6 Jenis Penjualan dalam Bisnis yang Perlu Anda Ketahui

Setiap usaha atau bisnis selalu berurusan dengan penjualan yang menjadi tonggak utama dalam bisnis yang Anda jalani, baik itu bisnis berskala kecil, menengah, sampai skala besar. Penjualan sendiri ternyata memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut jenis penjualan dan manfaat penjualan yang perlu Anda ketahui.

Penjualan tunai

Jenis penjualan yang paling banyak dilakukan adalah penjualan tunai. Sifat dari penjualan tunai adalah cash and carry. Maksudnya adalah ketika penjual dan pembeli mendapatkan kesepakatan harga, pembeli akan menyerahkan sejumlah uang dengan harga yang ditentukan. Kemudian, pembeli memberikan produk, barang, maupun jasa setelah pembayaran kontan. 

Penjualan Kredit

Lalu, ada pula penjualan kredit. Jenis ini memiliki pengertian penjualan dengan sistem pembayaran dicicil selama kurun waktu tertentu. Cicilannya pun sesuai dengan lamanya kurun waktu kredit yang diberikan. Para penjual akan menerakan sistem bunga sekian persen dalam setiap cicilan kepada pembeli. Namun, ada pula yang menerapkan kebijakan tanpa bunga.

Penjualan Grosir

Penjualan grosir tidak dapat dilakukan secara langsung kepada pembeli, melainkan melalui perantara pihak ketiga. Pihak yang menjadi perantara ini adalah pabrik, pusat perbelanjaan, importir, hingga pedagang eceran. Biasanya, penjualan grosir meskipun dapat dibeli secara eceran namun harus jumlah besar.

Penjualan Tender

Selanjutnya adalah jenis penjualan tender. Penjualan jenis ini dilakukan terlebih dahulu setelah melewati proses tender. Bagi perusahaan yang ingin mendapatkan tender dalam proyek tertentu, semua prosedur haruslah dilewati dan diikuti dengan baik. Selain itu, semua ketentuannya dilakukan oleh penjual dan pembeli sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Penjualan Konsinyasi

Pernahkah Anda menjalankan bisnis dengan menitipkan produk yang dititipkan ke pihak ketiga? Inilah yang dinamakan dengan jenis penjualan konsinyasi. Nantinya, produk maupun jasa yang akan Anda jual harus melewati reseller terlebih dahulu untuk dijual kembali dan barang tersebut ada di tangan pembeli.

Penjualan Ekspor

Jenis penjualan yang terakhir adalah penjualan ekspor. Sesuai dengan namanya, penjualan ini berkaitan dengan masuknya barang ke luar negeri. Biasanya, dilakukan kepada pembeli dari mancanegara atau luar negeri. Khususnya untuk bisnis dengan omzet besar dan beroperasi dalam jumlah yang besar pula.

Manfaat penjualan yang perlu diketahui

Setelah mengetahui jenis penjualan, penting juga bagi Anda untuk mengetahui manfaat penjualan. Secara garis besar, manfaat penjualan ini ada tiga poin pentingnya. Mulai dari untuk mendapatkan keuntungan tertentu, meningkatkan volume penjualan, hingga untuk kelangsungan bisnis Anda.

  • Memperoleh laba

Poin pertama ini adalah merupakan inti dari manfaat penjualan. Produk maupun jasa yang dijual dengan baik dapat mendatangkan keuntungan. Tidak masalah Anda mendapatkan keuntungan sedikit demi sedikit, jika bisnis tersebut dijalankan dengan tekun maka hasil besar pun akan menanti. Ibarat kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

  • Meningkatkan volume penjualan

Manfaat penjualan lainnya adalah untuk meningkatkan volume penjualan. Volume penjualan bagi sebuah bisnis sangatlah penting, sebab dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam mencapai target yang sudah ditetapkan. Begitu pula dengan target, target dibuat agar perusahaan mendapatkan pemasukan dalam kurun waktu tertentu.

  • Menjamin keberlangsungan bisnis

Ketika perusahaan mencapai target yang sudah dibuat, maka perusahaan akan berkembang dengan baik. Termasuk meningkatkan volume penjualan. Dengan begitu, semakin tinggi volume penjualan maka semakin besar pula keuntungan yang didapat, bisnis pun dapat berjalan lancar.

Apa saja yang mempengaruhi?

Penjualan yang baik juga dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Anda pun harus memahami faktor-faktor tersebut agar tidak salah langkah dalam melakukan penjualan. Setidaknya, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi jenis penjualan:

  • Kemampuan dan kondisi dari penjual

Kondisi dari penjual ini menjadi hal utama. Di sini, Anda dituntut harus memiliki kemampuan agar barang yang dijual laku keras oleh pembeli. Misalnya saja mengenai strategi promosi yang tepat.

  • Pangsa pasar

Selain kondisi dari penjual sendiri, Anda harus mampu pula melihat kondisi pasar. Di antaranya adalah segmentasi pelanggan atau kelompok pembeli. Kemudian, jenis pasarnya apakah itu pasar lokal, internasional, konvensional, hingga pasar online. 

  • Modal

Terakhir adalah mengenai modal. Modal di sini dapat berupa uang yang dimiliki oleh unit usaha termasuk infrastruktur pendorong lainnya. Seperti mesin, alat transportasi, dan lain sebagainya. Berbicara mengenai modal ini, ada banyak cara yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari modal usaha secara patungan maupun meminjam di lembaga keuangan terpercaya. Salah satunya adalah Modalku. Di sini Anda bisa mendapatkan modal untuk usaha dengan proses yang mudah.

Leave a Reply