Return on investment (ROI) adalah persentase jumlah keuntungan yang didapatkan suatu bisnis dari investasi mereka. Dengan menghitung ROI, Anda bisa mengetahui seberapa besar bisnis Anda menghasilkan keuntungan setelah menginvestasikan sejumlah uang.
Tingginya jumlah ROI menunjukkan bahwa usaha Anda memiliki progress yang baik. Dengan kata lain, penghitungan ROI dapat membantu Anda mengetahui apakah strategi bisnis yang Anda jalankan selama ini sudah efektif atau belum.
Lantas, bagaimana jika hasil ROI masih cenderung rendah atau belum mencapai target? Tak perlu panik, Anda bisa memaksimalkan ROI bisnis dengan menerapkan cara-cara berikut ini!
1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai dengan ROI
Awali strategi Anda dengan menentukan tujuan sejelas mungkin. Misalnya, Anda ingin menghitung return on investment untuk meningkatkan penjualan, mengukur tingkat efisiensi produksi, mengukur kesuksesan campaign, atau mendapat informasi tentang hasil investasi.
Dengan adanya tujuan yang jelas, Anda bisa lebih mudah menentukan langkah tepat ke depannya. Jadi, setiap rencana yang Anda susun pun idealnya akan mendekatkan Anda dengan tujuan tersebut.
2. Ketahui cara menghitung return on investment
Anda hanya bisa menghitung ROI menggunakan rumus tertentu. Oleh sebab itu, pastikan Anda mengetahui rumus dan cara menghitungnya terlebih dulu. Umumnya, ada dua rumus yang cukup sering digunakan oleh pemilik usaha untuk menghitung ROI, yaitu:
- Rumus I: ROI = ((Total pendapatan investasi – biaya) : Biaya investasi) x 100%
- Rumus II: ROI = Laba bersih/Biaya investasi x 100%
3. Kenali seluk-beluk konsumen
Dalam memaksimalkan return on investment, Anda juga perlu mengenali target konsumen usaha Anda. Siapa mereka, dan seperti apa data demografisnya? Apa saja kebutuhan mereka yang produk Anda bisa penuhi? Bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari?
Dengan mengenali seluk-beluk konsumen secara mendalam, Anda dapat menyusun strategi marketing yang sejalan dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Tujuannya supaya mereka tertarik berinteraksi dengan bisnis Anda dan pada akhirnya melakukan pembelian. Jika Anda berhasil melakukan hal ini secara berkelanjutan, Anda pun dapat menciptakan basis konsumen yang loyal.
4. Lakukan A/B testing
Ada beragam strategi yang bisa Anda implementasikan untuk memaksimalkan return on investment. Agar bisa mengetahui strategi mana yang paling berhasil, Anda dapat melakukan A/B testing. Melalui metode ini, Anda membandingkan dua strategi ROI untuk menemukan salah satu yang paling efektif di antara keduanya.
Dengan kata lain, Anda akan melakukan banyak uji coba, jadi persiapkan diri untuk mengalami trial and error. Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin memaksimalkan ROI dengan tujuan menjalankan marketing campaign. Untuk itu, Anda bisa melakukan A/B testing terhadap sejumlah strategi seperti content marketing, social media ads, website, landing page, dan newsletter.
5. Evaluasi dan pantau hasil secara berkala
Dari berbagai strategi yang telah Anda terapkan, bagaimana progress dan hasil dari masing-masing strategi tersebut? Penting bagi Anda untuk memantau progress-nya secara berkala. Tujuannya agar Anda bisa mengidentifikasi faktor-faktor yang berhasil dijalankan maupun tidak.
Lalu, setelah selesai menjalankan strategi, luangkan waktu untuk melakukan evaluasi. Apakah hasilnya sudah sesuai target? Jika belum, kira-kira faktor apa yang kurang berhasil atau perlu ditingkatkan? Nah, hasil dari evaluasi bisa Anda pertimbangkan saat menyusun strategi optimasi ROI pada periode selanjutnya.
6. Jangan ragu-ragu menaikkan harga jika diperlukan
Keputusan menaikkan harga biasanya menjadi opsi terakhir untuk memaksimalkan return on investment. Namun, jika memang Anda harus melakukannya, pastikan Anda sudah melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan berbagai faktor penting. Tidak ada yang salah dari keputusan ini selama kenaikan harga tersebut sebanding dengan kualitas produk dan layanan yang Anda berikan. Dengan begitu, konsumen pun tidak akan kecewa terhadap Anda.
Tak kalah penting, informasikan pula tentang hal ini sebelum Anda benar-benar menaikkan harga produk. Berikan edukasi dengan penyampaian yang baik dan mudah dimengerti supaya konsumen memahami keputusan Anda.
Bagi yang berencana meningkatkan return on investment bisnis, Anda bisa melakukan cara-cara di atas. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa semakin banyak strategi yang diterapkan, dana yang dibutuhkan juga semakin besar. Soal ini, Anda tak perlu khawatir karena kini telah hadir layanan pendanaan Modalku untuk UKM berbadan PT dan CV di Jabodetabek dan Surabaya.
Tanpa menyerahkan jaminan apa pun, layanan Modalku menyediakan pendanaan hingga Rp2 miliar dengan tenor maksimal 12 bulan. Produk pendanaan yang ditawarkan juga beragam, mulai dari Term Loan, Modal Proyek, APF Paylater, hingga Invoice Financing. Prosesnya pun relatif mudah dan cepat! Segera kunjungi website Modalku dan dapatkan pendanaan untuk mendukung strategi peningkatan ROI bisnis Anda!

