Salah satu hal yang perlu diingat saat memulai suatu bisnis adalah apakah Anda melakukannya bersama dengan orang-orang yang bisa dipercaya. Untuk mengatasi kekhawatiran ini, membangun bisnis keluarga bersama kerabat memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, tak jarang bisnis semacam ini diprakarsai oleh pasangan suami istri.
Ide bekerja bersama orang-orang yang Anda cintai, membangun masa depan bersama, dan memelihara warisan keluarga memang terdengar sangat menarik. Namun, mengelola bisnis keluarga juga memerlukan perhatian ekstra terhadap dinamika antara keluarga dan bisnis itu sendiri. Lantas, bagaimana caranya agar bisnis bisa tetap sukses dan awet?
1. Utamakan komunikasi yang transparan
Salah satu kunci utama kesuksesan dalam bisnis keluarga adalah komunikasi yang transparan. Setiap anggota keluarga yang terlibat dalam bisnis harus saling berbagi informasi, pemikiran, dan pandangan dengan jujur serta terbuka.
Hindari mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan anggota keluarga yang lain. Dengan komunikasi yang baik, Anda dapat menghindari konflik dan salah paham yang dapat mengganggu jalannya bisnis.
2. Tentukan sistem bagi hasil yang adil
Pembagian keuntungan selalu bisa memicu terjadinya perselisihan, termasuk dalam bisnis yang dijalankan bersama keluarga. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan sistem bagi hasil yang adil dan transparan.
Setiap anggota keluarga yang terlibat harus mendapatkan bagian yang sesuai dengan kontribusinya. Hal ini akan mencegah ketidakpuasan dan perasaan tidak adil di antara anggota keluarga yang terlibat, sekaligus mendorong motivasi dan kerja sama yang baik dalam tim.
3. Tetapkan batas antara bisnis dan keluarga
Salah satu kesalahan umum dalam berbisnis dengan keluarga adalah kurangnya pemisah antara urusan bisnis dan urusan keluarga. Penting untuk menetapkan batas yang jelas antara dua hal ini. Ada saatnya untuk membicarakan bisnis dan ada saatnya untuk fokus pada hubungan keluarga.
Selama jam kerja, fokuslah pada pekerjaan dan profesionalisme. Namun, saat berada di lingkungan keluarga, hindari membicarakan bisnis secara berlebihan dan manfaatkan waktu untuk bersantai atau melakukan aktivitas bersama. Menjaga keseimbangan ini akan membantu menjaga hubungan baik di kedua sisi.
4. Pastikan detail hak dan kewajiban tiap anggota cukup jelas
Detail hak dan kewajiban setiap anggota keluarga yang terlibat dalam bisnis harus jelas dan tercatat dengan baik. Apalagi jika ada anggota keluarga yang memiliki peran dan tanggung jawab khusus, Anda bisa membuat dokumen tersendiri yang menggunakan materai. Ini akan membantu menghindari kebingungan di masa depan dan memastikan bahwa semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang peran mereka dalam bisnis.
5. Rencanakan pewarisan posisi sedini mungkin
Jika Anda berencana untuk meneruskan bisnis yang telah Anda bangun kepada generasi berikutnya, rencanakan pewarisan posisi dengan baik. Identifikasi anggota keluarga yang paling cocok untuk mengambil alih peran penting dalam bisnis. Berikan pelatihan dan pengalaman yang diperlukan agar transisi kepemimpinan berjalan mulus.
Idealnya, memilih siapa yang akan mengambil alih kepemimpinan atau posisi kunci di masa depan perlu dipikirkan jauh sebelumnya. Ini memberi waktu bagi calon penerus untuk mempersiapkan diri dan memahami tanggung jawab yang akan diemban.
6. Dapatkan nasihat objektif dari pihak ketiga
Terkadang, Anda harus mengambil keputusan sulit dalam berbisnis, seperti saat ingin mengambil risiko atau memperluas bisnis. Dalam situasi ini, sangat berharga untuk mendapatkan nasihat objektif dari pihak ketiga, seperti konsultan bisnis atau profesional keuangan. Pendapat dari luar dapat membantu Anda menghindari pengambilan keputusan secara emosional dan impulsif.
7. Perlakukan setiap pekerja dengan adil
Dalam bisnis keluarga, ada kemungkinan anggota keluarga juga merupakan karyawan. Ketika ini terjadi, penting untuk tetap memperlakukan setiap pekerja dengan adil, baik itu anggota keluarga maupun bukan. Hindari memihak atau memberikan perlakuan khusus hanya karena hubungan keluarga.
Jangan biarkan faktor hubungan keluarga mempengaruhi pengambilan keputusan terkait promosi, gaji, dan penghargaan. Memperlakukan semua pekerja dengan adil akan membantu menjaga profesionalisme dan semangat kerja yang positif.
Mengembangkan bisnis adalah perjalanan yang memerlukan komitmen, kerja keras, dan komunikasi yang baik. Dengan mengutamakan transparansi, adil dalam pembagian hasil, dan mengelola batas antara bisnis dan keluarga, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan jangka panjang.
Memulai bisnis ini pun bukan lagi sekedar mimpi dengan adanya pendanaan online dari Modalku. Layanan kredit modal usaha yang ditawarkan Modalku tak memerlukan jaminan sehingga Anda tak perlu takut akan kehilangan aset berharga. Dapatkan pendanaan hingga Rp 2 miliar lewat persyaratan mudah, cepat, dan aman hanya di Modalku!

