Serba-serbi Kecerdasan Emosi untuk Investasi, Wajib Tahu!

Apa perbedaan investasi dan trading

Investasi adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Itulah mengapa Anda perlu memiliki pengetahuan yang cukup akan hal ini. Namun, nyatanya pengetahuan saja tidak cukup, Anda juga mesti mempunyai emotional intelligence supaya terhindar dari kerugian saat membeli produk-produk investasi. Memangnya, apa yang disebut sebagai kecerdasan emosi tersebut?

Apa Itu Kecerdasan Emosi?

Menurut penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecerdasan emosi adalah salah satu bentuk kecerdasan selain kecerdasan intelektual dan spiritual. Kecerdasan yang satu ini erat hubungannya dengan hati. Seseorang yang memiliki kecerdasan cukup dalam hal ini dituntut memiliki kepekaan pada sekitar sekaligus kemampuan untuk mengendalikan emosi.

Lalu, apa hubungan kecerdasan emosi dengan investasi? Ketika seseorang punya tingkat emotional intelligence yang cukup, mereka akan cenderung bisa mengontrol diri. Beberapa kondisi seperti harga saham anjlok mungkin akan membuat seseorang naik pitam, kemudian melakukan tindakan-tindakan berbahaya. Hal inilah yang harapannya dapat dihindari oleh seseorang dengan emotional intelligence cukup baik.

Kenapa Kecerdasan Emosi Penting untuk Investasi?

Jika Anda belum mengerti apa kaitan emotional intelligence untuk investasi, menyimak penjelasan di bawah ini akan membuat Anda paham betul mengenai hubungan dari keduanya.

1. Mencegah kerugian finansial

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosi rendah adalah mudah meledak-ledak dan selalu merasa benar. Dua hal tersebut tentu sangat berbahaya ketika dilekatkan dengan kebutuhan investasi. Sebab, investasi itu cenderung fluktuatif, sehingga Anda perlu pengendalian diri yang cukup agar terhindar dari kerugian finansial. Misalnya, ketika harga saham anjlok, Anda jangan semata-mata langsung menjualnya kembali ke pasar karena harganya otomatis sangat rendah.

2. Mendekatkan diri dengan tujuan masa depan

Ketika pengendalian diri Anda cukup baik, ini juga akan mendekatkan Anda pada tujuan di masa depan. Apakah Anda memiliki financial goals untuk 5, 10, hingga 25 tahun mendatang? Hal ini tentu perlu diwujudkan dengan kematangan pola pikir dan strategi keuangan yang baik.

Saat Anda punya kematangan emosi, kendala-kendala seperti fluktuasi harga saham investasi yang bisa terjadi kapan saja tentu tidak menjadi masalah besar. Terlebih, naik turunnya harga tersebut mestinya tidak menjadi ancaman besar ketika goals Anda punya jangka waktu yang panjang.

3. Mengurangi risiko tindakan impulsif

Seseorang dengan pengendalian diri yang andal juga akan mampu terhindar dari risiko tindakan impulsif. Tindakan yang dilakukan secara terburu-buru tanpa pertimbangan matang tentunya akan menimbulkan dampak berbahaya, apalagi jika dikaitkan dengan investasi.

4. Bantu menyadari batasan diri dalam berinvestasi

Kecerdasan emosional juga berarti bahwa Anda akan memiliki kemampuan untuk merasakan, memahami, dan mengendalikan perasaan. Apabila Anda punya ketiga hal tersebut, keputusan-keputusan berinvestasi akan diambil secara sadar. Itu artinya, Anda juga dapat menentukan produk yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan.

Cara Menerapkan Kecerdasan Emosi dalam Investasi

Terbukti, bukan, bahwa mengelola emosi saat berinvestasi itu sangat penting? Tapi, bagaimana cara menerapkannya? Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

1. Tetapkan tujuan investasi yang jelas

Memiliki tujuan yang jelas saat berinvestasi membantu Anda tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang sementara. Tujuan ini bisa berupa target finansial, jangka waktu investasi, atau tingkat risiko yang siap Anda hadapi. Dengan tujuan yang jelas, Anda lebih mampu membuat keputusan yang konsisten dan terhindar dari pengambilan keputusan berdasarkan emosi sesaat.

2. Ketahui perasaan saat ini ketika berinvestasi

Sadarilah bagaimana perasaan Anda memengaruhi keputusan investasi. Apakah Anda cenderung membuat keputusan berdasarkan ketakutan atau keserakahan? Kemampuan untuk mengenali emosi ini ternyata dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan yang lebih objektif dan terukur.

3. Kontrol reaksi emosional sebisa mungkin

Pasar investasi yang naik turun dalam waktu singkat seringkali menghadirkan situasi yang memicu stres atau euforia. Belajar mengontrol reaksi emosional Anda terhadap perubahan pasar sangat penting. Hal ini membuat Anda tidak mengambil keputusan secara terburu-buru saat pasar sedang bergejolak, melainkan tetap tenang serta objektif.

4. Terus tingkatkan diri

Investasi adalah proses pembelajaran yang berkelanjutan. Untuk itu, teruslah belajar dari pengalaman, tingkatkan pengetahuan Anda tentang pasar, dan kembangkan strategi investasi dari waktu ke waktu. Dengan terus mengasah kecerdasan emosi, Anda akan menjadi investor yang lebih tangguh dan adaptif.

Menerapkan kecerdasan emosi dalam investasi membuat Anda bisa mengambil keputusan yang bijaksana secara berkelanjutan. Lakukan beberapa langkah tersebut supaya Anda dapat meningkatkan peluang sukses berinvestasi. Bergabunglah dengan Modalku untuk memulai perjalanan investasi Anda dan nikmati keuntungan menjadi pemberi dana bagi UMKM Indonesia!

Danai Sekarang

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan