Ini Cara Menghadapi Inflasi yang Tepat untuk UMKM!

Setiap tahun, angka inflasi terus berubah-ubah, dan hal ini bisa berdampak pada konsumen maupun pemilik usaha. Pada dasarnya, inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa terjadi karena adanya perbedaan antara jumlah uang serta barang yang beredar. Akibatnya, Anda selaku pemilik bisnis harus menaikkan harga barang untuk menutupi pengeluaran bahan baku produksi, sedangkan konsumen akan lebih memilih untuk berhemat. Karena itu, Anda perlu memperhatikan fenomena ini dan mengetahui cara menghadapi inflasi dengan tepat.

5 Cara Menghadapi Inflasi bagi Pemilik UMKM

Lalu, apa saja yang Anda harus lakukan untuk menyikapi inflasi sebagai seorang pemilik usaha? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Tetapkan harga jual yang tepat

Kunci pertama dari cara menghadapi inflasi sebagai pemilik UMKM ada di harga jual produk dan jasa Anda. Alasannya, harga yang terlalu tinggi akan membuat konsumen enggan berbelanja karena mereka akan lebih mengutamakan penghematan budget. Namun, di satu sisi, Anda juga akan lebih kesulitan menghasilkan keuntungan dengan harga jual yang terlalu rendah karena hasilnya tidak dapat sepenuhnya menutupi biaya belanja. 

Jadi, bagaimanakah Anda harus menetapkan harga jual dengan tepat? Pertama, Anda perlu menonjolkan keunikan dan keunggulan produk Anda yang kompetitor lain tidak miliki, sebagai justifikasi dari strategi pricing. Lalu, sebisa mungkin, cobalah menarget pembeli setia yang tidak akan keberatan dengan perubahan harga di tengah inflasi.

2. Identifikasi risiko supply chain

Cara menghadapi inflasi untuk UMKM yang berikutnya ada pada rantai pasokan atau supply chain Anda. Di tahap ini, Anda perlu mengidentifikasi apa saja risiko atau ancaman yang bisa membuat Anda kesulitan mencukupi stok produk. 

Misalnya, mungkin Anda hanya bisa mengandalkan satu supplier yang harganya terjangkau, atau supplier tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyediakan produk jualan Anda karena berasal dari luar negeri. Jika demikian, Anda bisa melakukan diversifikasi supply chain dengan menambah sumber supplier atau bahkan mempertimbangkan pemasok lokal.

3. Pastikan stok produk mencukupi setiap saat

Masih berkaitan erat dengan poin sebelumnya, mengetahui apa saja potensi risiko dari rantai pasokan Anda bisa membantu Anda mencukupi stok produk di gudang. Sebab, dengan cara menghadapi inflasi satu ini, Anda dapat membeli barang untuk dijual sebelum harganya berubah akibat fluktuasi pada angka inflasi. Hasilnya, Anda pun bisa menghemat pengeluaran supaya kesehatan finansial bisnis tetap terjaga. 

Selain itu, dengan memastikan Anda punya persediaan barang yang memadai di gudang, Anda juga dapat memenuhi permintaan pelanggan kapan pun supaya mereka tidak beralih ke bisnis pesaing. Jadi, Anda pun akan lebih untung, baik dari segi efisiensi biaya sekaligus kesetiaan pelanggan.

4. Kurangi pengeluaran sebisa mungkin

Selama inflasi, efisiensi budget merupakan elemen penting agar bisnis bisa bertahan dan tetap sukses. Maka dari itu, salah satu cara menghadapi inflasi yang selalu ada setiap saat adalah dengan menghemat pengeluaran sebisa mungkin. Untuk melakukannya, coba identifikasi apa saja pos pengeluaran yang memakan alokasi biaya paling besar dibandingkan dengan lainnya. 

Contohnya, mungkin Anda sudah menghabiskan banyak uang karena melakukan proses bisnis secara manual dengan banyak tenaga kerja. Solusinya, Anda bisa mengandalkan solusi otomatis berbasis teknologi. Namun, satu hal yang perlu diingat saat memangkas pengeluaran, pastikan Anda tidak mengurangi biaya hingga mengorbankan kualitas dari produk atau jasa yang dihasilkan.

5. Perhatikan arus kas secara berkala

Untuk mengetahui apakah Anda sudah berhasil menerapkan cara menghadapi inflasi dengan baik, jangan lupa menyempatkan waktu untuk mengecek cash flow atau arus kas Anda secara rutin. Sebab, melalui laporan arus kas, Anda dapat mengetahui apakah Anda sudah memaksimalkan sumber pemasukan dari penagihan, penjualan, atau kegiatan bisnis lainnya jika dibandingkan dengan besaran pengeluaran setelah melakukan pengetatan. 

Dengan demikian, Anda akan mengidentifikasi langkah berikutnya yang perlu diambil, entah itu mempertahankan strategi manajemen saat ini atau mengubah beberapa aspek dalam cara Anda mengelola bisnis di tengah inflasi.

Kelima cara menghadapi inflasi untuk pemilik UMKM yang sudah disebutkan sebelumnya memang membutuhkan pemahaman mendalam tentang situasi pasar terkini serta kiat manajemen keuangan. Selain itu, jangan lupa bahwa Anda juga harus memperhatikan kecukupan dana saat ini.

Jika Anda merasa harus mengandalkan suntikan dana dari pihak eksternal, jangan ragu-ragu memilih layanan pendanaan UMKM yang fleksibel dan bersahabat! Salah satu contohnya adalah Modalku yang siap membantu bisnis UMKM mana pun tetap sukses di tengah inflasi dengan bantuan modal usaha hingga Rp2 miliar. Bahkan, tenor pelunasannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Jadi, tunggu apa lagi? Ajukan permohonan Anda sekarang, yuk!

Ajukan Modal Usaha

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan