tim Modalku akan menjalankan proses evaluasi dan verifikasi pengajuan;
  7. Jika pengajuan disetujui, Modalku akan memberikan penawaran pendanaan berisi nominal dana, tenor, hingga suku bunga;
  8. Setelah kesepakatan kontrak, pencairan dana dari invoice akan ditransfer ke rekening bisnis yang terdaftar.

Dengan skema simpel dan fleksibilitas penggunaan dana, invoice financing memungkinkan Anda untuk tetap menjalankan bisnis tanpa harus menunggu pembayaran klien. 

Kabar baiknya lagi, Anda bisa melakukan proses pengajuan pembiayaan invoice bisa dengan mudah melalui platform digital yang telah menjadi #AndalanPebisnis, Modalku. Dalam beberapa hari, Anda bisa menerima modal kerja ekstra tanpa menyerahkan jaminan tambahan. Saatnya optimalkan potensi bisnis dengan Invoice Financing dari Modalku, ajukan pendanaan sekarang juga!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan