Cara Menentukan Harga Jual yang Tepat bagi UMKM

evaluasi usaha yuk

Sebagai pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tentunya Anda ingin mendapatkan keuntungan maksimal dari bisnis Anda. Salah satu faktor penentu untuk mewujudkan hal tersebut adalah harga jual produk. Dengan cara menentukan harga jual, Anda bisa mendapat untung maksimal dari penjualan produk tanpa memberatkan pelanggan, sehingga nantinya mendukung kesuksesan UMKM dalam jangka panjang. Bagaimana caranya?

6 Cara Menentukan Harga Jual untuk UMKM

Harga jual adalah harga produk yang ditawarkan oleh penjual kepada pelanggan. Jika harga jual terlalu tinggi, pelanggan akan enggan membeli produk Anda. Namun, harga jual yang terlalu rendah juga bisa merugikan UMKM Anda. Maka dari itu, sebaiknya lakukan cara-cara berikut ini untuk menentukan harga jual produk secara tepat.

  1. Pertimbangkan pengeluaran untuk produksi

Dalam memproduksi barang atau jasa, pasti ada keluar biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah pengeluaran biaya yang rutin karena pembuatan sejumlah produk, seperti sewa gedung, tagihan listrik, dan pajak bangunan tidak memengaruhinya. Sementara itu, jumlah produk, seperti bahan baku, kemasan, biaya operasional, dan tenaga kerja menentukan biaya variabel.

Nah, salah satu cara menentukan harga jual adalah dengan mempertimbangkan biaya produksi tersebut. Sebagai contoh, katakanlah total biaya produksi untuk 1.000 kaos adalah Rp50 juta. Artinya, tiap kaos membutuhkan biaya: Rp50 juta : 1.000 = Rp50.000. Anda bisa menggunakan nominal Rp50.000 sebagai nilai dasar untuk menetapkan harga jual.

  1. Hitung margin yang ingin diperoleh

Selanjutnya, tentukan margin yang ingin Anda dapatkan. Margin adalah selisih antara harga jual produk dan biaya produksi. Jumlah margin beragam di tiap industri, tapi biasanya antara 5%-20%. Sebagai contoh, jika Anda ingin mendapatkan margin atau keuntungan 20% dari penjualan kaos di atas, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga jual = biaya produksi tiap item + (persentase x biaya produksi tiap item)

= Rp50.000 + (20% x Rp50.000)

= Rp60.000

Dengan menjual satu kaos seharga Rp75.000, Anda bisa mendapatkan keuntungan 20% atau sebesar Rp25.000 untuk tiap item.

  1. Sesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen

Cara menentukan harga jual produk juga perlu Anda sesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen, yaitu melalui analisis price sensitivity meter (PSM) untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen. Dari sana, Anda bisa mendapatkan informasi tentang value price, sensitivitas harga, hingga perceived quality atas produk.

  1. Perhatikan harga yang ditawarkan kompetitor

Apabila belum yakin menentukan harga jual, Anda bisa memperhatikan harga kompetitor. Contohnya, jika kompetitor menjual kaos dengan harga Rp75.000 per item, Anda bisa memasang harga jual di atas atau di bawah nominal milik kompetitor tersebut.

Jika memang akan menentukan harga jual kaos di atas harga kompetitor, pastikan bahwa produk Anda memang memiliki kualitas yang lebih baik daripada milik kompetitor. Dengan begitu, pelanggan tidak akan kecewa saat membeli dan menggunakan produk Anda.

  1. Ketahui strategi pricing yang sering digunakan

Sebetulnya, terdapat beragam cara menentukan harga jual produk, salah satunya lagi adalah strategi keystone pricing dan break even pricing. 

Keystone pricing adalah strategi menentukan harga jual hingga dua kali lipat dari biaya produksi, atau menambahkan margin 100%. Jadi, kalau mengacu ke biaya produksi kaos di atas, yakni sebesar Rp50.000 per item, artinya Anda bisa menjual kaos dengan harga Rp100.000 menggunakan keystone pricing.

Sementara itu, break even pricing adalah strategi menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi atau dengan keuntungan nol. Umumnya, menerapkan strategi ini saat UMKM ingin bersaing dengan kompetitor dan memperbanyak pelanggan.

  1. Atur harga sewaktu-waktu jika diperlukan

Mengingat dunia bisnis yang begitu dinamis, bersiaplah jika sewaktu-waktu Anda harus kembali menyesuaikan harga jual produk. Contohnya, ketika harga bahan baku naik atau kebiasaan konsumen berubah. Jika memang harus mengubah harga jual produk, informasikan hal tersebut kepada konsumen. Sampaikan pula alasan di balik keputusan tersebut supaya konsumen tidak merasa terbohongi.

Jadi, strategi apa yang akan Anda terapkan sebagai cara menentukan harga jual produk? Pastikan penentuan tersebut selalu berdasar pada biaya produksi. Jika butuh dana tambahan untuk menunjang proses produksi, Anda bisa mengandalkan produk Pendanaan UMKM dari Modalku.

Produk Pendanaan UMKM ini menawarkan pendanaan kredit hingga Rp300 juta dengan tenor maksimal 24 bulan untuk pelaku UMKM offline yang belum berbadan usaha, yang berlokasi di Jabodetabek dan Cikarang. Anda juga tidak perlu menyerahkan aset apa pun karena Pendanaan UMKM bersifat tanpa agunan. Langsung saja klik di sini untuk mendapatkan pendanaan dari Modalku sekarang juga! #UntungAdaModalku

Ajukan Pendanaan UKM

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan