Cara Mengelola Stok Barang untuk Toko Online

Mengelola stok barang adalah salah satu hal terpenting dalam menjalankan bisnis, tak terkecuali bagi bisnis online. Manajemen penyimpanan barang mutlak diperlukan bagi pengelola bisnis toko online. Seringkali pemilik toko menyepelekan masalah penyimpanan barang. Jika stok barang yang dijual relatif sedikit tentu tak jadi soal. Namun, bagaimana jika barang yang dijual jumlahnya banyak, tentu akan sangat merepotkan.

Para pemilik toko online yang baru merintis bisnis rata-rata masih bingung bagaimana mengelola inventaris barang di toko online miliknya. Berikut 4 tips manajemen pengelolaan stok barang anti ribet.

Lihat juga: “Tips Bisnis Atasi Stok Barang Berlebih di Usaha Kecil”

Organisir Produk Sesuai Kategori

Langkah pertama-tama yang harus dilakukan dalam mengelola stok barang adalah membuat pengelompokan produk sesuai dengan kategorinya masing-masing. Buat daftar dan kelompokan barang yang kategorinya serupa agar mudah dalam pelacakan. Dengan pengelompokan, Anda tak akan khawatir mencari barang-barang yang dicari karena tinggal melihat melihatnya di daftar yang sudah dibuat dan penempatan tempat penyimpanannya.

Banyak perusahaan berhasil melakukan pengaturan gudang dengan efisien karena produk disimpan dikelompokan dalam kategori-kategori tertentu. Begitu pesanan masuk, barang akan langsung bisa ditemukan. Misalkan saja, seorang pengecer online menyimpan produk peralatan olahraga di satu tempat yang berbeda namun berdekatan dengan produk yang masuk kategori peralatan camping

Asumsikan dari riwayat penjualan sebelumnya, pembeli peralatan camping juga biasanya membeli peralatan olahraga secara bersamaan. Ketika sebuah pesanan masuk, Anda bisa menemukan produk yang dicari dengan mudah di gudang. 

Selain pendekatan ini, pemilik toko online yang sudah sukses juga biasanya menempatkan sekitar 20% produk yang paling sering laku terjual di lorong terdepan. Strategi ini membuat pekerjaan Anda akan sangat efisien, sehingga bisa langsung fokus pada pengemasan barang. 

Pakai Aplikasi Online Stok Barang

Ketika bisnis semakin besar dengan penjualan harian yang semakin banyak, mengelola stok barang dalam jumlah sangat banyak akan sangat merepotkan. Anda tak bisa hanya mengandalkan pulpen dan buku catatan untuk mengingatnya.

Mengelola inventaris barang dalam jumlah besar dengan catatan manual sangat berisiko karena rawan akan kesalahan seperti catatan hilang, tercecer, tercampur dengan catatan lain, dan sebagainya.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan aplikasi online yang bisa membantu mengatur stok di dalam gudang penyimpanan. Penggunaan aplikasi sangat membantu karena bisa mencatat dengan detail barang yang keluar masuk gudang. 

Selain itu, catatan stok barang aman karena tersimpan rapi di database. Aplikasi stok barang bisa membantu pekerjaan pengaturan barang lebih mudah, hemat tenaga, dan waktu. Dalam aplikasi online, catatan inventory juga bisa terintegrasi dengan pergerakan keluar masuk barang, laporan stok harian, barang yang terjual, hingga laporan akuntansi yang diperlukan. 

Lihat juga : “Pemasaran Online untuk Hadapi Tantangan Bisnis Online”

Gunakan Barcode

Kesalahan paling sering dilakukan pemilik bisnis toko online yang baru adalah mencampurkan berbagai jenis produk dalam satu gudang. Untuk menghindari chaos saat sedang ramai pesanan, sebaiknya gunakan kode khusus berupa barcode pada setiap produk. 

Selain kategorisasi penempatan barang, barcode sangat penting dilakukan. Dengan barcode, dijamin pengaturan produk yang dijual tidak akan berantakan. Barcode juga akan sangat membantu ketika Anda melakukan pengecekan fisik dengan stock opname.

Ini karena barcode akan membantu Anda mengetahui produk-produk apa yang sudah terjual lengkap dengan volume penjualannya, sehingga Anda bisa memutuskan apakah perlu untuk melakukan restocking

Prediksi Terjadinya Reordering

Sangat penting untuk mengatur pencatatan stok barang serapi mungkin. Dalam hal ini, Anda juga perlu memprediksi terjadinya reordering. Kelompokan produk-produk apa saja yang terjual paling laris.

Katakan saja, tiba-tiba salah satu barang yang Anda jual laku keras pada periode waktu tertentu, seperti saat mendekati Lebaran. Jika pengelolaan persediaan dilakukan tidak rapi, pemilik toko biasanya akan panik ketika mengetahui persediaan barang mulai menipis. Inilah yang akan terjadi ketika Anda tidak bisa memprediksi kapan harus melakukan reordering. Akibatnya, banyak pesanan yang tak bisa diproses karena kehabisan stok. 

Audit secara Berkala

Audit rutin atas stok barang adalah strategi paling efektif untuk memastikan inventaris dan catatan yang Anda miliki cocok. Audit adalah cara mengecek ulang stok barang untuk memastikan catatan stok barang akurat sesuai dengan kondisi fisik di gudang.

Tanpa audit, bisa saja ada barang yang hilang atau rusak sehingga tak bisa dijual. Saat menjalankan toko online dengan produk yang banyak, Anda masih harus mengandalkan pemeriksaan fisik karena bagaimanapun juga perangkat lunak memiliki kekurangan.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply