Kerja sama yang baik di dunia bisnis hanya bisa berjalan jika didasari kepercayaan kuat antara karyawan, manajer, hingga pemangku kepentingan (stakeholders). Anda bisa membangun pondasi kepercayaan tersebut dengan selalu jujur dan terbuka dalam komunikasi. Hal ini berlaku untuk semua aspek, tidak terkecuali transparansi keuangan.
Bahkan, masih ada perusahaan bisa merasakan sejumlah manfaat lain apabila selalu terbuka akan kondisi keuangan bisnis. Simak selengkapnya di bawah ini!
Manfaat Transparansi Keuangan
Transparansi keuangan adalah upaya berbagi informasi finansial perusahaan dengan karyawan, manajemen, stakeholder, serta shareholder. Dengan menerapkan praktik satu ini, Anda bisa merasakan berbagai manfaat berikut:
- Meningkatkan kepercayaan dan kesetiaan pegawai
Saat perusahaan memutuskan untuk terbuka akan keuangan, hal ini bukan sekadar berbagi informasi finansial perusahaan kepada pegawai. Namun, perusahaan memberikan akses tools dan pengetahuan kepada pegawai untuk terlibat dalam metrik-metrik produktivitas dan keuangan perusahaan.
Dengan tools dan pengetahuan tersebut, perusahaan berharap agar para pegawainya mampu memahami bagaimana perusahaan beroperasi, dan bagaimana pekerjaan mereka berdampak terhadap kesuksesan perusahaan.
Transparansi informasi seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan pegawai terhadap perusahaan, sehingga menumbuhkan komitmen baru untuk berusaha mencapai target bisnis. Selain itu, kepercayaan tersebut juga dapat meningkatkan kesetiaan pegawai karena mereka merasa dihargai sebagai bagian penting dari perusahaan.
- Mendukung pengambilan keputusan dengan tepat
Keterbukaan finansial juga dapat mendukung pengambilan keputusan dengan tepat, terutama di kalangan manajemen dan stakeholder. Ketika stakeholder selalu mendapat informasi terkini tentang keuangan perusahaan, mereka bisa update dengan kondisi bisnis.
Jadi, jika seandainya ditemukan hal-hal yang dirasa berdampak buruk terhadap keberlangsungan perusahaan, mereka bisa langsung melakukan planning, budgeting, atau tindakan lain yang dibutuhkan. Risiko kerugian yang lebih besar pun dapat diminimalisir.
- Meningkatkan minat investor terhadap bisnis
Untuk mengembangkan bisnis, Anda butuh modal dari investor. Namun, investor hanya mau menyuntikkan dana apabila bisnis Anda memiliki prospek yang menjanjikan. Nah, hal ini dapat Anda tunjukkan melalui transparansi keuangan.
Jadi, jangan ragu memberikan akses laporan keuangan kepada calon investor. Mereka akan mempelajari laporan keuangan tersebut untuk menganalisis kesehatan finansial perusahaan. Berdasarkan hasil analisis, mereka akan memutuskan untuk investasi atau tidak. Dengan kata lain, keterbukaan finansial dapat mendukung pemberian modal dari investor kepada perusahaan.
Cara Meningkatkan Transparansi Keuangan dalam Bisnis
Semua manfaat di atas bisa Anda dapatkan melalui praktik transparansi terhadap keuangan bisnis. Supaya prosesnya efektif dan hasilnya pun optimal, sebaiknya perhatikan dulu cara-cara berikut ini:
1. Terapkan SOP yang konsisten dan jelas
Sama seperti kebijakan lain di perusahaan, praktik transparansi finansial juga membutuhkan standard operating procedure (SOP) yang jelas dan konsisten. Bahkan jika perlu, bentuklah tim khusus untuk menyusun SOP tersebut. SOP inilah yang akan menjadi panduan dasar dalam menerapkan transparansi finansial di perusahaan: mulai dari prosedur, metode, kebijakan, evaluasi, tool yang digunakan, hingga privasi data.
2. Pantau aktivitas finansial secara menyeluruh
Setelah SOP transparansi keuangan resmi diterapkan, perusahaan juga perlu melakukan kontrol internal untuk memantau aktivitas finansial secara menyeluruh. Tujuannya untuk mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki terjadinya kesalahan maupun fraud pada data keuangan perusahaan.
Umumnya, kontrol internal terdiri dari serangkaian kebijakan, prosedur, sistem, dan aktivitas untuk memastikan kualitas, integritas, dan keamanan informasi keuangan perusahaan. Beberapa praktik yang termasuk dalam kontrol internal adalah delegasi tugas, penetapan proses otorisasi dan persetujuan, dokumentasi, serta penyimpanan laporan.
3. Berikan kabar kondisi keuangan secara berkala
Last but not least, selalu kabarkan kondisi keuangan secara berkala kepada pihak-pihak yang terlibat, terutama kepada stakeholders yang bertanggung jawab mengambil keputusan penting terkait masa depan perusahaan. Update terhadap kondisi keuangan akan memungkinkan mereka untuk memberikan feedback yang sesuai.
Dalam menyampaikan informasi tentang kondisi keuangan, gunakan bahasa yang jelas dan to-the-point. Hindari menyebutkan jargon atau istilah-istilah teknis yang justru menyulitkan pemahaman.
Transparansi keuangan tidak hanya meningkatkan kepercayaan di kalangan pegawai, tapi juga mendukung pengambilan keputusan dengan tepat serta menarik investor. Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa menjunjung transparansi keuangan bisnis dengan mendapatkan pendanaan dari sumber yang jelas dan kredibel, seperti layanan pendanaan dari Modalku.
Telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Modalku menyediakan pendanaan kredit hingga Rp2 miliar dengan tenor maksimal 12 bulan. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh UKM berbentuk PT maupun CV yang berada di Jabodetabek dan Surabaya. Selain itu, jenis pendanaannya pun beragam dengan proses yang relatif mudah dan cepat. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini!

