Pengajuan pinjaman modal usaha dapat menjadi solusi strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Sayangnya, menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), banyak dari pengajuan tersebut yang ditolak karena buruknya kesehatan keuangan calon peminjam. Situasi yang cukup sering ditemukan adalah bisnis terlambat memenuhi kewajiban keuangan sebelumnya, atau belum mencatat arus kas yang sehat.
Oleh sebab itu, bagi Anda yang berencana mengajukan pendanaan modal usaha, sebaiknya pahami dulu cara cek kondisi keuangan bisnis. Langkah ini dapat meningkatkan peluang pengajuan Anda untuk disetujui oleh lembaga pembiayaan.
Tips Financial Check Up Usaha
Sebelum menyetujui suatu pinjaman, lembaga pembiayaan selalu mempertimbangkan kondisi keuangan bisnis. Dengan melakukan financial check-up berikut, Anda dapat memahami kondisi keuangan bisnis secara objektif dan meningkatkan peluang lolos pengajuan modal.
Periksa rasio utang dan aset
Rasio utang terhadap aset (debt-to-asset ratio) mengukur proporsi total utang bisnis jika dibandingkan dengan total aset. Untuk menghitungnya, Anda hanya perlu membagi total utang dengan total aset bisnis. Semakin tinggi rasionya, maka semakin besar pula proporsi aset yang dibiayai oleh utang. Artinya, bisnis cenderung lebih rentan terhadap risiko gagal bayar apabila pendapatan menurun.
Analisis arus kas dan profitabilitas
Dalam menilai kelayakan kredit, lembaga pembiayaan umumnya menganalisis arus kas bisnis untuk memastikan Anda mempunyai aliran kas positif dan konsisten. Arus kas yang positif menunjukkan bahwa bisnis Anda memiliki dana operasional yang cukup setiap bulan, sehingga meningkatkan kemampuan dalam melunasi pinjaman. Untuk menjaga arus kas tetap stabil dan konsisten, rutinlah membuat cash flow statement setiap bulan, serta identifikasi sumber pendapatan dan pengeluaran utama.
Selain analisis arus kas, periksa pula profitabilitas bisnis Anda. Hasil analisis akan menunjukkan apakah margin bisnis cukup sehat dan menguntungkan, sehingga menentukan kelayakan bisnis Anda dalam menerima pinjaman modal.
Pelajari rasio likuiditas dan solvabilitas
Rasio likuiditas merujuk pada kemampuan bisnis dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti biaya operasional bulanan dan utang, dengan menggunakan aset lancar yang tersedia. Cara paling sederhana untuk menghitung rasio ini adalah dengan rumus berikut: Current Ratio = Total Aset Lancar : Total Kewajiban. Rasio di atas 1 idealnya menunjukkan bahwa bisnis punya cukup aset untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
Di samping itu, ada pula rasio solvabilitas untuk mengukur kemampuan bisnis dalam memenuhi seluruh kewajiban, baik jangka pendek maupun panjang. Rasio solvabilitas tinggi umumnya menandakan struktur utang yang lebih sehat. Sebaliknya, rasio yang terlalu rendah dapat menjadi pertanda adanya risiko keuangan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Cek tren pertumbuhan penjualan dan jumlah pelanggan
Kesehatan keuangan bisnis dapat dilihat pula dari pertumbuhan penjualan dan jumlah pelanggan. Itulah mengapa lembaga pembiayaan juga menggunakan kedua faktor tersebut dalam menilai pengajuan pinjaman modal. Ketika bisnis memiliki tren pertumbuhan stabil atau naik, permintaan pasar dan potensi pendapatan di masa depan pun cenderung positif.
Karenanya, cek kembali tren pertumbuhan penjualan dan jumlah pelanggan bisnis Anda. Bandingkan data penjualan dari periode ke periode, misalnya quarter-on-quarter atau year-on-year. Analisislah data tersebut, apakah jumlah pelanggan semakin meningkat atau justru menurun.
Evaluasi pinjaman yang sedang berjalan (jika ada)
Bagi bisnis yang sedang memiliki pinjaman lain atau utang berjalan, lakukan evaluasi terhadap kewajiban tersebut. Cek kembali apakah pinjaman tersebut selalu dibayar tepat waktu, dan apakah jadwal pembayarannya masih realistis dengan arus kas bisnis saat ini. Tak kalah penting, hitunglah pula besar beban pembayaran pinjaman terhadap pendapatan.
Langkah ini penting karena pinjaman berjalan bisa memengaruhi skor kredit Anda, khususnya jika Anda pernah telat membayar cicilan.
Rekomendasi Pinjaman Modal #AndalanPebisnis yang Mudah dan Fleksibel
Setelah melakukan financial check-up dan memahami kondisi keuangan bisnis, kini saatnya Anda memilih layanan pendanaan yang aman, terpercaya, dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan bisnis. Modalku hadir dengan layanan Pendanaan Institusi sebagai #AndalanPebisnis yang membutuhkan akses modal cepat tanpa proses rumit.
Melalui layanan ini, Modalku menawarkan berbagai produk pendanaan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis: Pinjaman Faktur Kerja, Pinjaman Purchase Order, Pinjaman Berjangka, dan Pinjaman Tender Pemerintah. Dengan limit pendanaan mencapai Rp5 miliar dan tenor fleksibel, Anda pun bisa mengembangkan bisnis sambil tetap menjaga stabilitas arus kas.
Sebelum mengajukan pinjaman modal usaha, terapkan berbagai tips di atas untuk memastikan bisnis Anda berada dalam kondisi sehat dan siap menerima pendanaan. Setelah itu, pilihlah solusi pendanaan yang aman dan fleksibel dalam mendukung kebutuhan pengembangan usaha. Hal tersebut bisa Anda penuhi dengan mengajukan Pendanaan Institusi melalui Modalku, yang sudah menjadi #AndalanPebisnis dalam jangka panjang. Klik di sini untuk menumbuhkan bisnis Anda bersama Modalku!
[Maxbutton Name=”Pendanaan Institusi”]

