Bisnis logistik menghadapi tantangan yang cukup besar. Beberapa di antaranya seperti biaya operasional tinggi, keterlambatan pengiriman, hingga penggunaan armada yang tidak optimal. Belum lagi, proses dokumentasi manual yang rumit kerap memperlambat alur kerja hingga menurunkan efisiensi. Tapi, Anda bisa mengatasinya dengan digital freight matching (DFM).
Berkat adanya algoritma cerdas, teknologi satu ini dapat menghubungkan pengirim barang dengan penyedia jasa transportasi secara real-time, sehingga akan meningkatkan efisiensi. Seperti apa maksudnya? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan berikut!
Digital freight matching atau DFM adalah sistem berbasis teknologi yang mampu mencocokkan permintaan pengiriman barang dengan kapasitas transportasi secara otomatis dan real-time. DFM melakukan hal tersebut dengan menganalisis berbagai data relevan, seperti jenis muatan, lokasi, rute, dan waktu pengiriman. Biasanya, Anda dapat mengakses sistem DFM melalui aplikasi atau website.
Berkat kehadiran DFM, Anda tidak memerlukan perantara tradisional seperti broker. Dengan begitu, pengirim barang pun bisa langsung terhubung dengan operator armada pengiriman melalui aplikasi atau website. Sistem ini akan mendukung transaksi yang lebih transparan dan efisien dalam bisnis logistik, baik dari segi waktu maupun biaya.
Melalui sistem yang otomatis, DFM mampu memberikan manfaat tersendiri bagi bisnis logistik. Berikut beberapa di antaranya:
Teknologi DFM memungkinkan koordinasi real-time antara pengirim dan operator armada. Hal ini mendukung optimalisasi rute dengan mengurangi perjalanan tanpa muatan (empty miles). Selama proses berlangsung, seluruh pihak dapat memantau status pengiriman menggunakan fitur pelacakan real-time. Dengan begitu, operator bisa segera mengambil muatan baru setelah pengiriman selesai.
Penerapan DFM mampu menghilangkan perantara seperti broker. Alhasil, biaya transaksi pun jadi lebih rendah. Tak hanya itu, DFM juga memanfaatkan algoritma canggih untuk mengoptimalkan rute pengiriman, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini dapat membantu Anda menghemat biaya operasional.
Biasanya, sistem DFM terintegrasi dengan sistem dokumentasi bisnis logistik. Kemampuan ini mendukung penerbitan dokumen digital. Artinya, pembuatan dokumen seperti invoice, konfirmasi pengiriman, hingga bill of lading bisa cepat. Seluruh data tersebut akan terdokumentasi dalam format digital, sehingga lebih aman, pencarian mudah, dan pengaksesan kapan saja.
Jika menggunakan sistem DFM, setiap progress dan data akan tercatat secara otomatis dan real-time. Manfaat ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi waktu pengiriman tersibuk atau rute yang paling sering dilalui. Data tersebut bisa Anda analisis untuk mengetahui pola pengiriman. Bahkan, Anda juga bisa melakukan forecasting untuk mempersiapkan kapasitas armada di masa depan, sehingga risiko overbooking atau kekurangan sumber daya dapat dihindari.
Berbagai manfaat di atas membuktikan bahwa DFM berperan penting dalam efisiensi bisnis logistik. Namun, kelancaran adopsi teknologi DFM juga bergantung pada pemilihan platform. Supaya bisa mendapatkan platform DFM yang tepat, perhatikan tips berikut:
Pilihlah platform DFM yang memiliki fitur sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Salah satu fitur utama yang sebaiknya Anda pertimbangkan adalah pelacakan real-time, yang dapat memberikan informasi posisi armada secara up-to-date. Fitur lain yang tak kalah penting adalah integrasi data untuk analisis performa serta automasi pembayaran untuk memudahkan transaksi antara operator dan pengirim.
Platform DFM berkualitas tinggi idealnya dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen perusahaan Anda. Contohnya seperti transportation management system (TMS) atau enterprise resource planning (ERP). Integrasi tersebut dapat menunjang kelancaran operasional tanpa masalah yang signifikan.
Sistem DFM memang umumnya hadir dengan fitur-fitur canggih. Namun, bukan berarti platform tersebut sulit digunakan. Oleh sebab itu, pastikan software DFM memiliki user interface (UI) yang intuitif dan mudah dinavigasi. Tak kalah penting, platform tersebut juga sebaiknya fleksibel agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, seperti menambah modul baru.
Secara rata-rata, bisnis logistik membutuhkan modal minimal ratusan ribu USD atau setara miliaran Rupiah per tahun untuk implementasi DFM berskala besar. Untuk mendukung transformasi digital tersebut, Pendanaan Institusi dari Modalku hadir sebagai solusi pendanaan yang aman dan terpercaya.
Dengan bunga kompetitif dan fleksibilitas tenor, Modalku menawarkan berbagai produk pendanaan hingga Rp5 miliar. Anda bisa menggunakan modal usaha tersebut untuk berinvestasi pada DFM tanpa khawatir akan kelancaran arus kas. Ajukan pendanaan melalui Modalku sekarang juga untuk meningkatkan efisiensi bisnis logistik Anda!
Supplier yang terpercaya akan menjamin kelancaran pasokan barang dan kepuasan pelanggan. Begini cara memilihnya dengan…
Mendapatkan pinjaman modal usaha jangka panjang sering menjadi tantangan bagi banyak pelaku bisnis, mulai dari…
Meskipun Artificial Intelligence (AI) membuat banyak tugas menjadi lebih mudah, teknologi ini juga digunakan oleh…
Ternyata, modal ekstra dari pinjaman jangka pendek bisa menguntungkan sub-distributor FMCG dalam berbagai aspek. Mengapa?…
Bisnis supplier elektronik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Gangguan rantai pasok akibat pandemi,…
Salah satu strategi yang sering diterapkan dalam kemitraan usaha adalah cross marketing karena efektivitasnya. Simak…