Bisnis pasti memiliki tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan finansial sebanyak mungkin. Namun, cara mencapai tujuan tersebut juga tidak kalah penting agar tidak ada orang lain yang merasa dirugikan. Oleh sebab itu, Anda perlu menerapkan etika bisnis ketika merintis dan mengembangkan bisnis sendiri. Apalagi, etika dalam bisnis membawa banyak keuntungan yang akan menunjang kesuksesan Anda dalam jangka panjang. Mengapa demikian? Anda bisa mempelajarinya melalui tulisan ini!
Apa Itu Etika Bisnis?
Etika bisnis adalah kumpulan nilai dan norma yang perlu dijunjung pemilik bisnis setiap saat ketika hendak mengambil keputusan untuk mengembangkan usaha mereka. Tujuan terpenting dari penerapan etika dalam bisnis adalah untuk memastikan bahwa keputusan Anda selaku pemilik usaha tidak menimbulkan kerusakan bagi lingkungan, masyarakat, ekonomi, karyawan, dan sesama pebisnis.
3 Manfaat Etika Bisnis bagi UMKM
Apa saja manfaat dari menerapkan etika bisnis dalam setiap aspek operasional dan pengelolaan UMKM? Berikut adalah keuntungan terbesarnya bagi Anda:
1. Menciptakan hubungan baik dengan konsumen
Jika Anda berada di posisi konsumen, besar kemungkinan Anda akan memilih bisnis yang memiliki reputasi baik, kan? Untuk mencapai reputasi tersebut, tentunya Anda perlu menerapkan etika bisnis dalam setiap keputusan bisnis.
Sebab, dengan image yang positif, Anda pun bisa lebih mudah berinteraksi dengan pelanggan. Hasilnya, mereka pun akan lebih percaya dengan brand Anda, dan bahkan merekomendasikannya kepada lebih banyak orang.
2. Memperluas kesempatan kolaborasi bisnis
Rekomendasi dari pelanggan setia yang mengetahui reputasi positif bisnis Anda tidak hanya akan menguntungkan posisi di kalangan konsumen, tapi juga keseluruhan industri bisnis Anda. Sebab, calon mitra bisnis pastinya akan meneliti rekam jejak badan usaha yang akan bekerja sama dengan mereka sebelum memantapkan hubungan kolaborasi tersebut.
Jadi, dengan menerapkan etika bisnis dan mempertahankan reputasi usaha, pintu hubungan kemitraan bisnis Anda pun akan terbuka lebih luas karena ada banyak pebisnis yang mau berkolaborasi bersama Anda.
3. Menjaga keharmonisan di lingkungan kerja
Ketika pegawai Anda bekerja untuk bisnis yang etis, mereka akan merasa lebih betah dan nyaman. Hasilnya, mereka pun akan lebih terdorong untuk menyumbang ide terbaik dan menjalin hubungan baik dengan semua orang–termasuk rekan kerja serta atasan. Maka dari itu, jika Anda ingin menciptakan budaya kerja yang positif, etika bisnis adalah jawabannya.
Contoh Penerapan Etika Bisnis
Lalu, bagaimanakah Anda bisa menerapkan etika bisnis secara praktis ketika mengembangkan UMKM rintisan sendiri? Tidak perlu bingung, Anda bisa mempelajarinya di daftar ini:
1. Kejujuran dan integritas
Kejujuran di sini berarti Anda bersikap terbuka dengan proses pengambilan keputusan Anda serta alasan di baliknya. Lalu, Anda bisa menunjukkan integritas dengan menjalankan nilai pedoman utama Anda. Bagaimanakah praktiknya dalam kehidupan nyata?
Contohnya, ketika Anda tidak sengaja membuat kesalahan yang berpotensi merugikan pelanggan, Anda dapat membuktikan dua karakteristik tersebut dengan mengakui alasannya dan memberikan solusi untuk mengatasinya.
2. Kepatuhan
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kepatuhan terhadap peraturan. Artinya, Anda selalu mengikuti hukum dan ketentuan yang berlaku ketika mengambil keputusan untuk mengembangkan bisnis. Contohnya, ketika Anda mengikuti undang-undang tentang ketenagakerjaan saat membayarkan gaji serta menentukan jadwal kerja pegawai, Anda telah menunjukkan kepatuhan terhadap hukum sekaligus memperhatikan kesejahteraan mereka.
3. Kesetiaan
Kesetiaan dalam konteks ini berarti Anda tetap berpegang pada nilai-nilai yang dijunjung sejak awal, apapun yang terjadi. Misalnya, dengan memenuhi ketentuan kolaborasi bersama brand lain hingga akhir durasi kerja sama, Anda sudah menunjukkan sikap setia terhadap hubungan bisnis tersebut. Hal yang sama juga berlaku saat Anda tidak mengambil posisi rangkap yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan bagi bisnis sendiri.
4. Keadilan
Etika bisnis juga mempertimbangkan bagaimana Anda memperlakukan partner bisnis, pelanggan, dan karyawan secara sama rata dan objektif. Sebagai contoh, saat Anda harus merekrut dua kandidat, Anda telah menunjukkan keadilan saat Anda menentukan pilihan berdasarkan kemampuan dan pengalaman kerja masing-masing calon karyawan, bukannya atas dasar hubungan kedekatan personal.
Meskipun Anda mungkin baru merintis usaha kecil-kecilan saat ini, tidak ada salahnya Anda menerapkan etika bisnis dalam keseharian sebagai batu loncatan untuk masa depan. Untuk semakin menunjang perkembangan bisnis Anda dalam jangka panjang, Anda juga bisa mencari modal tambahan dari layanan pendanaan profesional khusus UMKM, contohnya Modalku.
Bisnis Anda pastinya bisa semakin maju dengan dana hingga Rp2 miliar, suku bunga bersahabat, dan jangka waktu pembayaran yang fleksibel. Yuk, pelajari manfaat selengkapnya di sini, dan jangan ragu-ragu mengajukan permohonan Anda!

