7 Strategi Bisnis Hadapi Kenaikan Pajak Barang Mewah 2025

Belakangan ini, isu kenaikan PPN menjadi topik yang cukup ramai diperbincangkan. Pemerintah sempat berencana menaikkan PPN dari 11% menjadi 12% untuk semua kategori barang, meski akhirnya kebijakan tersebut dibatalkan dan hanya berlaku dalam bentuk pajak barang mewah.

Namun, tidak menutup kemungkinan kelak pemerintah menerapkan kebijakan serupa untuk sektor lainnya. Bagi para pelaku bisnis, hal ini menjadi tantangan serius karena kenaikan pajak dapat berdampak langsung pada profitabilitas dan daya beli konsumen. Jadi, bagaimana cara mempersiapkan diri dengan tepat?

1. Evaluasi harga dan biaya

Pertama, Anda bisa mulai dengan mengevaluasi harga produk atau layanan yang Anda tawarkan. Hitung kembali struktur biaya yang ada untuk memastikan margin keuntungan Anda tetap sehat. Sebagai contoh, apabila pajak barang mewah naik, Anda bisa menghitung apakah beban pajak tersebut akan sepenuhnya dibebankan kepada pelanggan atau sebagian ditanggung oleh bisnis Anda. Gunakan data historis dan analisis pasar untuk menentukan harga baru yang kompetitif namun tetap menguntungkan.

2. Optimalkan efisiensi operasional

Kenaikan pajak barang mewah akan menekan margin keuntungan, sehingga Anda perlu memastikan operasi bisnis berjalan seefisien mungkin. Identifikasi area-area yang dapat dioptimalkan, seperti logistik, penggunaan energi, atau proses produksi.

Lakukan audit internal secara berkala untuk menemukan peluang efisiensi. Selain itu, libatkan tim Anda untuk memberikan masukan tentang bagaimana proses kerja bisa lebih cepat dan hemat biaya. Dengan demikian, Anda mampu mengurangi beban biaya sekaligus meningkatkan produktivitas tim.

3. Negosiasi ulang dengan supplier

Supplier Anda mungkin juga terkena dampak kenaikan pajak barang mewah, sehingga harga bahan baku yang mereka tawarkan bisa ikut naik. Untuk mengatasi hal ini, cobalah melakukan negosiasi ulang. Diskusikan kemungkinan mendapatkan harga khusus, potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar, atau opsi pembayaran yang lebih fleksibel.

Sebagai contoh, Anda bisa menawarkan kerjasama jangka panjang dengan supplier sebagai imbalan harga yang lebih kompetitif. Jika pemasok Anda tetap tidak dapat memberikan harga yang lebih baik, pertimbangkan mencari alternatif supplier yang menawarkan kualitas serupa, tetapi dengan harga yang lebih rendah.

4. Tawarkan added value bagi pelanggan

Ketika harga produk atau layanan Anda harus naik menyesuaikan dengan pajak barang mewah, pastikan pelanggan merasa bahwa mereka mendapatkan nilai lebih. Misalnya, kalau Anda bergerak di bidang jasa, Anda bisa menawarkan bonus tambahan seperti konsultasi gratis atau layanan ekstra.

Strategi ini membantu menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mencegah mereka beralih ke kompetitor. Ingat, pelanggan yang merasa dihargai cenderung lebih loyal, bahkan jika mereka harus membayar lebih.

5. Manfaatkan insentif pajak

Pemerintah seringkali memberikan insentif pajak untuk sektor-sektor tertentu, terutama dalam kondisi ekonomi yang menantang. Pastikan Anda memahami insentif yang tersedia dan bagaimana cara mengajukannya. Misalnya, Anda bisa saja mendapatkan keringanan pajak jika berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan atau pelatihan tenaga kerja.

Diskusikan hal ini dengan konsultan pajak profesional untuk memastikan Anda tidak melewatkan peluang ini. Dengan memanfaatkan insentif pajak, Anda dapat mengurangi beban pajak sekaligus meningkatkan daya saing bisnis Anda.

6. Komunikasikan kenaikan harga kepada pelanggan

Jika Anda pada akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga akibat kenaikan PPN, sampaikan sejelas mungkin kepada pelanggan agar mereka lebih memahami situasi dan tetap mendukung bisnis Anda.

Gunakan bahasa yang transparan dan empati untuk menjelaskan alasan kenaikan harga. Contohnya, Anda bisa mengatakan, “Kami berkomitmen untuk terus memberikan kualitas terbaik, meski ada kenaikan PPN yang memengaruhi biaya operasional kami.” Gunakan berbagai saluran komunikasi seperti email, media sosial, atau poster di toko Anda untuk menyampaikan pesan ini.

7. Pertimbangkan diversifikasi produk dan layanan

Jika Anda memiliki bisnis kafe, Anda bisa menambahkan menu katering untuk acara atau menjual produk kemasan seperti kopi bubuk.

Dengan diversifikasi, Anda bisa meningkatkan potensi pendapatan sekaligus membuat bisnis Anda lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan ekonomi. Pastikan Anda melakukan riset pasar sebelum meluncurkan produk atau layanan baru agar strategi ini memberikan hasil yang optimal.

PPN 12% memang hanya berlaku untuk pajak barang mewah saat ini. Namun, tidak ada salahnya Anda mengantisipasi kenaikan pajak di masa depan dengan ketujuh strategi di atas dan bantuan modal jika diperlukan. 

Modalku siap membantu Anda dengan Pendanaan Institusi hingga Rp2 miliar dengan tenor pelunasan fleksibel untuk membantu Anda mencukupi kebutuhan stok barang dan melakukan rekrutmen SDM berskala besar. Jadi, Anda akan lebih siap dengan situasi ini. Bagaimana syarat dan cara mendapatkannya? Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan