Menabung sisa penghasilan harus dibarengi dengan kegiatan investasi. Bunga tabungan yang Anda dapatkan jumlahnya kecil, bahkan sering kalah dengan laju inflasi nasional. Untuk memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi dan mengalahkan inflasi, kita juga harus investasi. Tabungan dan investasi bekerja sama untuk mengoptimalkan aset Anda secara jangka panjang.

Investasi ada banyak macamnya, dan tak semua membutuhkan modal tinggi. Bahkan anak muda bisa mencari layanan alternatif investasi yang sesuai. Nah, sebelum memulai investasi, perhatikan dulu realistis tidaknya rencana dan tujuan Anda dengan mengajukan 4 pertanyaan berikut.

Seberapa Besar Penghasilan Anda?

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan sebelum melakukan investasi adalah memikirkan seberapa besar penghasilan Anda. Jika penghasilan Anda pas-pasan, sampai-sampai kurang mencukupi kebutuhan sehari-sehari, sebaiknya tunda dulu keinginan berinvestasi. Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari berinvestasi memang sangat menggiurkan, namun jangan sampai Anda gegabah memasukkan semua uang yang Anda miliki dalam instrumen investasi lalu Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup atau keperluan mendadak.

Ingat bahwa modal yang dimasukkan dalam investasi biasanya tidak boleh ditarik hingga akhir periode. Anda bisa dikenai biaya penalti apabila menarik uang sebelum waktunya.

Seberapa Besar Pengeluaran untuk Kebutuhan Anda?

Selain penghasilan, perhatikan juga pengeluaran. Apabila kebutuhan Anda banyak, maka Anda harus memikirkan investasi secara matang. Jangan sampai karena melakukan investasi, justru banyak pengeluaran yang harus dipangkas sehingga Anda harus mencari pinjaman uang untuk menutup kebutuhan tersebut. Pinjaman seperti ini tidak produktif dan malahan dapat merusak kondisi finansial Anda.

Berapa Jumlah Utang yang Anda Miliki Saat Ini?

Berhubungan dengan poin sebelumnya, jangan abaikan utang yang sedang Anda tanggung di saat ini. Jangan sampai hasil investasi Anda akhirnya terkuras untuk menutup pinjaman sana-sini. Sebaiknya Anda menunggu sampai semua utang pribadi selesai dibayarkan untuk memulai investasi agar mengurus portofolio investasi menjadi lebih mudah.

Seberapa Besar Aset Anda?

Seberapa banyak aset yang Anda miliki saat ini? Semakin banyak aset yang Anda miliki, maka semakin besar peluang Anda memperoleh keuntungan investasi yang lebih besar. Anda berinvestasi dengan aset yang Anda miliki. Misalnya, jika Anda memiliki 3 unit rumah di pusat kota yang tidak ditempati, Anda bisa menyewakannya. Berbeda jika Anda hanya memiliki 1 unit rumah saja.


Untuk memaksimalkan perjalanan investasi Anda, Anda harus mempertimbangkan hal-hal di atas. Pertimbangkan penghasilan, pengeluaran, utang saat ini, dan aset yang sudah ada. Apabila setelah dikurangi pembayaran utang dan pengeluaran ada penghasilan atau aset yang tersisa, Anda bisa menggunakan sisa bersih tersebut untuk investasi. Meskipun keuntungan yang Anda peroleh mungkin tidak begitu besar saat memulai investasi, tapi seiring berjalannya waktu Anda bisa beralih ke instrumen yang lebih menguntungkan dan sesuai dengan peningkatan kemampuan finansial Anda.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.