Jaga Daya Saing, Ini 7 Tips Reskilling Karyawan FMCG

motivasi karyawan

Reskilling adalah proses melatih keterampilan baru pada seseorang. Siapa pun dapat melakukan aktivitas tersebut untuk menguasai suatu keterampilan. Namun, dalam industri bisnis fast-moving consumer goods (FMCG), pelatihan skill baru telah menjadi tuntutan tersendiri. 

FMCG merupakan industri yang mengalami perubahan cepat mengikuti tren konsumen, persaingan pasar, hingga perkembangan teknologi. Dengan menguasai keterampilan baru, karyawan FMCG akan memiliki bekal relevan untuk mendukung perusahaan beradaptasi dengan cepat. Supaya reskilling memberi hasil efektif, Anda perlu merancang strategi dan persiapan yang matang.

Strategi Reskilling Karyawan FMCG

Berbekal strategi yang terstruktur, pelatihan keterampilan baru untuk karyawan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan FMCG. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Identifikasi kesenjangan pada skill

Sebelum memberikan pelatihan reskilling, cari tahu dulu keterampilan apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan FMCG untuk mencapai target. Anda bisa memulainya dengan menilai keterampilan karyawan saat ini, misalnya melalui evaluasi performa kerja, survei karyawan, atau wawancara 1-on-1

Kemudian, bandingkan hasilnya dengan keterampilan yang saat ini dibutuhkan perusahaan. Dari sinilah Anda bisa memahami area mana saja yang perlu perbaikan. Contohnya, kemampuan manajemen data, teknologi digital, atau keterampilan teknis lain yang relevan dengan industri FMCG.

Tentukan tujuan program pelatihan reskilling

Setelah mengidentifikasi kesenjangan skill, tentukan tujuan dari program reskilling. Pastikan tujuan tersebut jelas, dapat diukur, dan memiliki tenggat waktu. Kemudian, setiap tujuan juga perlu disertai dengan rencana detail tentang tugas, tanggung jawab, dan target untuk masing-masing posisi setelah belajar skill baru. 

Sebagai contoh, katakanlah karyawan di divisi marketing perlu menguasai penggunaan software analisis data. Nah, dengan tujuan yang jelas, program pelatihan software analisis data akan lebih sejalan dengan kebutuhan bisnis.

Pilih karyawan yang akan menjalani reskilling

Meskipun penting untuk belajar skill baru, belum tentu semua karyawan FMCG membutuhkannya. Sebaiknya, fokuskan program pelatihan pada karyawan yang berperan paling penting untuk masa depan perusahaan. Anda bisa memilih karyawan yang menyimpan potensi untuk beradaptasi dan menunjukkan minat belajar tinggi. Pemilihan tersebut dapat didasarkan pada kinerja karyawan, skill dasar yang telah dikuasai, dan minat karyawan untuk berkembang.

Cek dana dan waktu yang dibutuhkan

Proses reskilling membutuhkan sumber daya yang memadai, baik dari segi anggaran maupun waktu. Oleh sebab itu, pertimbangkan baik-baik berbagai keperluan untuk program pelatihan. Misalnya seperti lisensi atau pembelian perangkat dan software baru. Tak kalah penting, atur pula waktu untuk pelatihan agar tidak mengganggu kerja sehari-hari. Anda bisa memilih waktu pelatihan di luar jam kerja atau mengadakannya secara online agar lebih fleksibel.

Pertimbangkan berbagai metode pembelajaran reskilling

Bagaimana Anda akan melatih karyawan untuk mempelajari keterampilan baru? Pertimbangkan hal tersebut untuk menentukan metode pembelajaran yang efektif. Anda bisa mengkombinasikan beberapa metode sekaligus agar program pelatihan jadi lebih variatif, sehingga karyawan pun dapat menyerap materi dengan lebih baik.

Misalnya, beberapa sesi awal pelatihan akan fokus pada pemberian materi. Kemudian, karyawan akan mengikuti workshop interaktif atau simulasi praktik. Di samping itu, Anda juga bisa membuka sesi mentoring pada jam-jam tertentu bagi karyawan yang ingin konsultasi tambahan.

Komunikasikan reskilling secara lengkap dan terbuka

Komunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan reskilling. Karyawan FMCG perlu memahami tujuan program pelatihan, serta bagaimana keterampilan baru yang mereka pelajari akan mendukung karier dalam jangka panjang. Komunikasikan hal tersebut secara terbuka agar karyawan lebih termotivasi untuk menjalani program. 

Evaluasi secara rutin

Setelah program pelatihan resmi berjalan, lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan tercapainya tujuan. Evaluasi dapat meliputi pengukuran kinerja karyawan dalam tugas tertentu, penilaian skill baru, hingga feedback dari karyawan. Melalui hasil evaluasi, perusahaan FMCG dapat menilai efektivitas program reskilling dan melakukan perbaikan jika dibutuhkan.

Selama dilakukan dengan strategi yang matang, reskilling karyawan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan FMCG. Alokasikan anggaran yang cukup untuk mendukung kesuksesan program pelatihan, terutama jika Anda berencana melakukan training karyawan secara besar-besaran. 

Tak perlu khawatir, Anda bisa mengajukan permohonan Pendanaan Institusi Modalku jika badan usaha PT/CV Anda butuh tambahan modal usaha hingga Rp5 miliar. Melalui produk ini, Anda bisa memilih beberapa opsi pendanaan yang paling sesuai dengan keperluan bisnis, mulai dari pendanaan invoice hingga pembiayaan multiguna. Termasuk, untuk pengadaan program pelatihan seperti menyewa trainer berpengalaman, merancang sistem pelatihan, dan masih banyak lagi.

Kunjungi website Modalku sekarang juga untuk mempelajari prosedur dan mengajukan permohonan pendanaan!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan