6 Tren Strategi Branding yang Akan Populer di Tahun 2026

Image by rawpixel on Freepik

Preferensi konsumen terus berubah secara dinamis seiring perkembangan inovasi teknologi. Cara konsumen berinteraksi dengan brand saat ini tentu berbeda dari lima tahun lalu. Itulah kenapa strategi branding harus perlu terus beradaptasi dengan tren terbaru. Agar tidak tertinggal, bekali diri dengan info up-to-date seputar tren branding yang akan populer pada 2026. Apa saja?

Puncak popularitas social commerce sebagai strategi branding

Meskipun bukan tren baru, social commerce atau belanja online lewat media sosial seperti Instagram Shop dan TikTok Shop diprediksi akan semakin populer pada 2026. Sebab, konsumen bisa langsung membeli produk yang mereka mau tanpa harus keluar dari aplikasi media sosial. 

Namun, pelaku bisnis tidak hanya berlaku sebagai “penjual”. Bagaimanapun juga, social commerce menggunakan platform media sosial yang pada dasarnya identik dengan storytelling. Maka dari itu, perkuat branding bisnis dengan merancang konten menarik dan relevan, sehingga bisa mengarahkan konsumen untuk melakukan pembelian langsung di platform media sosial.

Employee advocacy sebagai strategi konten

Selain bergantung pada informasi dari influencer, pelanggan juga memperhatikan bagaimana sebuah bisnis memperlakukan karyawan mereka. Inilah sebabnya strategi branding berupa employee advocacy bisa semakin populer. 

Anda dapat menerbitkan konten tentang behind-the-scenes pembuatan produk, pengalaman seru karyawan bekerja di perusahaan Anda, hingga meminta karyawan berbagi insight tentang peran mereka. Dengan demikian konten branding Anda akan terasa lebih humanis, autentik, dan relatable. Tentunya, hal ini juga perlu dibarengi dengan penerapan budaya kerja yang positif, sehingga karyawan pun akan bangga saat harus menceritakan brand.

Gamified marketing

Gamified marketing adalah strategi branding yang melibatkan elemen permainan. Tujuannya untuk menciptakan interaksi yang lebih menyenangkan di antara konsumen dan brand. Contohnya seperti mengumpulkan poin, pemberian badge, reward harian, spin and win, hingga hadiah gatcha

Adanya “permainan” dapat membuat marketing campaign terasa lebih engaging dan menghibur, terutama bagi konsumen dari generasi muda yang tumbuh dengan budaya gaming. Di sisi lain, pengalaman tersebut juga dapat memotivasi konsumen untuk terus berinteraksi dengan brand Anda, sehingga dapat memperkuat branding bisnis.

Konten interaktif akan semakin dicari

Tidak lagi puas hanya membaca atau menonton, keinginan konsumen untuk terlibat dengan brand akan semakin meningkat pada 2026 nanti. Untuk meningkatkan engagement, rancanglah konten interaktif yang memungkinkan konsumen untuk menjadi bagian dari cerita brand.

Kabar baiknya lagi, ada banyak jenis konten interaktif yang bisa Anda terapkan untuk memperkuat branding. Salah satunya adalah mengadakan kuis, voting, atau polling melalui konten Instagram Stories. Contoh lain yang tak kalah menarik adalah mengkombinasikan live shopping dengan giveaway interaktif. Anda bisa sekaligus mengumpulkan data preferensi konsumen melalui partisipasi tersebut.

Penekanan kuat pada UX konten

User experience tidak hanya berlaku pada website atau aplikasi, tapi juga konten branding. Jika konten terlalu panjang, terasa membingungkan, atau tidak mobile-friendly, konsumen tidak akan ragu untuk skip konten tersebut.

Jadi, untuk strategi branding 2026, sebaiknya buatlah konten yang mudah dipahami dalam sekali lihat. Misalnya, storytelling visual seperti reels dan carousel akan lebih efektif jika dibandingkan dengan artikel panjang tanpa struktur. Tak kalah penting, pastikan pula navigasi konten di website dan aplikasi selalu cepat dan responsif.

Integrasi data untuk personalisasi promosi

Promosi massal yang sama untuk seluruh target konsumen tidak lagi efektif. Kini, mereka mengharapkan pengalaman yang lebih personal. Adan dituntut untuk menyesuaikan promosi dengan kebiasaan, minat, dan riwayat interaksi mereka terhadap brand. Di sinilah integrasi data akan berperan penting. 

Dengan integrasi data dari berbagai saluran seperti website, media sosial, dan marketplace, Anda bisa mendapatkan informasi penting untuk memahami preferensi konsumen dan membuat konten yang sesuai. Tentunya, Anda tak perlu melakukan hal tersebut secara manual. Manfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk menawarkan rekomendasi produk yang relevan atau menyesuaikan pesan promosi sesuai riwayat belanja, lokasi, hingga waktu aktif konsumen.

Berdasarkan aneka tren strategi branding yang akan populer pada 2026, dapat disimpulkan bahwa konsumen masa kini mencari pengalaman yang autentik, personal, dan relevan. Artinya, Anda perlu beradaptasi sedini mungkin agar tidak tertinggal oleh perubahan pasar. Jika Anda ingin mulai menerapkan teknologi analisis pasar berskala besar, jangan khawatir karena ada Modalku yang sudah lama menjadi #AndalanPebisnis!

Bersama Modalku, Anda bisa mendapat dukungan finansial yang fleksibel melalui program Pendanaan Institusi. Mulai dari modal usaha untuk faktur kerja, purchase order, proyek pemerintah, hingga pendanaan berjangka, Modalku siap memberikan akses modal hingga Rp 5 miliar secara aman, cepat, dan terpercaya. Saatnya wujudkan strategi branding masa depan dan mengembangkan bisnis Anda bersama Modalku!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan