Suatu bisnis tidak bisa berjalan seorang diri. Anda membutuhkan banyak bantuan dari pihak lain, seperti karyawan, supplier, distributor, reseller, bahkan hingga kompetitor. Setiap pihak memiliki peran dan fungsi masing-masing hingga membentuk suatu ekosistem bisnis, dan berharap bisa menciptakan simbiosis mutualisme.
Dengan kata lain, ekosistem bisnis merupakan sekumpulan pihak yang terdiri dari penjual, supplier, distributor, reseller, konsumen, investor, hingga kompetitor yang berpartisipasi dalam proses penjualan produk suatu bisnis. Usaha Anda bisa berjalan dalam jangka panjang apabila ada dukungan ekosistem yang baik dan kuat. Namun, bagaimana cara membangun ekosistem yang ideal?
Tentukan masalah yang ingin dipecahkan dengan ekosistem bisnis
Sebelum mulai merancang ekosistem, tentukan dulu masalah yang ingin Anda pecahkan melalui ekosistem tersebut. Contohnya seperti tingkat penjualan rendah, kualitas produk menurun, efisiensi operasional yang tidak maksimal, atau adanya kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Dengan tujuan yang jelas, Anda akan lebih mudah menentukan langkah yang tepat ke depannya. Jadi, setiap langkah pun akan mendekatkan Anda pada ekosistem yang telah direncanakan.
Ketahui stakeholder yang akan dilibatkan
Ekosistem dalam bisnis melibatkan banyak pihak penting atau stakeholder. Tiap ekosistem memiliki stakeholder yang berbeda sesuai keperluan bisnis. Karena itu, tentukan stakeholder yang akan Anda libatkan. Umumnya, stakeholder yang terlibat dalam ekosistem bisnis adalah sebagai berikut:
- Penjual atau perusahaan;
- Konsumen;
- Key partners, seperti vendor, supplier, dan outsourcing;
- Distributor, seperti reseller, franchisee, atau affiliate;
- Investor
- Kompetitor;
- Alternatif, yakni penjual lain yang menawarkan solusi alternatif untuk kebutuhan konsumen, misalnya kopi dan es teh.
Perkuat jaringan keamanan dalam bisnis
Ekosistem bisnis di dunia digital tidak bisa lepas dari penggunaan internet, misalnya untuk melakukan digital marketing atau menerima pembayaran secara online dari pelanggan. Supaya tiap pihak bisa melakukan berbagai hal tersebut dengan aman, Anda perlu memperkuat jaringan keamanan dalam bisnis.
Tidak ada salahnya untuk berinvestasi pada teknologi sistem keamanan berkualitas baik supaya Anda terhindar dari risiko digital cyber seperti phising dan skimming. Jika sampai terjadi, hal ini tidak hanya merugikan Anda, tapi juga menurunkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda hingga membuat mereka enggan melakukan transaksi kembali.
Gunakan platform komunikasi yang tepat
Selain hal-hal yang tersebut, untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak membutuhkan jaringan keamanan. Contohnya, ketika bertukar chat dan e-mail dengan vendor, supplier, distributor, hingga investor.
Pesan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut biasanya bersifat penting dan rahasia. Oleh sebab itu, gunakan platform komunikasi yang tepat dan sudah lengkap dengan sistem keamanan canggih. Pastikan platform tersebut memiliki sistem enkripsi untuk melindungi data Anda, serta sistem akses yang ketat sehingga sembarang orang tidak bisa membukanya.
Jangan lupa lakukan analisis risiko
Analisis risiko juga menjadi hal penting dalam perancangan ekosistem bisnis. Catatlah berbagai risiko yang mungkin akan muncul pada tiap aktivitas stakeholder, misalnya seperti kenaikan harga bahan baku dari supplier, keterlambatan pembayaran utang, atau perubahan kebijakan dari pemerintah.
Setelah itu, lakukan brainstorming untuk menentukan langkah tepat dalam mengatasi berbagai kemungkinan risiko. Dengan adanya antisipasi seperti ini, Anda telah meminimalisir risiko kerugian bisnis jika seandainya risiko tersebut benar-benar terjadi.
Pastikan semua pihak terkait diuntungkan
Tak kalah penting, Anda juga perlu memastikan semua pihak dalam ekosistem bisnis dapat diuntungkan. Maka dari itu, sejak awal sebaiknya lakukan identifikasi peran dan fungsi dari masing-masing pihak, lalu tentukan keuntungan seperti apa yang bisa mereka dapatkan sesuai peran dan fungsi tersebut.
Misalnya, jika Anda bekerja sama dengan supplier untuk memasok bahan baku, pastikan supplier tersebut selalu mendapat bayaran tepat waktu. Begitu juga dengan konsumen, pastikan mereka selalu mendapatkan produk dan layanan terbaik dari bisnis Anda.
Kelancaran suatu usaha sangat ditentukan oleh ekosistem bisnis yang kuat. Wujudkan hal tersebut dengan menerapkan cara-cara di atas. Jika butuh dana tambahan untuk melakukannya, tak perlu khawatir karena Anda bisa mengandalkan layanan pendanaan produktif dari Modalk.
Modalku menyediakan pendanaan kredit melalui berbagai program untuk para pelaku UKM di sejumlah wilayah di Indonesia. Layanan dari Modalku menawarkan pendanaan kredit hingga Rp5 miliar dengan tenor fleksibel. Kunjungi website Modalku sekarang juga untuk informasi selengkapnya!

