Bisnis pariwisata terus berkembang seiring perubahan tren pasar dan kebutuhan pelanggan. Agar tetap kompetitif dan unggul di pasaran, para pelaku bisnis perlu up-to-date dengan tren terkini. Hal Langkah ini dapat membantu Anda meningkatkan pengalaman pelanggan, sehingga memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Untuk itu, kenali beberapa tren masa depan dalam industri pariwisata dan bagaimana Anda bisa memanfaatkannya.
Meningkatnya permintaan penggunaan gadget pribadi oleh pelanggan
Pemanfaatan teknologi menjadi hal yang tak terpisahkan dari tren bisnis pariwisata. Salah satu buktinya terlihat dari peningkatan penggunaan gadget pribadi oleh pelanggan. Saat ini, semakin banyak pelanggan menginginkan layanan pariwisata yang bisa diakses melalui gadget pribadi.
Contohnya seperti reservasi dan check-in hotel, pemesanan makanan, hingga mengakses layanan dan fasilitas lokasi bisnis. Untuk memenuhi permintaan tersebut, berikan pengalaman digital yang user-friendly melalui platform online atau aplikasi mobile kepada pelanggan.
Hotel sebagai tempat untuk komunitas
Hotel bukan lagi sekadar tempat untuk menginap. Tren ini muncul dari kebutuhan pelanggan yang mencari pengalaman lebih. Itulah kenapa semakin banyak hotel yang kini mentransformasi area lobi dan lounge mereka sebagai “third spaces”. Beberapa hotel menggunakannya untuk menyediakan coworking space atau menggelar acara komunitas.
Dengan mengadopsi konsep “community hub” pada hotel, Anda bisa menarik tamu yang ingin menginap maupun pelanggan sekitar yang mencari pengalaman lebih. Hal ini tak hanya meningkatkan daya tarik bisnis pariwisata Anda, tapi juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Meningkatnya permintaan fasilitas remote working
Remote working telah mengubah cara orang-orang dalam bekerja. Sistem tersebut memungkinkan mereka untuk bekerja dari mana pun. Tidak mengherankan ketika permintaan akan fasilitas remote working meningkat. Anda bisa memenuhi permintaan tersebut dengan menyediakan fasilitas remote working di hotel, sehingga pelanggan dapat melakukan workation (work-vacation).
Untuk menunjang pengalaman remote working para pelanggan, sediakan area kerja khusus di dalam kamar serta fasilitas publik di area hotel. Lalu, pasanglah koneksi internet stabil dan berkecepatan tinggi. Jika memungkinkan, berikan akses ke ruang meeting dan zona tenang untuk mereka yang ingin lebih fokus bekerja atau melakukan video conference.
Penerapan contactless technology
Adopsi teknologi pada bisnis pariwisata bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelanggan. Hal ini bisa Anda wujudkan dengan menerapkan teknologi contactless atau tanpa kontak. Contohnya seperti pembayaran digital, sistem check-in otomatis, hingga penggunaan kode QR untuk mengakses informasi.
Lebih dari sekadar tren, teknologi contactless dapat menunjang pengalaman pengunjung serta meningkatkan daya saing bisnis Anda. Di sisi lain, pelanggan juga akan menilai bisnis Anda sebagai bisnis yang mengutamakan pelanggan dan update teknologi.
Permintaan layanan non-bundle yang meningkat
Pelanggan di era modern semakin mengutamakan fleksibilitas dalam memilih layanan. Hal ini juga berlaku untuk bisnis pariwisata. Umumnya, mereka ingin memilih dan membayar hanya untuk layanan yang mereka inginkan. Untuk beradaptasi dengan tren tersebut, sediakan opsi layanan non-bundle.
Misalnya, selama ini hotel Anda hanya menawarkan layanan bundle yang mencakup kamar dan breakfast. Padahal, banyak pelanggan yang mungkin tidak ingin sarapan di hotel. Maka dari itu, Anda bisa memberikan opsi layanan non-bundle, seperti kamar saja. Namun, tetap sediakan add-ons seperti breakfast, laundry, atau housekeeping agar pelanggan bisa lebih fleksibel memilih layanan yang mereka mau.
Penggunaan AI dalam strategi bisnis
Adopsi kecerdasan buatan (AI) akan semakin umum dilakukan oleh pelaku bisnis pariwisata, terutama dalam mendukung strategi bisnis. Banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan teknologi AI, salah satunya adalah mengadopsi chatbot untuk merespons pertanyaan dan permintaan pelanggan secara lebih cepat dan akurat.
Opsi lainnya adalah dengan menerapkan predictive analysis berbasis AI pada sistem hotel. Teknologi ini memungkinkan Anda untuk mengumpulkan dan analisis data pengunjung. Berdasarkan hasil analisis, Anda dapat mempelajari preferensi tamu untuk meningkatkan layanan dan mengoptimalkan alokasi sumber daya.
Identifikasi kembali berbagai tren di atas agar bisa memaksimalkan penerapannya pada bisnis pariwisata Anda. Apa pun tren yang Anda adopsi, prosesnya akan membutuhkan investasi strategis, termasuk dalam hal teknologi, infrastruktur, hingga pelatihan karyawan.
Untuk membantu menghadapi perubahan tren tersebut, Anda bisa mengajukan permohonan Pendanaan Institusi Modalku. Dengan akses pendanaan hingga Rp5 miliar yang fleksibel dan proses pengajuan yang mudah, Modalku membantu mendukung bisnis Anda agar tetap bersaing di industri yang dinamis. Klik di sini untuk mengajukan pendanaan sekarang juga!

