Menjalankan bisnis logistik atau freight forwarder penuh dengan tantangan. Salah satu yang utama adalah pemenuhan kebutuhan biaya operasional. Sering kali, invoice yang dikirim kepada pelanggan tidak kunjung cair, sedangkan perusahaan membutuhkan biaya untuk membayar vendor. Di sinilah perusahaan logistik memerlukan strategi bisnis untuk menjembatani situasi tersebut.
Ada satu perusahaan logistik yang berhasil melewati tantangan tersebut, yaitu PT Andalan Abadi Raya (Abadi Raya). Bagaimanakah strategi sukses mereka? Mari berkenalan lebih lanjut melalui ulasan berikut!
Mengenal PT Andalan Abadi Raya
Berdiri pada 2018, Abadi Raya adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi atau freight forwarder. Mereka beroperasi di bawah naungan PT Sarijasa Transutama, yang sudah lebih dari 25 tahun melayani jasa pengiriman antar-kota serta antar-pulau.
Dibekali fasilitas dan teknologi yang unggul serta staf berpengalaman, Abadi Raya memiliki komitmen kuat untuk terus menyediakan layanan ekspedisi terbaik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menonjolkan empat nilai utama, yaitu communication, cooperation, coordination, dan information.
Masalah Utama PT Andalan Abadi Raya
Dalam perjalanan memberikan layanan ekspedisi terbaik, Abadi Raya harus menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya, pemenuhan kebutuhan biaya untuk melayani para konsumen.
Saat awal berdiri, Abadi Raya belum membutuhkan modal besar. Seiring meningkatnya kebutuhan, mereka memutuskan untuk melakukan ekspansi agar bisa lebih mandiri dalam menjalankan bisnis. Strategi bisnis tersebut mengharuskan mereka untuk langsung bekerja sama dengan vendor trucking dan pelayaran. Masalahnya, terms of payment (TOP) vendor lebih singkat daripada TOP yang diberikan konsumen. Di sinilah muncul kebutuhan operasional.
Lebih lanjut, Direktur Operasional PT Andalan Abadi Raya, Angelia Abigail Ratulangi, menjelaskan, “Vendor minta dibayar lebih dulu. Jika tidak dibayar, vendor akan menahan barang. Kalau itu sampai terjadi, risikonya adalah pemutusan kerja sama dari customer dengan perusahaan.”
Strategi Bisnis yang Diterapkan Abadi Raya
Menghadapi tantangan tersebut, tentunya Abadi Raya tidak tinggal diam. Mereka melakukan berbagai strategi berikut sebagai solusi:
- Mendekati vendor secara mandiri
Memang, pembelian dari customer tetaplah sumber pemasukan terbesar bagi Abadi Raya. Namun, jika terjadi penurunan permintaan, pemasukan bisnis pun terancam ikut berkurang. Solusinya, Abadi Raya mendekati vendor secara proaktif, seperti mitra transportasi dan perusahaan manufaktur.
Mereka menawarkan layanan logistik lengkap yang meliputi pengelolaan rantai pasok hingga distribusi. Strategi bisnis ini memungkinkan mereka untuk melakukan diversifikasi pemasukan. Dengan begitu, sumber pemasukan tidak hanya bergantung pada konsumen akhir, tapi juga vendor yang memanfaatkan layanan ekspedisi Abadi Raya.
- Menjaga hubungan baik dengan vendor
Logistik merupakan industri bisnis dengan persaingan ketat. Jika perusahaan logistik tidak menjalin hubungan kuat dengan vendor, vendor tersebut akan berpindah ke mitra lain. Memahami hal ini, Abadi Raya selalu menjalin komunikasi yang konsisten dan transparan dengan vendor. Mereka juga berusaha memberikan fleksibilitas dalam kontrak kerja sama, misalnya pembayaran yang disesuaikan atau opsi layanan tambahan.
- Ekspansi jangkauan bisnis
Perkembangan zaman turut memengaruhi kebutuhan konsumen. Agar bisa terus memenuhi kebutuhan tersebut, Abadi Raya pun memperluas jangkauan operasional ke daerah baru. Mereka menjalin kerja sama strategi dengan vendor-vendor lokal di wilayah target untuk memperkuat strategi bisnis. Hasilnya, Abadi Raya mampu menjangkau lebih banyak konsumen maupun vendor, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan bisnis mereka.
Bantuan Modalku bagi Strategi Bisnis Abadi Raya
Semua strategi bisnis tersebut akan sulit terlaksana tanpa modal yang cukup. Apalagi, salah satu tantangan utama Abadi Raya terletak pada pemenuhan kebutuhan biaya operasional. Jadi, selain menerapkan berbagai strategi di atas, Abadi Raya juga mengajukan pendanaan modal usaha PO Financing melalui Modalku.
PO Financing merupakan salah satu produk pendanaan institusi dari modalku. Solusi satu ini ditujukan bagi pelaku bisnis yang butuh pendanaan untuk membiayai purchase order (PO) kepada vendor, supplier, atau principal. Nominal pendanaan PO Financing mencapai Rp5 miliar dengan tenor 120 hari. Selain itu, syarat serta prosesnya pun relatif mudah dan cepat.
“Waktu itu, dapat info Modalku saat sedang Googling. [Saya] coba hubungi tim [Modalku] dan langsung di-follow up balik. Setelah itu, saya submit invoice yang sudah dikeluarkan, jadi tidak perlu menunggu TOP dari customer,” cerita Angelia kepada tim Modalku.
Hanya dalam waktu tiga hari setelah submit di Modalku, pendanaan sebanyak 80% invoice langsung cair. Tim Abadi Raya pun dapat menggunakan modal usaha tersebut untuk membiayai aktivitas operasional mereka secara lancar. Jadi, apakah Anda juga tertarik mengikuti jejak kesuksesan mereka? Bersama Modalku, Anda bisa mengakses berbagai produk pendanaan selain PO Financing. Temukan pilihan yang paling pas untuk strategi bisnis Anda dan ajukan permohonan pendanaan dari Modalku #AndalanPebisnis di sini!

