Akhir tahun sering kali identik dengan tutup buku. Bagi banyak pelaku usaha, momen ini bisa terasa melelahkan karena harus menelusuri catatan keuangan sepanjang tahun. Selain memakan waktu, pembukuan keuangan akhir tahun juga sangat menuntut ketelitian agar laporan yang dihasilkan benar-benar akurat. Jika hasil pembukuan tidak rapi, risiko selisih data hingga kesalahan pencatatan bisa muncul.
Namun, sebenarnya ada cara yang lebih sederhana untuk menghadapinya. Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan ini lebih cepat sekaligus memastikan keuangan bisnis tetap sehat.
Tips Pembukuan Keuangan Akhir Tahun
Ini dia beberapa tips pembukuan keuangan akhir tahun yang bisa Anda terapkan supaya prosesnya lebih mudah dan praktis:
1. Buat jadwal pembukuan
Untuk menghindari kewalahan, sebaiknya tentukan waktu melakukan pembukuan keuangan dari jauh-jauh hari. Idealnya, Anda mulai melakukan persiapan sejak bulan terakhir kuartal keempat, misalnya awal Desember. Dengan begitu, pekerjaan tidak menumpuk pada akhir tahun ketika aktivitas bisnis biasanya meningkat. Buat jadwal mingguan untuk meninjau transaksi, mencatat pengeluaran, hingga memeriksa faktur. Hasilnya, Anda bisa bekerja lebih fokus tanpa terburu-buru.
2. Pastikan stok di inventory selaras dengan catatan penjualan
Salah satu sumber perbedaan dalam pembukuan keuangan sering datang dari data persediaan. Padahal, stok yang akurat akan membantu Anda menilai aset dengan tepat sekaligus menyusun strategi pembelian untuk tahun berikutnya.
Sebagai langkah pencegahan, lakukan stok opname atau perhitungan fisik barang di gudang. Bandingkan jumlah riil dengan catatan penjualan yang sudah masuk. Jika ada selisih, segera cari penyebabnya, apakah karena kesalahan pencatatan, kerusakan barang, atau kehilangan.
3. Jangan lupakan penagihan faktur
Banyak bisnis mengalami hambatan arus kas karena faktur yang belum tertagih. Oleh karena itu, menjelang tutup tahun, Anda perlu memastikan semua tagihan sudah ditindaklanjuti. Kirimkan pengingat kepada klien atau pelanggan yang masih menunggak. Jika perlu, buat kesepakatan pembayaran yang jelas agar tidak ada piutang yang menggantung terlalu lama. Alasannya, penagihan faktur yang tertib akan membantu menutup laporan pembukuan keuangan dengan lebih bersih.
4. Rekap semua utang, piutang, dan saldo bank
Langkah penting berikutnya dalam pembukuan keuangan adalah menyusun rekapitulasi keuangan. Mulailah dengan menginventarisasi seluruh utang dan piutang. Cocokkan catatan internal dengan laporan bank untuk memastikan tidak ada transaksi yang terlewat. Saldo akhir rekening juga perlu dicatat secara detail agar selaras dengan laporan keuangan resmi. Dengan rekap yang rapi, Anda bisa memperoleh gambaran jelas mengenai posisi kas perusahaan menjelang pergantian tahun.
5. Catat kas kecil
Pepatah mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, dan ini berlaku untuk kas kecil. Walaupun sering dianggap sepele, jumlahnya bisa cukup besar jika ditotal seiring berjalannya waktu. Jadi, pastikan semua pengeluaran harian, seperti pembelian alat tulis atau biaya transportasi, sudah dicatat dengan benar. Jika tidak, laporan akhir bisa menunjukkan angka yang meleset. Dengan demikian, hasil pembukuan keuangan lebih transparan dan mudah diaudit.
6. Periksa aset dan kewajiban
Selain kas dan persediaan, jangan lupa memeriksa aset tetap seperti kendaraan, peralatan, atau properti yang dimiliki. Lakukan pengecekan fisik untuk memastikan kondisi dan nilai wajar aset tersebut. Di sisi lain, tinjau juga kewajiban jangka panjang seperti pinjaman atau kontrak sewa. Informasi ini penting agar laporan keuangan akhir tahun tidak hanya mencatat transaksi jangka pendek, tapi juga mencerminkan posisi finansial bisnis secara menyeluruh.
7. Gunakan teknologi untuk mempermudah
Di era digital, pembukuan keuangan bisa lebih praktis jika memanfaatkan teknologi. Anda bisa menggunakan software akuntansi atau bahkan aplikasi berbasis cloud. Ingin lebih sederhana lagi? Anda juga dapat mempertimbangkan spreadsheet dengan template siap pakai. Yang terpenting, pilihlah alat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Sebab, dengan sistem yang tepat, Anda bisa melakukan pencatatan transaksi, rekonsiliasi bank, hingga laporan keuangan secara otomatis. Selain menghemat waktu, ini juga mengurangi potensi kesalahan manual.
Jika Anda ingin menggunakan teknologi software akuntansi level enterprise yang berskala lebih besar demi kemudahan pembukuan keuangan akhir tahun, Anda bisa saja memerlukan biaya setidaknya ratusan juta Rupiah untuk memberikan akses bagi semua anggota tim keuangan perusahaan. Namun, jangan berkecil hati jika Anda memerlukan dana tambahan, sebab ada Modalku yang merupakan #AndalanPebisnis!
Modalku menawarkan Pendanaan Institusi yang bisa Anda dapatkan dengan berbagai metode serta sumber dana, mulai dari invoice financing hingga pendanaan berjangka. Dengan limit hingga Rp 5 miliar, tentu Anda bisa memenuhi kebutuhan teknologi bisnis dengan lebih leluasa! Bahkan, Modalku juga memiliki sistem tenor pelunasan yang fleksibel sesuai kondisi bisnis Anda. Bagaimana cara mendapatkannya? Kunjungi halaman ini untuk detail lebih lanjut!

