Keberlangsungan bisnis distribusi fast-moving consumer goods (FMCG) sangat bergantung pada pengaturan arus kas, terutama setelah Anda mendapatkan pinjaman modal kerja. Dengan pengelolaan arus kas yang baik, Anda bisa mengoptimalkan alokasi modal secara efisien dan menghindari pemborosan.
Terlebih, bisnis FMCG mempunyai siklus perputaran barang yang cepat. Sehingga, Anda pun perlu mengatur arus kas sebaik mungkin demi menjaga ketersediaan stok tanpa kekurangan maupun kelebihan.
Tips Mengatur Arus Kas dengan Pinjaman Modal Kerja
Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan arus kas dengan pinjaman modal kerja? Mari perhatikan tipsnya melalui ulasan berikut!
Kendalikan pengeluaran
Periksa pengeluaran bisnis secara menyeluruh, lalu kurangi biaya yang tidak perlu. Prioritaskan penggunaan dana pada kebutuhan operasional utama yang mendukung target bisnis. Misalnya, katakanlah perusahaan mendapat target distribusi baru dari principal. Jika demikian, Anda bisa mengalokasikan modal untuk mencapai target tersebut, seperti penambahan armada atau pembelian stok tambahan.
Tak kalah penting, lakukan evaluasi kebutuhan versus keinginan. Sebisa mungkin, pisahkan pengeluaran yang benar-benar mendesak dari pengeluaran yang masih bisa ditunda. Contohnya, lebih baik Anda menggunakan dana untuk stok produk terlaris daripada membeli aset peralatan kantor baru yang tidak mendukung arus kas secara langsung.
Pastikan stok barang Anda tidak berlebih
Hindari overstocking dengan manajemen stok yang efektif. Terapkan metode khusus untuk memastikan stok barang datang tepat waktu agar Anda bisa mengurangi risiko kerusakan barang sekaligus biaya penyimpanan.
Misalnya, Anda bisa mengelompokkan barang berdasarkan kecepatan perputaran stok (slow-moving atau fast-moving). Lalu, fokuskan pengelolaan pada stok barang fast-moving supaya pemanfaatan pinjaman modal kerja lebih produktif. Selain itu, terapkan pula sistem manajemen inventaris digital untuk memantau perputaran stok secara real-time, sehingga Anda bisa menghindari pembelian stok yang berlebihan.
Lakukan forecasting secara rutin
Gunakan data-data sebelumnya untuk memperkirakan peak season, penjualan, dan kebutuhan pengeluaran di masa depan. Metode ini disebut juga dengan forecasting. Contohnya, jika penjualan cenderung meningkat menjelang akhir tahun, persiapkan dana dari pinjaman modal kerja untuk menghadapi lonjakan permintaan tersebut.
Berdasarkan data historis pula, lakukan identifikasi tren pasar dan perhatikan perubahan perilaku konsumen. Cari tahu apakah ada peningkatan permintaan terhadap produk tertentu, sehingga Anda bisa memastikan ketersediaan stok produk.
Catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara digital
Saat mengatur arus kas dari pinjaman modal usaha, gunakan software akuntansi untuk memudahkan prosesnya. Sebab, software seperti ini umumnya dapat diintegrasikan dengan semua aspek keuangan, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga saldo kasi. Hal ini memungkinkan Anda untuk mencatat transaksi secara otomatis, sehingga akan hemat waktu dan tenaga.
Dengan pencatatan digital, pembuatan laporan keuangan pun jadi lebih mudah dan praktis. Gunakan laporan tersebut untuk menganalisis performa bisnis FMCG dan membuat berbagai keputusan strategis.
Maksimalkan pendapatan dengan kecepatan pengiriman
Hemat pengeluaran saja belum cukup untuk mengoptimalkan arus kas. Di sisi lain, Anda juga perlu memaksimalkan pendapatan. Nah, salah satu caranya adalah melalui pengiriman yang cepat. Analisis rute pengiriman barang FMCG menggunakan teknologi GPS untuk memilih jalur paling cepat dan hemat, sehingga dapat mengurangi waktu pengiriman dan biaya bahan bakar.
Untuk mendukung hal tersebut, tidak ada salahnya berinvestasi pada software logistik yang mampu melacak status pengiriman secara real-time dan memberikan notifikasi otomatis kepada pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda.
Supaya strategi arus kas berjalan optimal, pastikan dulu Anda mendapat pinjaman modal kerja yang dapat dipercaya. Di mana Anda bisa mengajukan pinjaman tersebut untuk distribusi FMCG?
Rekomendasi Pinjaman Modal Kerja untuk Distribusi FMCG
Sesuaikan pinjaman modal kerja dengan kebutuhan bisnis Anda. Hal ini bisa lebih mudah Anda lakukan jika mengajukan pendanaan melalui Modalku. Tersedia beberapa Produk Pendanaan Institusi dengan beragam nominal dan tenor yang fleksibel untuk badan usaha PT/CV di Jabodetabek, Bali, dan Surabaya seperti:
- Pinjaman Faktur Kerja: maksimal Rp5 miliar, tenor hingga 90 hari;
- Pinjaman PO: maksimal Rp5 miliar, tenor hingga 120 hari;
- Pinjaman Berjangka: maksimal Rp5 miliar, tenor hingga 24 bulan;
- Modal Proyek Pemerintah: maksimal Rp5 miliar, tenor hingga 120 hari.
Meskipun ditujukan untuk keperluan yang berbeda, seluruh produk pendanaan dari Modalku memiliki proses pengajuan yang transparan, mudah, dan tentunya aman karena telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa memilih produk pendanaan sesuai kebutuhan bisnis distribusi FMCG secara online, sehingga lebih praktis. Kunjungi website Modalku untuk segera mengajukan modal usaha!

