Apa yang Membedakan Bunga Simpel dan Bunga Efektif?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berurusan dengan layanan keuangan, mulai dari mengelola akun bank, transfer uang, mandaftar untuk pinjaman, ataupun berinvestasi. Semakin Anda menggunakan produk-produk keuangan, seperti pinjaman usaha, maka Anda akan berurusan secara langsung dengan beragam jenis suku bunga.

Kebanyakan orang menganggap bahwa besar bunga pinjaman yang perlu dibayar dihitung dari total pembayaran dikurangi dengan jumlah pinjaman. Padahal, jenis suku bunga serta cara menghitungnya bisa berpengaruh terhadap nilai pinjaman Anda. Pada dasarnya, setiap produk kredit bisa memiliki tipe suku bunga yang berbeda. Ada dua jenis bunga yang mendasar, yakni bunga simpel dan bunga efektif.

Lantas, apa yang menjadi perbedaan mendasar antara bunga simpel dan bunga efektif?

Definisi dan Cara Perhitungan Bunga Simpel

Saat mengajukan pinjaman dengan perhitungan bunga simpel, bunga yang harus dibayar hanya berdasarkan pokok pinjaman. Artinya, Anda tidak perlu membayar bunga atas bunga dari pinjaman tersebut. Pinjaman bunga simpel bersifat amortisasi, yang berarti sebagian dari setiap pembayaran digunakan untuk membayar bunga, dan sisanya diterapkan pada saldo pinjaman. Bunga simpel umumnya diterapkan untuk pinjaman jangka pendek.

Sebagai contoh menghitung bunga simpel, katakanlah Anda memiliki pinjaman sebesar Rp 10 juta dengan nilai suku bunga per tahun sebesar 3%.

Bunga per bulan Anda = Rp 10 juta x 3% : 12 = Rp 25.000,-

Bila Anda harus membayar pinjaman Anda dalam 3 tahun, maka total bunga yang akan Anda bayar selama tiga tahun adalah sebagai berikut:

Rp 10 juta x 3% x 3 (tahun) = Rp 900.000,-

Jadi, total angsuran yang akan Anda bayar selama 3 tahun mengikuti perhitungan bunga simpel adalah Rp 10 juta + Rp 900 ribu = Rp 10.900.000,- (atau merupakan pokok pinjaman ditambah jumlah bunga yang harus dibayar).

Definisi dan Cara Perhitungan Bunga Efektif

Bunga efektif umumnya dihitung dari sisa pinjaman yang belum dikembalikan oleh peminjam. Dengan demikian, jika Anda sudah mencicil beberapa kali, maka bunga dihitung berdasarkan sisa pinjaman yang belum dicicil. Angsuran yang harus dibayar per bulan pun semakin sedikit sebab bunga yang dibayar juga kian mengecil. Biasanya, bunga efektif diterapkan pada kredit dengan jangka menengah sampai panjang, misalnya kredit usaha, KPR, dan sejenisnya.

Misalnya, Anda meminjam uang sebesar Rp 60 juta dengan bunga kredit efektif 14% per tahun dalam jangka waktu 5 tahun atau 60 bulan. Maka, cicilan pokok per bulan yang harus dibayarkan dihitung dari Rp 60 juta ÷ 60 = Rp 1.000.000,-. Dengan demikian, jumlah angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulannya dapat dihitung sebagai berikut:

Bunga bulan ke-1 = (Rp 60.000.000 – (0 x Rp 1.000.000)) x 14% ÷ 12 =  Rp 700.000,-

Cicilan bulan ke-1 = Rp 1.000.000 +  Rp 700.000 = Rp 1.700.000,-

Bunga bulan ke-2 = (Rp 60.000.000 – (1 x Rp 1.000.000)) x 14% ÷ 12 = Rp 688.333,33

Cicilan bulan ke-2 = Rp 1.000.000 +  Rp 688.333,33 = Rp 1.688.333,33

Bunga bulan ke-3 = (Rp 60.000.000 – (2 x Rp 1.000.000)) x 14% ÷ 12 = Rp 676.666,67

Cicilan bulan ke-3 = Rp 1.000.000 + Rp676.666,67 = Rp 1.676.666,67

Dan begitu seterusnya.


Itulah perbedaan antara bunga simpel dan bunga efektif yang perlu Anda pahami demi membantu mengoptimalkan pemanfaatan produk keuangan. Semoga bermanfaat!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply