Kunci sukses dari sebuah bisnis salah satunya adalah dengan melakukan inovasi. Akan tetapi, inovasi bukanlah hal sederhana karena ini bisa sangat menghabiskan banyak uang. Namun, itu bukan berarti bahwa inovasi produk pada bisnis berskala kecil tidak mungkin terjadi. Bagi para pelaku UMKM, Anda dapat menyeimbangkan efisiensi budget dan kreativitas dengan melakukan sederet tips yang sudah kami rangkum pada poin-poin di bawah ini. Mari, simak sampai habis!
- Sederhanakan produk yang akan dibuat
Sesuai pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inovasi adalah penemuan baru. Ini artinya Anda membuat atau menciptakan suatu kebaruan dalam bisnis Anda, katakanlah pada produk yang Anda jual. Padahal, menciptakan hal baru akan sangat memakan biaya dan ini tentu bukan hal menyenangkan bagi bisnis skala kecil seperti UMKM.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap berinovasi dengan budget yang tipis adalah dengan menyederhanakan produk yang akan Anda buat. Misalnya, Anda bergerak di bidang bisnis kecantikan dengan mengeluarkan produk-produk perawatan kulit. Inovasi yang Anda lakukan mungkin bisa tetap berada di ranah tersebut, tetapi memperbanyak varian produknya.
- Evaluasi kembali kemampuan Anda saat ini
Tips berikutnya supaya inovasi produk tidak memakan banyak biaya adalah dengan mengevaluasi kemampuan bisnis Anda saat ini. Bagaimana kondisi UMKM Anda sekarang? Langkah-langkah apa yang sekiranya bisa Anda lakukan untuk mewujudkan pengembangan produk? Dengan melihat kembali kapasitas perusahaan, Anda akan berhasil mencapai inovasi tersebut.
Ada tiga poin penting yang mesti Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk berinovasi. Pertama, pastikan bahwa bisnis Anda punya resource yang cukup. Kedua, usahakan menjalani proses operasional yang sudah cukup efisien sehingga tidak akan memakan banyak biaya untuk produk baru. Ketiga, jangan lupa memastikan keuntungan dan modal yang Anda miliki.
- Jangan takut berkolaborasi dengan brand lain
Pelaku usaha pasti sudah mengerti bahwa bisnis mereka bukanlah satu-satunya. Ada banyak UMKM kompetitor yang menjual produk atau jasa serupa. Namun, hal semacam ini semestinya tidak dipandang sebagai sebuah persaingan. Anda justru bisa mengajak bisnis-bisnis tersebut untuk berkolaborasi dan menghasilkan produk yang lebih unik lagi.
Tren sekarang ini bukanlah bersaing, melainkan berkolaborasi. Dengan berkolaborasi, Anda dapat menghasilkan produk menggunakan modal dari kedua belah pihak. Selain itu, target market bisnis Anda pun menjadi lebih luas karena kemungkinan besar konsumen-konsumen dari bisnis sebelah juga membeli produk kolaborasi tersebut.
- Libatkan pelanggan dalam proses inovasi
Kunci menjaga loyalitas pelanggan, selain memberikan pelayanan terbaik, adalah dengan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi bisnis Anda. Sebab, pada dasarnya bisnis Anda berdiri untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ketika Anda mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan mereka, artinya Anda berusaha untuk mengerti kebutuhan pelanggan. Hal-hal semacam ini yang nantinya akan membantu UMKM Anda berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Perhatikan volume sampah yang dihasilkan
Memulai inovasi produk sering kali mengalami kegagalan eksperimen yang menghasilkan banyak sampah. Di sisi lain, dunia sudah punya masalahnya sendiri terkait hal ini. Supaya tidak memperparah kondisi sekitar yang mungkin juga akan berdampak pada UMKM Anda, sebaiknya perkirakan volume sampah yang akan Anda timbulkan. Kemungkinan, jika bisnis Anda bergerak di produksi barang, Anda bisa mengolah sampah-sampah yang bisnis Anda hasilkan menjadi sebuah produk baru. Jadi, proses inovasi tak memakan banyak biaya.
- Buat tim khusus untuk inovasi baru
UMKM Anda mungkin sudah beroperasi selama bertahun-tahun dan semuanya berjalan dengan baik. Stabilitas semacam ini jangan diganggu oleh proses inovasi yang akan Anda lakukan. Maka, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya bentuklah tim baru yang khusus menangani inovasi produk atau jasa yang akan dilakukan. Tidak selalu harus merekrut orang baru, Anda tetap bisa menggunakan sumber daya dari internal yang capable untuk menjalankan tugas tambahan. Pilihlah orang-orang yang jobdesk repetitive-nya dapat digantikan sementara oleh teknologi.
Setelah melakukan enam tips di atas dan Anda merasa bahwa inovasi produk tetap membutuhkan dukungan modal, percayakan pendanaannya pada Modalku. Dengan Produk Pendanaan UMKM dari Modalku, Anda bisa peroleh pendanaan hingga Rp300 juta dan tenor hingga 24 bulan tanpa harus melewati proses pengajuan yang sulit. Sebab, bisnis UMKM Anda hanya perlu berstatus sebagai perorangan dan memiliki toko fisik di daerah Jabodetabek atau Cikarang. Lalu, Anda bisa mengajukan permohonan pendanaan melalui formulir online di website Modalku.
Jadi, tunggu apa lagi? #UntungAdaModalku! Mari berinovasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dengan pendanaan UMKM dari Modalku!

