Sebagai pemilik bisnis sembako, tentunya Anda akan berurusan dengan banyak barang jualan yang memiliki masa penyimpanan cukup pendek. Mungkin saja, Anda pernah kewalahan mengelola stok-stok produk tersebut karena berbagai masalah. Contohnya, stok barang yang pada akhirnya rusak dan malah menumpuk di gudang karena sulit laku. Padahal, kalau terus dibiarkan, hal ini bisa berakibat pada kerugian karena kurangnya penjualan, lho!
Tips Manajemen Stok Barang Bisnis Sembako
Lalu, bagaimanakah Anda bisa mengelola stok barang bisnis sembako agar selalu mencukupi? Yuk, terapkan keenam cara berikut!
1. Catat stok barang dengan akurat
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat stok barang bisnis sembako dengan akurat. Misalnya, dengan rutin melakukan stock opname setiap minggu atau bulan. Sebab, saat Anda merekam stok barang secara tepat, Anda akan tahu berapa banyak barang yang masih tersedia dan kapan harus memesan lagi.
Sebagai contoh, jika Anda punya 50 karung beras, catat jumlah tersebut dan perbarui setiap kali ada penjualan. Dengan cara ini, Anda tidak akan kebingungan ketika stok barang jualan tiba-tiba menipis.
2. Perhatikan pola permintaan
Kemudian, untuk mencegah stok barang yang berlebih atau kurang untuk pelanggan bisnis sembako Anda, sebaiknya Anda memperhatikan pola permintaan. Contohnya, kalau Anda melihat bahwa minyak goreng cenderung laris setiap akhir bulan, Anda bisa menambah stok lebih banyak di periode tersebut berdasarkan hasil forecasting.
Kuncinya, jangan sampai Anda membeli terlalu banyak barang yang kurang laku karena ini bisa menyebabkan kerugian. Sebaliknya, pastikan Anda juga tidak kekurangan stok barang yang sering dicari pelanggan agar kepuasan mereka tetap terjaga.
3. Terapkan sistem FIFO
Mengingat barang jualan bisnis sembako pada umumnya memiliki masa kedaluwarsa yang cukup singkat, alangkah baiknya Anda mengimplementasikan sistem FIFO (First In, First Out). Terutama, untuk produk yang mudah rusak seperti telur, minyak goreng, atau produk kemasan lainnya.
Dengan sistem ini, Anda akan memprioritaskan penjualan barang yang datang lebih dulu. Nah, supaya berjalan dengan lancar, pastikan Anda memiliki jadwal pengiriman rutin dari supplier. Semisal Anda menerima dua kali kiriman telur dalam seminggu, gunakan terlebih dahulu telur yang datang pada pengiriman pertama sebelum menjual stok dari pengiriman kedua.
4. Pastikan tata letak gudang sudah cukup baik
Tata letak gudang yang baik bisa membantu Anda mengelola stok dengan lebih mudah. Sebab, Anda bisa menghemat waktu saat mengambil barang dan menghindari stok menumpuk yang tidak terpantau.
Pastikan barang-barang yang sering dibeli pelanggan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau. Selain itu, pisahkan produk yang cepat laku dari yang jarang dibeli agar Anda lebih mudah memantau pergerakan stok. Misalnya, Anda dapat meletakkan beras dan minyak goreng di depan, sementara produk yang jarang dibeli bisa ditempatkan di bagian belakang gudang.
5. Evaluasi jarak antara toko dengan supplier
Semakin dekat jarak supplier dengan lokasi bisnis sembako Anda, semakin cepat Anda bisa mendapatkan stok baru ketika dibutuhkan. Namun, jika jaraknya cukup jauh, pertimbangkan untuk memesan dalam jumlah yang lebih besar atau menjadwalkan pengiriman rutin. Sebagai contoh, kalau Anda harus menunggu tiga hari untuk pengiriman beras dari supplier, pastikan Anda selalu punya stok yang cukup untuk menghindari kehabisan barang.
6. Gunakan teknologi manajemen stok
Menggunakan teknologi manajemen stok bisa sangat membantu dalam mengelola bisnis sembako. Apalagi, ada banyak aplikasi dan software bisnis yang tersedia untuk membantu Anda mencatat dan memantau stok secara otomatis. Alasannya, dengan teknologi ini, Anda bisa mendapatkan notifikasi ketika stok menipis dan perlu dipesan lagi.
Misalnya, aplikasi tertentu bisa memberi informasi saat stok gula pasir tinggal lima karung, sehingga Anda bisa segera melakukan pemesanan sebelum kehabisan. Selain itu, teknologi ini juga membuat proses pengelolaan stok lebih efisien dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan barang secara manual.
Tambah Stok Bisnis Sembako, #UntungAdaModalku!
Siap mengimplementasikan keenam tips di atas untuk mengelola stok barang bisnis sembako? Jangan berkecil hati dulu jika Anda terhalang dana! Untung Ada Modalku yang menyediakan produk Pendanaan UMKM hingga Rp300 juta untuk menambah persediaan barang jualan, sehingga dapat membantu sistem stock management otomatis di usaha Anda berjalan lancar.
Modal tambahan ini tersedia tanpa agunan aset tetap dan memiliki suku bunga kompetitif untuk usaha Anda yang telah memiliki toko fisik di Jabodetabek serta Surabaya. Selain itu, proses pengajuannya juga sangat mudah dan praktis, sehingga Anda tetap bisa berfokus pada usaha Anda. Ingin tahu selengkapnya? Yuk, kunjungi halaman ini untuk mempelajari syarat dan prosedur pengajuannya!

