Berjaya dengan Data, Untung Besar dengan Riset Pasar

Selama ini, UMKM cenderung menganggap data sebagai sesuatu yang tidak penting. Padahal, faktanya tidak demikian. Data merupakan keterangan yang dapat dijadikan sebagai dasar kajian analisis untuk mencapai kesimpulan. Dengan kesimpulan tersebut, Anda bisa mengetahui konsumen Anda secara lebih baik, sehingga nantinya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pula. Secara tidak langsung, data membantu Anda menerapkan jurus kepo pada pelanggan. Dengan jurus kepo, Anda dapat lebih memahami sifat, karakter, perilaku, selera serta pola konsumsi pelanggan. Selain itu, data juga dapat menemukan beragam masalah yang dialami konsumen.

Data bisa didapatkan melalui riset pasar yang dilakukan sebelum atau ketika bisnis sedang berlangsung. Dengan melakukan riset pasar, pengusaha mendapatkan gambaran tentang respons konsumen terhadap produknya. Selain itu, data juga membantu pengusaha dalam memahami beragam potensi masalah yang muncul.  Dengan demikian, pengusaha dapat meminimalisir risiko yang akan terjadi saat sedang berbisnis.

Industri yang sudah mapan bisa menyewa jasa konsultan marketing research, tetapi UMKM umumnya belum punya anggaran khusus untuk keperluan tersebut. Lantas, bagaimana cara menggali data untuk UMKM? Haruskah mengeluarkan anggaran besar untuk riset demi mendapatkan data?

Pada dasarnya riset pasar bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu harus menyebarkan kuesioner ke setiap pelanggan. Meskipun riset yang dilakukan sederhana dan dalam lingkup kecil, data yang dihasilkan tetap sangat berpengaruh bagi masa depan bisnis Anda. Untuk lebih jelasnya mari kita belajar dari beberapa kasus di bawah ini:

Belajar dari Kesuksesan Warung Spesial Sambal

Bagi para penyuka makanan pedas, pasti kenal dengan Warung Spesial Sambal (SS). Warung SS ini didirikan oleh Yoyok Heri Wahyono yang juga menggemari makanan pedas. Awalnya ia melakukan riset dengan menanyakan selera makanan teman-teman kosnya di Yogyakarta. Yoyok mendapat keterangan bahwa 8 dari 11 teman menyukai makanan pedas. Ia pun mendalami data tersebut dan mendapati bahwa sambal di Yogya terlalu manis. Ia pun mencoba berkeliling ke warung pecel-pecelan dan mendapati bahwa warung yang paling ramai adalah warung yang memiliki sambal paling enak.

Berdasarkan hasil riset tersebut, Yoyok akhirnya memutuskan untuk memfokuskan warungnya pada sambal. Ia pun menamai warungnya sebagai Warung Spesial Sambal atau “Warung SS”. Setiap pengunjung boleh memilih sambal sesuai dengan keinginan mereka. Mulai sambal terasi, sambal matah, hingga sambal cabe hijau. Saat ini, Warung SS telah sukses menyebarkan rasa pedas dengan 58 outlet di 27 kota di seluruh Indonesia. Data yang diperoleh dari riset Yoyok merupakan wujud nyata pentingnya peran data dalam menunjang kesuksesan bisnis.

Kesuksesan Warung SS dalam menggunakan data bisa juga Anda terapkan, tentu dengan modifikasi dan inovasi yang lebih kreatif. Misalnya, Anda ingin membuka warung penyetan, tetapi karena “strategi sambal” sudah dipakai Warung SS, Anda dapat berinovasi dengan lalapan. Seringkali tidak dianggap penting, lalapan ternyata merupakan bagian tak terpisahkan dari sajian penyetan. Anda bisa melakukan riset dengan mengamati perilaku pelanggan warung. Ambilah sampel 10 orang. Ternyata dari 10 orang pelanggan hanya 3 orang yang benar-benar menghabiskan lalapan. Yang lainnya hanya memakan sebagian, itupun hanya timun. Untuk seladanya hanya 1 orang yang memakannya sampai habis. Sementara itu, ada 5 orang pelanggan yang meminta secara khusus lalapan kol goreng. Jadi, berdasarkan data ini Anda bisa menggunakan strategi service on demand. Setiap pelanggan bisa memesan lalapan sesuai dengan permintaan mereka dan tidak sesuai template.

Optimasi Data Konsumen Online Shop

Bisnis melalui media digital seperti online shop kini sedang ramai. Nilai transaksinya terus mengalami peningkatan. Bagi pebisnis, online shop memiliki banyak keunggulan dibanding toko biasa/konvensional.  Karena transaksi pembelian dilakukan secara online, Anda dapat memantau setiap penjualan. Selain data penjualan, Anda juga dapat memantau jangkauan engagement medsos produk yang dipasarkan.

Pada online shop, barang diterima pembeli melalui jasa ekspedisi. Nah, data ini dapat membantu Anda untuk memetakan lokasi pelanggan Anda. Setelah tahu, Anda bisa mendekatkan lokasi atau gudang di area itu, sehingga lebih menghemat pengeluaran untuk ongkos kirim. Pembeli juga lebih senang karena ongkos kirim yang akan mereka bayar lebih murah karena jarak gudang dengan alamat mereka dekat.

Traffic kunjungan halaman toko online dan engagement pada social media bisa terus Anda pantau melalui beragam tools yang sudah tersedia. Salah satu contohnya adalah Google Analytics. Dari situ Anda bisa tahu berapa orang yang sudah melihat iklan/postingan Anda, dari negara/kota mana saja, berapa umur mereka, dan masih banyak lagi informasi yang bisa digali. Data-data ini tentu sangat berguna untuk mengetahui konsumen Anda secara lebih baik.

Selain menggali data sendiri, Anda juga bisa menggunakan data yang dirilis oleh lembaga riset yang kredibel. Misalnya grafik transaksi jual beli online di Indonesia pada kurun waktu tertentu. Anda juga dapat menggunakan akses layanan big data yang sudah banyak beredar. Banyak sekali data semacam itu yang beredar di internet. Oleh karena itu, Anda perlu menyeleksi data mana yang benar-benar relevan dengan bisnis Anda. Untuk memvalidasi data tersebut, Anda bisa berbagi dengan komunitas penjual online. Sering-seringlah diskusi dengan mereka baik secara online maupun offline, agar Anda mendapatkan data yang tepat. Data yang akurat akan memberikan kontribusi positif pada bisnis Anda.

BLOG_MK_Data Untuk UMKM (Body Text)

Data Transaksi untuk Memperlancar Arus Suplai Toko Kelontong

Toko konvensional/offline memiliki pola transaksi yang berbeda dengan toko online. Salah satu contoh paling nyata dari toko konvensional adalah toko kelontong. Toko kelontong merupakan bisnis berformat ritel yang transaksinya dilakukan secara langsung/konvensional. Format bisnis seperti ini menyebabkan pencatatan transaksi lebih mudah. Catatan inilah yang nantinya akan menjadi data.

Dari data jumlah transaksi yang muncul, Anda bisa mendapatkan gambaran pola perilaku konsumen. Anda bisa tahu kapan saja gula dan kopi laris, kapan saat-saat tepung terigu laku, dan kapan minyak goreng ramai diburu. Dengan demikian, Anda bisa menetapkan strategi penjualan yang lebih ciamik untuk menggaet pelanggan.

Salah satu penggunaan data yang paling signifikan adalah pada strategi manajemen arus suplai (supply chain). Arus keluar masuk barang bisa lebih Anda optimalkan agar lebih efektif dan efisien. Anda bisa menyesuaikan dengan suplier untuk mengirimkan barang sesuai dengan data Anda. Misalnya, karena mayoritas pelanggan Anda adalah karyawan yang menerima gaji bulanan, Anda meminta suplier beras untuk mengirimkan pasokan beras sebelum tanggal 25 setiap bulan. Dengan cara tersebut, saat pembelian meningkat, stok barang selalu tersedia.

Selain data pembelian, Anda dapat menggali data lainnya berdasarkan pengamatan. Seperti siapa saja konsumen yang sering membeli di toko, dan dari mana saja. Dan berapa kali mereka belanja dalam sebulan. Kalau perlu, Anda bisa mencatat frekuensi setiap pelanggan yang berbelanja. Setelah data terkumpul Anda dapat mengkategorikan jenis-jenis pelanggan dan memberikan pelayanan yang menarik. Misalnya untuk konsumen yang berpenghasilan bulanan, Anda dapat memberikan diskon khusus bila mereka berbelanja lebih dari Rp 500.000,-. Sedangkan untuk mereka yang penghasilannya harian atau mingguan, Anda bisa memberikan diskon berdasarkan jumlah kunjungan, bukan besar uang. Dengan begitu, pelanggan akan terus berdatangan ke toko Anda. Mereka juga semakin loyal dan senang berbelanaja di toko kelontong Anda.


Berbisnis tanpa data bagaikan berkelana tanpa peta. Oleh karena itu, data harus menjadi prioritas, khususnya bagi pengusaha UMKM. Sudah terbukti bahwa data menjadi faktor yang menentukan kesuksesan bisnis.

Warung SS menjadi contoh nyata bahwa pengusaha UMKM bisa berjaya dengan data. Online shop dan toko kelontong juga dapat dijadikan contoh kasus untuk memahami penggunaan data dengan lebih detil dan mendalam. Dengan memahami cara menggali data serta menggunakannya, pengusaha memiliki arah yang jelas, sehingga bisnisnya akan semakin sukses dan meraup untung besar.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply