7 Tips Menghemat Biaya Last Mile Delivery untuk Cargo

Dalam bisnis cargo atau logistik, last mile delivery merujuk pada tahap terakhir proses pengiriman barang. Pada tahap tersebut, paket dikirimkan dari hub logistik ke sebuah kantor atau rumah pelanggan. Meski terdengar simpel, tahap ini sebetulnya menyimpan tantangan besar. Contohnya, jarak pengiriman yang pendek tapi tersebar, serta ekspektasi tinggi pelanggan akan pengiriman cepat.

Karena tantangan tersebut, last mile delivery kerap menyumbang hingga 53% dari total biaya logistik. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami cara mengoptimalkan biaya pengiriman last mile tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Tips Efisiensi Biaya Last Mile Delivery

Dengan strategi yang tepat, Anda dapat memotong pengeluaran last mile delivery dan mengalokasikannya untuk hal penting lain. Berikut beberapa contohnya:

Terapkan perencanaan rute yang komprehensif

Jarak dan rute pengiriman merupakan faktor utama yang memengaruhi biaya last mile delivery. Semakin jauh jarak pengiriman, akan semakin tinggi pula biayanya. Itulah kenapa Anda perlu mengoptimalkan rute pengiriman paket untuk memotong jarak. Tak perlu melakukannya secara manual, Anda bisa menggunakan software berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan jalur pengiriman yang lebih efisien. 

Teknologi ini mampu mempertimbangkan faktor seperti jarak antar-lokasi, kondisi lalu lintas, ekspektasi waktu pengiriman, hingga cuaca. Dengan begitu, Anda bisa mengirimkan paket melalui rute tercepat, sehingga mengurangi waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar.

Pastikan penyebaran lokasi gudang sudah efektif

Identifikasi kembali penyebaran lokasi gudang-gudang bisnis Anda; apakah selama ini sudah efektif? Usahakan untuk menempatkan gudang di lokasi strategis yang dekat dengan area pelanggan utama. Cara ini dapat membantu memperpendek jarak pengiriman, sehingga juga memungkinkan pengiriman paket pada hari yang sama. Lakukan evaluasi data pelanggan untuk menentukan area optimal dalam menyewa atau membangun gedung.

Pertimbangkan model hub-and-spoke

Spoke adalah titik distribusi kecil. Model hub-and-spoke melibatkan satu hub utama yang menerima paket dalam jumlah besar, lalu mendistribusikan paket tersebut ke spoke. Dengan model pengiriman seperti ini, Anda bisa mengurangi biaya transportasi jarak jauh dalam last mile delivery. Tak hanya itu, model hub-and-spoke juga memungkinkan Anda menggunakan kendaraan yang lebih kecil untuk pengiriman lokal, sehingga turut meningkatkan fleksibilitas logistik.

Bagikan informasi real-time tracking kepada pelanggan

Pelanggan zaman sekarang sangat menghargai transparansi informasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dalam bisnis logistik, bagikan informasi real-time tracking kepada pelanggan. Dengan begini, mereka bisa melacak lokasi paket secara real-time, sehingga membantu mengurangi kecemasan pelanggan.

Di sisi lain, pelanggan jadi tidak perlu berulang kali menanyakan status pengiriman paket mereka kepada customer service perusahaan. Alhasil, beban kerja customer service pun bisa berkurang. Hal ini memungkinkan tim customer service untuk lebih fokus pada pekerjaan yang strategis.

Sediakan pick-up point dengan loker

Letakkan loker atau pick-up point di berbagai lokasi strategis yang mudah dijangkau, seperti minimarket atau stasiun. Dengan cara ini, pelanggan dapat mengambil paket pesanan sendiri kapan saja. Sementara itu, Anda jadi tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pengiriman langsung ke rumah pelanggan, terutama di area yang memiliki tingkat pengantaran ulang tinggi. Supaya lebih aman dan efisien, Anda bisa menyediakan teknologi smart locker.

Perhatikan volume dan bobot kemasan paket

Volume dan bobot kemasan paket ternyata cukup berpengaruh dalam efisiensi last mile delivery. Pastikan kemasan paket tidak hanya mampu melindungi produk, tapi juga tidak memiliki ukuran dan bobot yang berlebihan. Ketika paket memiliki volume dan bobot yang cenderung kecil, kendaraan jadi bisa mengangkut lebih banyak paket dalam satu pengiriman. Hal ini pun bisa membantu mengurangi jumlah perjalanan.

Pertimbangkan hybrid fleet management system

Hybrid fleet management system dapat menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan efisiensi pengiriman last mile. Sistem ini mengkombinasikan penggunaan armada milik sendiri dan pihak ketiga, seperti mitra logistik. 

Anda bisa menggunakan armada milik sendiri untuk pengiriman di rute tetap atau area dengan permintaan tinggi. Kemudian, gunakan armada pihak ketiga untuk menjangkau area yang jarang dikunjungi atau ketika peak season, seperti tanggal kembar. Dengan menerapkan hybrid fleet management system, Anda dapat mengontrol biaya tanpa mengorbankan jangkauan layanan.

Terapkan cara-cara di atas untuk menghemat biaya last mile delivery pada bisnis cargo. Berbagai strategi tersebut tidak hanya memerlukan perubahan operasional, tapi juga investasi biaya untuk teknologi software, optimasi rute, penambahan gudang, hingga penyediaan smart locker. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, Anda bisa mengandalkan Pendanaan Institusi Modalku.

Dengan produk pendanaan hingga Rp5 miliar yang fleksibel, Modalku mampu membantu Anda mendanai efisiensi dan inovasi logistik. Alhasil, bisnis cargo Anda akan tetap kompetitif di tengah pasar yang terus berkembang. Tunggu apa lagi? Klik di sini untuk ajukan Pendanaan Institusi Modalku sekarang juga!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan