Coba ingat lagi brand coffee shop yang ramai dikunjungi banyak orang. Jika Anda berada di posisi konsumen, tentunya Anda akan memilih bisnis kopi yang menawarkan harga bersaing dan setara dengan kualitasnya, kan? Nah, itulah sebabnya memiliki strategi pricing yang tepat sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis coffee shop Anda! Tapi, bagaimana kalau Anda bingung harus mulai dari mana? Tenang, ada berbagai strategi yang cocok untuk pemilik UMKM agar Anda bisa menguntungkan bisnis sekaligus pelanggan, kok.
Strategi Pricing untuk Coffee Shop
Berikut adalah berbagai contoh strategi pricing yang pas untuk bisnis coffee shop. Yuk, simak sampai tuntas!
1. Bandingkan harga pasar
Saat Anda hendak membuat strategi pricing, sebaiknya Anda mulai dulu dengan membandingkan harga kopi di pasaran. Tujuannya adalah untuk memastikan harga Anda sejalan dengan ekspektasi pelanggan.
Untuk tahap riset ini, lihat penetapan harga oleh kompetitor lain di sekitar Anda, terutama yang memiliki konsep serupa. Semisal coffee shop tetangga menjual caffe latte seharga Rp30.000, Anda bisa mencoba menawarkan harga yang sedikit lebih rendah atau sama, tergantung dari nilai tambah yang Anda tawarkan.
2. Hitung total biaya produksi
Setelah memahami harga pasar, Anda harus menghitung total biaya produksi setiap produk. Pengeluaran ini terdiri dari biaya bahan baku, gaji tenaga kerja, biaya sewa tempat, utilitas, dan overhead lainnya. Supaya tidak salah strategi pricing, pastikan Anda menghitung harga setiap komponen secara cermat. Misalnya, kalau Anda memerlukan biaya Rp20.000 untuk membuat satu cangkir cappuccino, harga jual Anda idealnya harus mencakup semua biaya tersebut agar Anda tidak merugi.
3. Pertimbangkan nilai tambah cafe
Selain biaya produksi, Anda juga harus mempertimbangkan nilai tambah yang Anda tawarkan di coffee shop dalam penentuan harga.
Bisa jadi, coffee shop Anda memiliki suasana yang nyaman, menu yang jarang ditawarkan kompetitor, dekorasi yang unik, biji kopi yang termasuk hidden gem, atau layanan yang berbeda. Selain itu, mungkin Anda memiliki akses WiFi yang cepat dibandingkan bisnis lain. Dengan aspek-aspek tersebut, Anda bisa menetapkan harga sedikit lebih tinggi dibandingkan kompetitor.
4. Tentukan margin keuntungan yang diinginkan
Salah satu kunci keuntungan dari strategi pricing bisnis mana pun, termasuk coffee shop, terletak pada margin keuntungannya. Ini merupakan selisih antara biaya produksi dan harga jual yang Anda tentukan.
Oleh sebab itu, Anda perlu menetapkan margin yang sesuai dengan target keuntungan bisnis Anda. Misalnya, kalau Anda ingin mendapatkan margin 30%, dan biaya produksi satu cangkir kopi adalah Rp20.000, Anda harus mematok harga setidaknya Rp26.000 untuk menu tersebut. Tapi, berapa pun margin yang Anda inginkan, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan daya beli pasar dan tingkat persaingan di sekitar agar lebih realistis.
5. Jangan lupakan faktor keadaan tidak terduga dalam pricing
Faktor-faktor tidak terduga, seperti kenaikan harga bahan baku, inflasi, atau peraturan baru, juga perlu menjadi pertimbangan dalam strategi pricing Anda. Sebab, hal ini akan membantu Anda mencegah kerugian di masa depan.
Sebagai langkah awal, coba tambahkan 5-10% dari total harga sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan biaya. Dengan demikian, Anda bisa membangun pundi-pundi tabungan darurat sejak dini dan memperkuat pertahanan bisnis coffee shop terhadap guncangan ekonomi.
6. Evaluasi dan adaptasi
Strategi pricing bukanlah sesuatu yang tetap. Jadi, Anda perlu terus mengevaluasi dan mengadaptasi harga sesuai dengan perubahan di pasar, feedback pelanggan, dan kondisi bisnis. Misalnya, setelah tiga bulan pertama, Anda bisa mengevaluasi penjualan dan memutuskan apakah harga yang ditetapkan sudah sesuai atau perlu disesuaikan. Hasilnya, bisnis coffee shop Anda bisa tetap kompetitif dan relevan di mata pelanggan.
Kebutuhan Bisnis Meningkat, #UntungAdaModalku!
Apakah Anda sudah menentukan harga jual dan margin keuntungan yang diinginkan berdasarkan pengeluaran untuk pembuatan menu di coffee shop? Jika berdasarkan hasil analisis Anda perlu modal tambahan bagi strategi pricing Anda, Untung Ada Modalku yang memiliki produk Pendanaan UMKM dengan modal tambahan hingga Rp300 juta untuk bisnis perorangan!
Dengan dana tambahan ini, Anda bisa lebih mudah membeli stok bahan baku, melengkapi fasilitas di coffee shop, dan tentunya menjalankan kegiatan promosi di berbagai media. Selain itu, produk pendanaan dari Modalku ini juga memiliki suku bunga yang terjangkau dan proses pengajuan yang praktis tanpa agunan aset tetap. Yuk, ketahui syarat lengkap dan langkah-langkah pengajuannya di sini untuk memajukan usaha Anda!

