Jenis-Jenis Permodalan yang Wajib Diketahui Para Pebisnis

Mendirikan sebuah bisnis, baik dalam bentuk UKM atau startup, pasti membutuhkan modal. Bagi para entrepreneur senior, mudah bagi mereka untuk mendapatkan modal. Sayangnya, bagi mereka yang masih belum memiliki nama besar, kurangnya modal bisa menjadi masalah.

Bila kita berbicara tentang modal, sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan seorang pengusaha untuk mendapatkannya. Patut diingat juga, modal tidak hanya berbentuk uang, melainkan bisa juga berbentuk bangunan, mesin, atau bahkan perlengkapan. Modal juga tak hanya datang dari kantong sendiri. Seseorang juga dapat memperoleh modal dari pemberian orang lain yang disebut sebagai penanaman modal. Apa saja jenis-jenis permodalan yang wajib Anda ketahui?

Equity Financing

Secara garis besar, equity financing adalah cara mendapatkan modal usaha melalui penjualan saham. Jenis permodalan ini erat kaitannya dengan penjualan kepemilikan bisnis demi menggalang dana usaha. Melalui praktik permodalan ini, investor biasanya mencari perusahaan yang memiliki potensi pasar besar lalu menanamkan modal ke dalam perusahaan tersebut. Suntikan modal ini akan terhitung sebagai struktur modal usaha dalam tubuh perusahaan dan terkonversi sebagai kepemilikan saham. Biasanya, praktik equity finance sering dilakukan oleh angel investor, venture capitals, dan private equity.

Debt Financing

Kegiatan permodalan ini mengandalkan utang sebagai sumber modal. Utang dalam kegiatan penanaman modal ini dapat berbentuk surat berharga atau uang tunai. Pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian utang yang disertakan bunga. Utang piutang di Indonesia pada umumnya dapat terjadi antara perorangan dengan perorangan, antara perorangan dengan badan hukum, atau antara badan hukum dengan badan hukum. Regulasi dalam utang juga bermacam-macam, tergantung dari subyek utang-piutang itu sendiri. Contoh sederhananya adalah pelaku usaha yang mengambil pinjaman bank dengan bunga tertentu.

Crowd-based Financing

Permodalan ini sering dikenal dengan nama crowdfunding dan menjadi salah satu metode permodalan baru dalam perkembangan pasar akhir-akhir ini. Dalam crowdfunding, dana dikumpulkan secara kolektif dari masyarakat umum melalui platform internet atau media sosial. Bentuknya pun bermacam-macam, antara lain:

  • Donation and Rewards model: Model pendanaan ini mengajak masyarakat untuk melakukan penghimpunan dana atau donasi demi merealisasikan suatu ide bisnis atau proyek kreatif. Biasanya, pemberi dana tidak mengharapkan timbal balik dalam bentuk finansial. Daya tarik yang digunakan dalam meminta masyarakat untuk mendonasikan modal mereka biasanya berbentuk hadiah atau kompensasi tertentu sebagai insentif bagi donator. Kadang donator hanya menginginkan kepuasan menjadi salah satu orang yang menyebabkan keberhasilan proyek melalui uang yang ia berikan.
  • Lending model: Hampir mirip dengan debt financing. Bedanya, pengumpulan dana pada lending model dilakukan secara mikro dari banyak pihak. Dana yang telah dikumpulkan nantinya harus dikembalikan dalam jangka waktu yang telah disepakati sesuai dengan perjanjian utang piutang. Salah satu sub-model paling populer dari lending model adalah peer-to-peer (P2P) lending.
  • Investment model: Sedikit serupa dengan donation model, namun kompensasinya bukan berupa reward, melainkan kepemilikan saham atau keuntungan dari proyek yang dijalankan. Jumlahnya akan disesuaikan sejumlah dana yang diberikan.

Itulah beberapa jenis permodalan yang wajib diketahui oleh semua pebisnis. Dengan mengetahui jenis-jenis permodalan di atas, mungkin Anda dapat memanfaatkan salah satunya untuk mendapatkan pendanaan demi kemajuan bisnis UKM atau startup Anda. Siapkah Anda untuk menjadi pengusaha sukses selanjutnya?

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply